Saturday, April 26, 2014

11:55 PM


Permainan Argumentative Essay

Pada class review kali ini, menjelaskan mengenai langkah-langkah penulisan “argumentative essay”. Sebelum mengetahui elemen-elemen yang ada pada argumentative essay, terlebih pertimbangkan dahulu pengertian dari tipe argumentative essay dengan tipe-tipe essay yang lain –expository and exposition-. Jika argumentative essay itu menjelaskan fact and data yang berdasarkan deep research kemudian menjadi sebuah phenomenon yang langka sehingga menghasilkan sebuah data à so deep, juga dalam argumentative essay itu lebih menekankan pada opinion penulis yang  secara mendalam.
ARGUMENTATIVE ESSAY à DEEP RESEARCH à PHENOMENON à DATA (Your Opinion)à SO DEEP
                Apa itu argumentative essay? Argumentative essay adalah gaya menulis atau macam dari penulisan yang mengharuskan bagi seorang siswa atau murid untuk menyelidiki sebuah topic permasalahan, mengumpulkan data, menghasilkan data baru, dan kemudian menafsirkan fakta-fakta data tersebut; dan menetapkan posisi analisis sebuah topic dengan cara yang singkat. Catatan: mungkin beberapa kebingungan akan terjadi diantara argumentative essay dan expository essay. Kedua jenis penulisan ini hamper sama, tetapi argumentative essay berbeda dari expository essay dalam hal jumlah temuan-temuan (pre-writing) dan penelitian yang dilibatkan. Argumentative essay juga biasa mengangkat sebuah rancangan puncak atau akhir dalam fisrt year writing atau lanjutan dari rangkaian pelajaran composition dan membutuhkan waktu yang lama, penelitian yang lebih detail. Sedangkan expository essay adalah sebuah jenis penulisan yang membutuhkan sedikit penelitian dan jangka waktu yang pendek. Expository essay juga sering digunakan dalam latihan atau test soal class writing.
                Dalam penulisan argumentative essay juga, penulis bisa membujuk atau mengajak para pembaca untuk mempertimbangkan point of view atau sudut pandang dari penulis, bisa jadi para pembaca tetap atau setuju dengan argument penulis atau mungkin tidak setuju dengan argument dari penulis. Ini dibutuhkan beberapa perhatian dan ketrampilan; penulis perlu menunjukkan respect atau tanggung jawab dalam menentang sudut pandang penulis lain, penulis juga harus memilih kosa kata dengan hati-hati dalam pembuatan argumentative essay, dan, di atas semuanya, penulis harus menulis dengan jelas dan logis tentang argumentative essaynya.
Berikut ini langkah-langkah dalam pembuatan argumentative essay yang baik. Langkah yang pertama adalah Define Topic, beberapa topik itu memerlukan definisi yang jelas. Mendefinisikan topik adalah langkah awal dalam pembuatan argumentative. Kejelasan suatu topic yang akan dibahas adalah sesuatu yang wajib dihadirkan. Pembaca harus bisa paham akan apa yang penulis tulis dalam essaynya. Dengan kata lain, langkah pertama ini sangat menentukan bagian-bagian selanjutnya. Jika pada langkah pertama ini tidak kurang mendefinisikan topik secara jelas, maka sulit bagi penulis untuk melangkah ke fase selanjutnya dalam menyelesaikan argumentative essay ini.
Langkah kedua dalam pembuatan argumentative essay ini, adalah membuat beberapa batasan mengenai topik. Pada langkah ini, penulis harus membuat para pembaca menjadi tertarik dengan pokok bahasan atau data-data yang penulis tulis sehingga menimbulkan para pembaca merasa penasaran dengan bukti-bukti yang diberikan oleh penulis. Misalnya, jika topik penulis adalah “Go Writing for Student” dan tesis sebuah penulis mengatakan “semua mahasiswa tidak bisa menulis”, maka para pembaca mungkin akan bertanya-tanya dengan maksud dari penulis apa, apakah “semua mahasiswa di semua perguruan tinggi tidak bisa atau malas menulis?” atau “mahasiswa tertentu saja?”.
Kemudian langkah selanjutnya adalah analisis topik yang dibahas. Pada langkah ini, penulis harus menganalisis topik masalah secara lebih menyeluruh, sebelum penulis mengambil atau menetapkan sebuah sudut pandang (point of view) penulis. Sebuah argumentative essay yang baik, memiliki dua sudut pandang yang berbeda - For dan Against - dan dapat dinyatakan dalam sebuah pertanyaan yes / no question, misalnya “apakah minat menulis dalam kalangan mahasiswa kurang?”. Juga sebelum membuat keputusan akhir tentang sudut pandang penulis sendiri, alangkah lebih baiknya jika penulisvmengevaluasi kembali kekuatan dan alasan yang mendukung penulis sudah terdaftar atau ditulis. Kenapa? Karena alasan atau sudut pandang yang kuat adalah salah satu yang dipercaya, relevan, dan memberikan informasi yang penting, untuk menguji setiap alasan penulis apakah sudah ditulis atau belum, tanyakan pada diri sendiri (penulis) dengan pertanyaan-pertanyaan berikut ini: “Apakah benar? Apakah jelas terhubung ke topik saya? Apakah itu penting, atau tidak memiliki konsekuensi nyata?”
Langkah berikutnya adalah tulis pernyataan tesis, pernyataan tesis dari sebuah esai argumentatif harus berisi pendapat penulis sendiri, dan biasanya pernyataan tesis di tulis dalam paragraf pertama. Kemudian, membicarakan mengenai pendapat, biasanya dinyatakan dengan kata kerja modal "harus" atau evaluasi kedepannya seperti "baik" dan "buruk". Misalnya, “mahasiswa diwajibkan menulis class review setiap minggunya”, atau “mahasiswa harus rajin menulis”. Lalu sebuah pernyataan tesis yang lengkap juga harus mengandung alasan, atau argumen yang mendukung. Misalnya, mahasiswa harus rajin menulis, karena menulis adalah upaya melawan lupa. Menulis untuk mengabadikan suatu kejadian didalam ingatan. Kemudian, sebuah pernyataan tesis juga mengandung pandangan yang berlawanan. Misalnya, sementara beberapa mahasiswa mengatakan bahwa menulis adalah hal yang memuakkan dan memusingkan, karena untuk apa menulis? Dalam indonesia, proses menulis skripsi tidaklah penting, yang terpenting adalah ijazah dan hasil akhirnya saja.
                Itulah beberapa langkah mengenai pembuatan argumentative essay yang baik, berikut the structure of the argumentative essay: the basic format
1.       Introduction
2.       Body
                                first point and supporting info
                                second point and supporting info
                                third point and supporting info
3.       Conclusion

0 comments:

Post a Comment