Saturday, May 10, 2014

10:33 PM


Class review 10
Clarifying Argumentative Essay
Mengklarifikasi dalam sebuah teks, dalam pandangan kritis teks dibangun dari sejumlah piranti linguistik untuk memberikan struktur linguistik dalam teks bahasa yang di dalamnya terdapat ideologi. Hal ini yang akan membahas mengenai teks, teks disini adalah sebuah peristiwa komunikatif yang harus memenuhi beberapa syarat, yakni tujuh kriteria teks. Akan tetapi Renkema menyatakan bahwa beberapa dari kriteria tersebut bersifat subjektif dan tergantung pada pengamat tertentu. Selanjutnya kita akan mempelajari beberapa teks seperti naratif, report, argumentasi dan lain-lain. Disini kita akan membahas yang mencakup dalam structure yang hampir sama, diantaranya ada tiga yaitu: expository, exposition, dan argumentative. Jika expository adalah tipe yang mengungkapkan secara lisan atau sebuah pembahasan yang digunakan untuk penjelasan, gambaran, dan sebagai informasi.
            Membuat teks expository hanya sebagai informing, tidak berasumsi bahwa pembaca atau pendengar, mengutamakan pengetahuan dan memahami topic yang sedang didiskusikan. Dan selanjutnya membahas exposition, lebih membahas secara spesifik (point of view) sudut pandang  dengan cara pengarang menempatkan dirinya terhadap cerita (fakta) atau dari sudut mana pengarang memandang ceritanya. Dan pembahasannya sangat luas dengan teks narasi, deskripsi dan argument. Itu semua ketentuan yang merujuk pada berbagai tipe dari penulisan nonfiksi.
Dan argumentasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang ditulis dengan tujuan untuk meyakinkan pembaca. Dalam penulisan argumentasi isi dapat berupa penjelasan, pembuktian, alasan, maupun ulasan obyektif dimana disertakan contoh, analogi, dan sebab akibat. Yang bertujuan agar pembaca yakin bahwa ide, gagasan, atau pendapat tersebut adalah benar dan terbukti.
Diantara ketiganya argumentative mempunyai perbedaan yaitu dalam deep research, dan itu suatu kejadian atau hal yang akan mengungkapkan fakta dan dengan data dapat di oriented. Data itu sendiri sebagai informasi untuk memperkuat. Seperti data dari Eben, bahwa beliau mendapat data tentang Papua yang mana Eben bertemu dengan orang-orang yang ikut serta dalam pembangunan disitu. Itu semua sebagai sample bahwa Eben pernah mengunjungi dan research juga. Mengenai contoh sebelumnya sekarang research based paper sendiri sebagai kewajiban mahasiswa, karena hal tersebut kaya nya universitas adanya Research based paper.
Contohnya ketika belajar di tingkat yang lebih tinggi dan seluruh perguruan tinggi, kita mungkin akan diminta untuk menyiapkan makalah penelitian dengan research. Sebuah laporan penelitian yang dapat digunakan untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi isu-isu ilmu sosial ilmiah, teknis. Jika kita baru pertama kali menulis sebuah makalah penelitian, hal itu mungkin tampak menakutkan, jadi upayakan untuk bercolaborate lagi dengan researchnya. Dalam argumentative modalnya harus banyak untuk melakukan research.
Pak Lala menjelaskan kita itu bukan seperti wartawan, selalu menggunakan data tapi cerita dilambungkan lebih luas tanpa adanya penjelasan secara fakta. Jika kita akademisi yang bacanya pun juga orang akademisi, seperti debate sendiri memakai exposition, tidak hanya giving information. Sebuah laporan belajar juga menggunakan jungle based writing. Clash of argument ada dua yaitu persuading and cuarding. Argument essay Argument essay merupakan sebuah essay yang tidak hanya memberikan informasi saja, akan tetapi sebuah genre penulisan yang mengharuskan siswa untuk mengidentifikasi topik; mengumpulkan, menghasilkan,  mengevaluasi bukti; dan membangun posisi pada topik secara ringkas.
            Kebingungan terjadi ketika mengerjakan argument essay dan expository essay. Kedua genre serupa, tetapi argument essay berbeda dari expository essay dalam jumlah sebelum menulisnya dan penelitian yang terlibat. Argument essay umumnya sebagai terjadinya penelitian yang terperinci secara tertulis. Jika expository essay melibatkan penelitian yang kurang lebih tidak terlalu detail. Expository disini sering digunakan untuk latihan menulis di kelas atau test ketika uas ataupun ulangan biasa. Menulis itu tidak hanya mengungkapkan saja tapi sebagai informasi dan kita dapat mengevaluasikannya,
Structure of introduction. Define the topic, topik merupakan suatu kalimat terpenting dalam sebuah paragraph, karena merupakan ide utama dalam paragraph  yang mencakup pokok pembicaraan, pokok bahasan, atau masalah yang akan dibahas. Kata topic sendiri berasal dari bahasa Yunani “topoi” yang artinya tempat untuk tulis menulis. Topik biasanya dikembangkan menjadi sebuah tulisan yang sebelumnya harus di identifikasi terlebih dahulu, agar maksud yang ingin disampaikan dibalik topik yang kita pilih dapat tersampaikan dengan baik. Kita harus memilih salah satu pokok pembicaraan, agar kita bisa mengontrol dan membatasi topik agar tidak keluar dari jalur diskusi yang sedang di perbincangkan dalam suatu paragraf. Kalimat topik dibagi menjadi dua bagian yaitu topik tunggal dan topic ganda.
Apabila topik yang di bicarakan hanya mencakup satu masalah saja, disebut topik tunggal. Sedangkan topic yang membahas suatu masalah yang kemudian dikembangkan lagi sehingga mengacu kepada masalah lainnya disebut multi topic atau topic ganda. Beberapa topik memerlukan definisi, contohnya kita bisa ambil sample jika topiknya "Haruskah sekolah memberikan pendidikan moral?" dan saya akan menjelaskan moral education, adalah bimbingan, pengajaran dari perilaku yang baik dan nilai-nilai. Pendidikan moral yang diajarkan kepada anak-anak muda di sekolah, seperti sikap, (attitude) mereka dibiasakan dengan sikap sopan-santun. Nah itu sebagian bahwa dalam topic kita bisa mendefinisikannya.
            Limit the topic, dalam penelitiannya akan menemukan beberapa kekurangan, dan prosesnya akan dibatasi dalam pembahasannya. Dari beberapa topic dalam teks argumentative aka ada yang membatasi. Banyak penulis yang mengalami kesulitan, karena mereka memilih topik yang terlalu luas untuk pembahasan yang dapat memadai dalam ruang terbatas atau lebih spesifiknya stepnya dipisahkan. Mere yang aman adalah sebuah kota muda di Malaysia yang dimiliki BP sama shell, ini contoh limit the topic secara spesifik.
            Analyses the topic, merupakan sebagai issue thoroughly. Jika membuat jenis teks itu dari esensi jenis teks itu sendiri. Sebagian besar topic  yang argumentative mempunyai dua point of view, yaitu for dan against. Kita bisa menyatakan dengan yes/no question. Menganalisis topic bisa dengan membuat pertanyaan yang sesuai aspek ditujukan, lalu kita membuat kalimat selanjutnya sesuai apa yang sudah diterangkan pada pertanyaan pertama, lalu kita menganalisis akan menemukan titik temu.
            Opinion, kita membuat sebuah pernyataan yang diutarakan lalu disimpulkan. Disini kita dapat mengajukan bahwa kekuatan sebuah penjelasan dengan berbagai opini dari beberapa opini yang lain. Jika kita membuat list opini akan mempermudah, dengan contoh sebagai berikut yaitu Papua harus menjadi bagian penting NKRI atau mendukung Papua merdeka, lalu opinikan diantara pilihan tersebut sesuai pemikiran sendiri. Apakah konsekuensi  Papua lepas dari NKRI, kit adapt resource diantara keduanya, yaitu Papua Indo atau Papua Nugini. Sebelum membuat keputusan tentang sudut pandang, itu dapat menentukan kekuatan ide pokok lalu mengevaluasinya dan sebagai pendukung penjelasan yang sudah di listkan. Kekuatan penjelasan adalah salah satu kebutuhan secara relevan dan important.
            Thesis Statement, dari argumentative essay yang perlu berisi pendapat seseorang. Opinions selalu mengekspresikan dengan modal verb yaitu “should” Opini selalu dimulai dengan should, atau mengevaluasinya dengan  “good” and “bad”. Berupa opini lalu berisikan kesimpulan statement kita, dapat kita gambarkan, opini – fakta – evidence – wawancara – data – argument. Intinya yaitu persuading people. Untuk memperkaya struktur thesis statement dengan spoken, written. Menurut Halliday terdapat dua mengenai linguistic marker, yaitu modelatif dan evaluative. Lalu mencegah pandangan dengan opinion and reasoning, pembicara sendiri.
                Generic structure dari argumentative essay, yaitu :
1.      Introduction
2.      Body               first point and supporting info
                                    second point and supporting info
                                    third point and supporting info                             
3.      Conclusion
Sebelumnya kita akan dalam generic structure secara explicit atau implicit, lalu membuat judul untuk body nya dalam satu paragraf atau dua paragraf membuat 3 alasan seperti example diatas. Dan selanjutnya membuat kesimpulan (basic), dengan mampu mendefinisikan topic secara specific saja.
            Jadi, kesimpulan dari argument essay itu adalah agar pembaca yakin bahwa ide, gagasan, atau pendapat tersebut adalah benar dan terbukti, sudah saatnya masyarakat mengubah paradigma untuk menentukan pertimbangan secara matang. Dari beberapa essay, kita tidak bisa memberi informasi tetapi mempresentasikan secara argument juga dengan PROS (supporting ideas) and CONS (opposing ideas) dari argumentative issue. Untuk membuktikan kebenaran yang akan disampaikan dalam paragraf argumentasi sehingga kesimpulan yang akan dicapai juga benar.

0 comments:

Post a Comment