Tuesday, May 20, 2014



Jangan Terjebak di Tengah Argumentative Essay!


Suatu jurnal tanpa didasari thesis statement yang jelas dapat dijadikan sebagai suatu gagasan atau topik pembahasan. Pembahasan kali ini masih terkait dengan argumentative essay. Essay ini berbeda dengan essay-essay yang lain karena dari tingkat penguatan statement nya dan pendalaman informasi yang berbeda.

Argumentative essay merupakan suatu teks essay yang tidak hanya memberikan informasi tetapi juga menampilkan sosok argument yang didasari pros (pendukung ide) dan cons (penentang ide) terhadap isu argumentative essay. Kita dianjurkan untuk menjelaskan dengan gamblang dan menulis seolah-olah penulis mencoba meyakinkan pembaca untuk menyetujui dan mempercayai sesuatu yang baru.

Dalam memilih topik argumentative essay sangatlah tidak mudah, seperti:
ร˜   It should be narrowed down
e.g:             X        Marijuana should be considered illegal.
รผ   Selling and using marijuana  in public placs should be considered illegal
ร˜   It should be contain an argument
e.g:             X        We should decide wheter we want a bicycle or a car.
รผ   If we are under the age of 30 and want a healty life, we should definitely get a bicycle instead of a car.
ร˜   It should be a topic that can be adequately supported
(with statistic, outside source citations, etc)
e.g:             X        I feel that writing an argumentative essay is definitely a challenging task.



Dalam penjelasan berikutnya yaitu masih terkait dengan bagaimana cara menulis argumentative essay? Maka dari itu, sebuah argumentative essay harus berdasarkan:

o      Reasoning
Alasan dan pemikiran sangatlah penting dan dapat dijadikan acuan pada awal statement kenapa penulis menulis hal tersebut.

o      Evidense-not emotions
Penulisan argumentative essay sangatlah spesifik dan cenderung dalam satu pembahasan atau topik, akan tetapidisertai pula dengan sumber dan data yang mumpuni untuk meyakinkan pembaca terhadap apa yang penulis pikirkan. Hal terpenting dalam penulisannya juga ialah seorang penulis tidak boleh menulis sesuatu secara emosional apalagi menjatuhkan sesuatu terhadap apa yang sedang dibahas.

o      Working thesis
Yang dimaksud working thesis ialah salah satu statement yang pada akhirnya dapat dikembangkan kembali menjadi statement-statement yang lain dan diletakkan pada awal kalimat.
Adapun tahap-tahap dalam penulisan argumentative essay ialah, (baca: http://bellevuecollege.eduasc/writing)
1.      Tahap pertama
(introduction)
v   Choose a specific issues to discuss
-Some debatable issues cover a wide range of topics
e.g: “legalizing drugs”
ร  an example which there above is too broad a subject because topics within that issue include legalizing marijuana, the effectiveness of the FDA.
Jadi, kita harus fokus terhadap satu topik dan sebaiknya tidak terlalu luas.

v   Research both sides of the topic thoroughly
-Evenf you know which side you want to argue, research can give you ideas for counter arguments and help you paper show balance rather than bias.

v   Develop a working thesis
-State yur position on the issue and summarize your argument’s main reasons in one sentence. Your body paragraphs should explain your reasons fully.

2.      Tahap kedua
(Body Paragraph)
Option 1:    present both sides of the issue, then state your opinion and explain why you choose that side.
รจ Pilihan ini sangat berguna apabila kita tidak memiliki opini terhadap issu sebelumnya untuk dicari sumbernyayang kemudian dikembangkan setelah itu, atau juga karena audience tidak terlalu familliar terhadap topikmu sebelumnya.
*      One half to two-thirds of yoour paper explains the issue, shows the two opposng sides, and gives an asessment of each. This demonstrates that you have indeed conducted research and are an expert on the subject.
*      Next, when you state your position, readers might be more inclined to agree with you.
*      Last, explain your reasons for choosing that side without repeating ideas from previous paragraphs.

Option 2:    state your opinion at the beginning. List and explain the reasns for your choice. Acknowledge the other side’s arguments; then, disprove/refute those arguments.

รจ Pilihan ini berguna ketika audience sudah memiliki beberapa pengetahuan atau pemikiran terhadap issue tersebut. Hal ini memperbolehkanmu untukbeberapa ketegasan sehingga akan membuat argument yang kuat.
*        Select the strongest evidence from your research and present your points usually one point perbody paragraph.
*        Next, explain one or two of the opposing side’s points to show how readers might object to your argument. Then, show these arguments are not reasonable, not logical, or not effective. Be sure to reassert your own view point and why it is the best choice.

3.      Tahap terakhir
(Revie and Edit)
*             Pretend that your readers are a skeptical panel or jurors. You can best your arguments by avoiding emotional or aggressive language and by using a mix of evidence types-facts, statistict, examples, expert opinions, or even personal experience.
*             Cite your sources
*             To increase the chances that your audience will agree with you, start body paragraph with ideas that both sides agree upon before your point.
*             Know the other side’s strongest arguments to defend againts challenges from other students or your instructor.
*             In your conclusion, emphasize why your topic is important, summarize your arguments, and re-state your position as the most sensible choice. Do not include newevidence or arguments.

Di sini, semua penjelasan di atas, daat di ambil kesimpulan bahwa dalam penulisan argumentative essay jangan sampai terjebak hanya karena tidak tahu arah kemana lagi harus mencari topik yang akan dibahas. Kita dapat lebih berhati-hati dalam penulisan selanjutnya. Dan yang terpenting ialah “detailed research” harus selalu dilakukan oleh penulis.

References:


0 comments:

Post a Comment