Saturday, April 5, 2014




            Penulis merupakan seseorang dari banyak yang tercerahkan (katanya), mereka selalu haus dan akan meneroka ceruk-ceruk baru ilmu pengetahuan . menjadi penulis adalah sebuah perjalanan panjang, yang selamanya tidak selalu diisi dengan hal-hal yang menyenangkan . penulis harus mampu untuk menyampaikan value, nilai-nilai yang akan mencerminkan sebuah amanah tentang apa yang dituliskannya. Tanggung jawab secara moral dan emosional akan selalu Nampak pada seorang penulis sejatinya.
            Sekarang kita percaya bahwa penulis adalah orang yang tercerahkan. Seorang yang literat, yang mencintai ilmu pengetahuan. Sejatinya memang menulis adalah suatu yang mencerahkan, apa yang dicerahkan adalah kegelapan dari diri kita sendiri. “writing is a matter of enlighting ourself”. Proses enlighting ini tentu tidak mudah dan instan. Banyak yang harus ditempa dari seorang penulis.
Dimulai dari   “emulate”. Ini adalah langkah pertama yang penulis harus lakukan, karena dengan emulate atau meniru, penulis akan lebih mudah dalam menemukan gaya menulisnya yang tepat. Akan tetapi, tahap meniru ini tidak boleh dilakukan dalam jangka berkepanjangan. Meniru seperti sebuah stimulus yang akan memancing respon, respon disini adalah dengan terciptanya gaya yang penulis miliki. Kedua adalah discovered, dengan menemukan jati diri sebagai seorang penulis, penulis akan tahu apa yang ia harus lakukan. Pada tahap ini penulis sudah meninggalkan “emulate” dan menemukan cara-cara apa yang harus dilakukan dan dihindari sebagai seorang penulis. Ia akan menemukan cara dan strateginya sendiri dalam menulis. Setelah meniru dan menemukan, penulis akan “create” yaitu menciptakan. Menciptakan sebuah mahakarya yang merupakan produk olahannya sendiri.
Penulis yang sudah puas dengan pengetahuannya akan mentok. Tidak bisa memberikan sesuatu yang baru bagi pembacanya. Maka dari itu, tanki bahan bakar itu bisa diisi dengan membaca. Membaca dalam artian sempit maupun luas. Tidak aka nada penulis yang netral, jurnalis sekalipun. Mereka akan selalu memegang sebuah ideology. Dimana ideology ini muncul dari satuan, dan pengaturan kepercayaan. Pendeknya, penulis akan memihak. Teks sebagai sosial praktis, sangat powerful dalam mempengaruhi suatu ideology.
Ken Hyland dalam bukunya Teaching & Researching Writing, tahun 2000 mengatakan:
The second broad area of linguistic research into media text emphasises a concern with issues of power and ideology and the ways that (principally) news media work to construct particular representations of the world. This research has examined text structured, topic organisation, vocabulary, production practices, and audience comprehension, and has largerly been conducted under a CDA banner.

            Seorang penulis juga akan konsen kepada suatu ideology yang diyakininya, dan akan menjadikan keyakinannya itu dipercayai oleh orang lain terutama adalah para pembaca. Yang mana pembaca adalah sebagai penegosiasi makna. Oleh karena itu, penulis selalu bekerja keras dalam mengajak pembaca mau membaca tulisannya secara keseluruhan, kemudian penulis juga menggunakan kata-kata yang persuatif, membujuk pembaca agar hanyut dengan bacaannya.
            Hal yang paling jitu dalam mempersuasi pembaca adalah salah satunya dengan membuat powerful Thesis Statement. Seperti fungsinya, Thesis Statement menciptakan thesis yang fokus pada subjek esai. Kemudian dengan adanya Thesis Statement juga membuantu pembaca memahami teks. Dalam sebuah teks, Thesis Statement bisa terdiri dari satu atau dua kalimat yang mengekspresikan main idea. Thesis Statement mengidentifikiasi topik dari penulis dan opini penulis tentang topik tertentu.
Selain itu, Thesis Statement juga berfungsi sebagai identifikasi, claim, orientasi, klasifikasi dan juga abstrak. Seperti yang pernah dipelajari sebelumnya bahwa kalimat pertama, paragraf pertama adalah hal yang paling crucial. Sehingga jika penulis gagal dalam menyuguhkan suatu pembukaan, maka itulah sebab yang membuat tulisan kita gagal dalam keseluruhan.
Sebelum penulis mengembangkan argumen dalam topik bahasanya. Jauh lebih baik jika penulis mengumpulkan dan meorganisir bukti-bukti, mencari hubungan-hubungan yang memungkinkan, seperti mengetahui fakta-fakta yang mencengangkan, persamaan, perbedaan, dan juga hubungan yang signifikan kesakralan dari Thesis Statement lainnya adalah meceritakan pembaca bagaimana menginterprestasikan sebuah subject matter terhadap apa yang didiskusikan. Secara tidak langsung juga Thesis Statement memberikan epectation kepada pembaca terhadap keseluruhan tulisan. Dan yang terpenting adalah Thesis Statement harus bisa mempersuasi dengan logic terhadap interpretasi penulis. Menyatukan sebuah komposisi dalam sebuah masakan yang terdiri dari berbagai macam bahan. Dan Thesis statement seperti aroma masakan yang akan tercium sejak pertama dan penentu masakan tersebut enak atau tidak.
Dapat disimpulkan bahwa, penulis yang merupakan dari kalangan yang tercerahkan, mempunyai kewajiban mencerahkan orang lain dari gelapnya kebodohan. Memencarkan nilai-nilai melalui tulisannnya, sehingga orang lain tau bahwa tulisannya sangat powerfull dan dapat merubah kehidupan seseorang ke jalan yang lebih baik. Menulis secara hipnotik dan efektif agar memberikan informasi yang mudah di pahami dan mampu menggerakan khalayak, menyampaikan sesuatu dengan membengun opini, merangkul pembaca dengan rata-rata, dan juga dengan prima facie principle yang merupakan modal utamanya.

0 comments:

Post a Comment