Monday, April 28, 2014

Setelah cukup lelah berjibaku dengan seorang pelawan arus howard zinn, menguak pembual besar columbus, dan menjadi seorang kritikus amatir lewat  critical reveiew, tantangan baru pun kini telah datang. Argumentatif esai telah menunggu dan seakan-akan melambaikan tangannya  dan menawarkan surga baru. Itu akan menjadi bagian terakhir dalam episode tekanan hidup semester ini. Oksigen dalam otak pun harus bekerja ekstra melayani dan bekerja cepat seperti lecatan karet gelang. Bagian ini membuat saya seperti budak sirkus yang  berjalan melewati jembatan tali diatas kobaran bara api dalam pertunjukan, bila saya berhasil maka saya akan menjadi seorang yang merdeka, dan bila gagal maka semuanya akan lenyap.
Mengambil bagian dalam argumentatif esai bukan lah hal yang sederhana, peneletian akan sebuah fenomena pun harus dilakukan secara mendalam. Data dan fakta lakayanya kaviar yang mahal, namun harus bertebaran dimana-dimana. Saya pun harus bertingkah seperti seorang peneyebar agama, yang harus meyakinkan pembaca untuk percaya akan nilai-nilai yang saya sebar, dan membuat mereka mau untuk mengikuti apa yang saya tulis meskipun dia tak setuju. Dalam minggu ini pun hidup saya akan dirubah. Kepala, pundak, dan seluruh badan saya akan sangat lelah. Bekerja cepat dalam tempo singkat layaknya romusha namun harus mampu menghasilkan mahakarya.  Time to Think!
Signal perang pun telah ditabuh, itu tandanya ladang perang pun telah siap. Bagian yang tak pernah saya suka tapi saya tak pernah mau kalah. Saya harus siap dengan strategi saya. Komandan telah memberikan saya pesan sebelum berperang dalam menulis argumentatif esai ini: “you need to show respect for opposing points of view, you must choose vocabulary carefully, and, above all, you must write clearly and logically.” Dan itu akan menjadi pedoman saya. Topi army pun telah saya pakai dikepala saya, dan saya tidak bisa berkata lain selain berkata “I AM READY SIR!”
Mendefinisikan topik adalah start botton untuk memulai permainan ini. Kejelasan akan topik pun adalah suatu yang harus dihadirkan. Pembaca harus benar-benar paham akan apa yang kita tulis. Bila kau ingin menjelaskan soal pembajakan buku di indonesia, maka kau harus menjelaskan apa itu pembajakan buku secara jelas. Jangan sampai membuat pembaca tidak mengerti dengan apa maksud utama yang ingin kau tulis. Dengan kata lain, bagian ini sangat menentukan bagian-bangian berikutnya.  Bila pada bagian ini kita sudah kalah, maka mustahil kita akan sukses menyelesaikna pertempuran ini dan menjadi independent.
Langkah berikutnya dalam permainan ini, adalah membuat batasan. Setalah kita mendefinisikan topik maka jangan samapai topik yang kita bahas melebar sangat jauh. Perlu terdapat clear barrier, agar tidak membuat bingung pembaca karena tulisan kita yang terlaru general. Jadi dalam menulis argumentatif, kita harus menulis secara spesifik, dan bila kita tuamg dalam bentuk hirarki maka semakin keatas semakin mengerucut. Like a Piramide.
Setelah membuatnya menjadi spesifik langkah berikutnya adalah dengan menganalisis topik yang akan kita bahas. Terdapat dua macam jenis analisis, mendukung atau membantah statement yang telah ada. Membuat yes no question adalah salah satu cara yang mudah untuk membantu kita menganalisis suatu topik. Namun kita jangan asal saja dalam menentukan topik. Perlu banyak data dan fakta yang harus kita punya untuk meyakinkan bahwa apa yang kita tulis itu benar. Believable, relevant, and important itu adalah keywordnya.
Selesai dengan topic sentence maka hal berikutnya yang kita lakuakan adalah membuat thesis statement yang baiasanya berupa sebuah opini. Thesis  statement biasanya diawali dengan kata “should” atau “good” dan “bad”.  Supaya lebih baik thesis statement juga biasanya didukung oleh opinin-opini lain serta alasan yang dapat memperkuat opini kita. Dalam beberapa kasus, thesis statement biasanya juga bisa berupa penolakan akan suatu hal atau mengutarakan opini dengan sudut pandang yang berbeda.
Segalanya belum perfect bila kita tidak mengetahui The structure of the argumentative essay seperti beikut  ini: Introduction; Body (first point and supporting info), (second point and supporting info), (third point and supporting info); Conclusion . Ada beberapa hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat karangan argumentasi. sebagai berikut;
·         Berpikir sehat, kritis, dan logis.
·         Mencari, mengumpulkan, memilih fakta yang sesuai dengan tujuan dan topik, serta mampu merangkaikan untuk membuktikan keyakinan atau pendapat.
·         Menjauhkan emosi dan unsur subjektif.
·         Menggunakan bahasa secara baik dan benar, efektif, dan tidak menimbulkan salah penafsiran.
Dasar karangan argumentasi adalah berpikir kritis dan logis. Oleh karena itu, harus berdasarkan pada fakta-fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Fakta-fakta tersebut dapat diperoleh dengan berbagai cara, antara lain:
·         bahan bacaan (buku, majalah, surat kabar, atau internet);
·         wawancara atau angket;
·         penelitian atau pengamatan langsung melalui observasi.
Paragraf argumentatif dapat dikembangkan dengan pola penalaran sebab-akibat, yakni menyampaikan terlebih dahulu sebab-sebabnya dan diakhiri dengan pernyataan sebagai akibat dari sebab tersebut. Dalam penggunaannya, penalaran sebab akibat dapat disajikan menjadi akibat sebab. Artinya, menyampaikan terlebih dahulu akibatnya, kemudian dicari sebab-sebabnya.
Kesimpulan :
Kata-kata argumentatif adalah kata-kata yang berarti alasan. Jadi paragraf atau karangan argumentatif adalah suatu karangan yang memberikan alasan kuat dan meyakinkan. Dalam argumentatif, penulis menyampaikan pendapat yang disertai penjelasan dan alasan yang kuat dengan maksud agar pembaca bisa terpengaruh.
Lanjut - Dalam berargumentasi, kita boleh mempertahankan pendapat, tetapi juga harus mempertimbangkan pendapat orang lain yang berbeda dengan pendapat kita. Penalaran yang sehat dan didukung oleh penggunaan bahasa yang baik dan efektif sangat menunjang sebuah karangan argumentatif.



0 comments:

Post a Comment