Saturday, April 5, 2014

10:54 PM


Laela Nur Komariah
14121310313
PBI-B
Class review
Interaksi dan Toleransi

Jika kita ingi tahu kualitas suatu bangsa kita bisa lihat dari kualitas pendidikannya. Sebagian bangsa sudah menyadari bahwa pendidikan adalah suatu kebutuhan yang akan menjadi cikal bakal karakter seseorang, jadi mereka mulai memperbaiki sistem pendidikan mereka sejak dini.
Sekolah Dasar adalah bibit awal dimana akan terbentuknya pribadi seseorang untuk kedepannya. Karena pada umumnya cara pemikiran mereka masih abstrak, mereka masih dalam tahap penyesuaian diri dan pengenalan diri mereka sendiri. Oleh karena itu pada tahap inilah dimana terbentuknya sosialisasi dengan mudah.
Jika kita berbicara tentang Classroom Discourse pasti yang ada di dalam fikiran kita adalah suasana kelas yang di dalamnya terdapat banyak sekali perbedaan dari beragai sudut pandang. Classroom Discourse adalah suatu suasana di dalam kelas yang mana banyak sekali perbedaan-perbedaan yang menonjol diantara mereka.
Lalu bagaimana cara menyatukan perbedaan-perbedaan yang ada? Menurut saya mungkin memang pada awalnya sulit untuk memulai, namun ada satu cara yang paling ampuh untuk mereka mengenal satu sama lain, yaitu dengan cara interaksi. Tidak hanya interaksi antara guru dan murid, tetapi antara murid dan murid juga sangat berpengaruh.
Menurut saya intraksi atau sosialisasi adalah cara yang baik untuk kita mengukur sejauh mana kemampuan kita untuk berbaur mendekati orang lain dan membicarakan topik yang sama.
Sangat complicated skali jika kita berbicara tentang Classroom Discourse karena setiap orang punya background yang berbeda-beda, dan tugas seorang guru adalah mencari cara agar tidak terjadi perselisihan satu sama lain. Karena biasanya anak usia Sdbelum bisa mengontrol emosi, mereka bisa saja berkelahi karena hal-hal sepele. Misalnya karena seragam yang dipakai temannya bolong atau sepatunya yang butut. Itu akan menyebabkan perselisihan antara siswa karena mereka berasal dari keluarga terpandang  sehingga mereka akan mengejek orang yang lebih rendah darinya.
Tidak hanya interaksi, biasanya dlam sekolah-sekolah umum akan ada perbedaan keyakinan. Awalnya mereka hanya diajarkan bertoleransi antar umat beragama secara wajar. Namun lama-kelamaan setelah mereka tau betul keyakinan mereka, mereka akan mengajak dan memprovokasi kita untuk beralih keyakinan. Banyak sekali orang indonesia yang berpindah keyakinan karena hal-hal tertentu. Misalnya karena pasangan hidup. Sebagai umat muslim, kita diwajibkan untuk mencari pasangan hidup yang seiman.
Jadi kesimpulannya dalam Classroom Discourse kita belajar berbagai hal dimulai dari interaksi dan toleransi. Kita boleh berinteraksi dengan siapapun, tetapi kita harus tau batasan-batasan kita. Dan dalam Classroom discourse juga akan diajarkan ideologi yang berpengaruh dengan keyakinan.

0 comments:

Post a Comment