Sunday, April 6, 2014




Judul : Papua oh Papua

Menurut silabus, ini adalah pertemuan yang ke sembilan dan hanya tersisa lima laki pertemuan lagi, ini artinya kita sudah menuju ke penghujung MK Writing 4. Perjalanan yang sudah kita lalui saat ini sangat panjang dari mulai pertemuan pertama sampai kesembilan ini, semuanya sudah banyak berkorban dari mulai waktu, tenaga, fikiran, financial, dan masih banyak lagi, tetapi kita merasa sangat puas karena sudah sejauh ini mengikuti mata kuliah yang satu ini. Mungkin bagi yang tidak sanggup mengerjakan tugas yang lumayan banyak, mereka akan mundur dari MK ini, tetapi tidak sedikit pula yang ingin berjuang sampai akhir (termasuk saya yang ingin belajar sampai akhir). Kita percaya jika mengikuti alur yang sudah ditentuakan Pa Lala setidaknya kita akan berhasil dalam MK ini.
Pertemuan kali ini mundur dari jadwal yang sudah ditentukan, biasanya setiap senin pagi pukul 07:00, dipertemuan kali ini kita masuk pada hari jum’at pukul 02:30, hal ini dikarenakan karena pada hari senin adalah tanggal merah dan kesibukan Pa Lala yang sangat sibuk. Saya sangat senang karena hari ini kita akan mendapat tugas baru setelah kemarin mengumpulkan tugas Critical Review, tugas baru kita kali ini adalah Argumentative Essay. Tetepi banyak tangga yang harus kita naiki sebelum sampai ke membuat Argumentative Essay.
Menurut Pa Lala dibabak yang pertama MK Wriring 4 ini adalah:
  1. Adanya kemajuan yang dicapai oleh kita untuk menuju literasi. Kita selalu diperlakukan seperti mahasisya yangtidak  hanya diajari untuk menulis, tetapi ketika tulisan yang kita tulis sangat bagus, hal ini mencerminkan menuju mahasiswa yang berliterasi.
  2. Sulit untuk melihat karya-karya berkualitas tinggi konstan yang dihasilkan oleh mahasiswa saya. Walaupun menulis itu tidak mudah, tetapi kita selalu membuat tulisan yang paling bagus untuk semua tugas yang diberikan.
  3. Bila ada (terlalu ) banyak siswa melanggar aturan dalam pengajuan kertas, saya benar-benar kecewa. Pa Lala berkata kalau beliau ingin mengajar kita kalau kita mau diajar juga oleh beliau, agar dalam pengajaran MK Writing 4 tidak bertepuk sebelah tangan.
  4.  Saya tidak mentolerir kesalahan / kesalahan / kebodohan kecil !
Semakin banyak tugas yang sudah kita buat, semakin tinggi pula daya kreativitas kita, oleh karena itu penilaian yang ada harus lebih tinggi dari yang sebelumnya.
  1. Mempromosikan penulis multibahasa ( dan pembaca ) adalah pekerjaan yang nyata!
  2. Bergerak di L1 - L2 adalah perjalanan yang nyata !
Apa yang diharapkan Pa Lala di paruh kedua musim ini:
  1. Sebuah kerangka yang lebih baik dari kata suci " SIKAP "
  2. membaca konstan (ekstensif dan intensif) pengalaman
  3. Sebuah diskusi terus-menerus dengan mitra terbaik
  4. Sebuah doa konstan setiap detik!
  5.  Sebuah pertemuan yang konstan di luar kelas
  6. FOKUS konstan adalah suatu keharusan !
  7. KOMITMEN konstan adalah suatu keharusan !
  8. Sebuah KETEKUNAN konstan adalah suatu keharusan !
  9. A KERJASAMA, KERJASAMA, KERJASAMA, KERJASAMA, KERJASAMA, KERJASAMA, KERJASAMA adalah suatu keharusan !
Apa yang akan kita lakukan hari ini ?
  1. Membaca waktu dengan klub membaca
  2. Membuat kelompok yang terdiri dari lima orang
  3. Buka teks yang dipilih “Do not Use your Data as a Pillow”
  4. membaca kalimat dengan keras dan berbagi pemikiran kita sendiri pada kalimat
  5. berdiskusi antara anggota lain memiliki pemikiran yang sama pada kalimat
  6. Berhenti sebentar dan mendiskusikan apa yang Anda mengerti dari satu paragraf pada teks “Do not Use your Data as a Pillow”
  7. membuat catatan setiap kali berdiskusi
  8. Lakukan berulang-ulang sampai Anda selesai membaca seluruh bab ini
Pasport yang harus kita penuhi untuk hari senin (hanya dalam waktu 2 hari) adalah:
1.      Dalam daftar Class Review poin yang dibahas sedetail mungkin
2.      Susun esai lengkap tentang apa yang sebenarnya Anda mengerti ( atau tidak mengerti ) dari kegiatan membaca kita
3.       Juga membuat daftar kekuatan dan kelemahan kita sebagai pembaca, dan berbagi penelaahan kelas  (menyediakan bagian khusus pada log)
4.      Ketika kembali lagi minggu depan, kita akan memiliki bacaan lain yang panjang (banyak)
Beberapa pertanyaan yang ada di Trivia Quiz yang harus kita jawab:
  1. Apa Papua Barat ? Dan di mana itu berada ?
  2. Perbedaan Apa yang dapat Anda lihat antara PAPUA dan IRIAN JAYA?
  3.  Pada tahun berapa tanah yang disebut Papua diintegrasikan ke dalam NKRI ?
  4. Apa Trikora ?
  5. Apa peran Soekarno dalam integrasi Papua ke dalam NKRI ?
  6. Apa yang dilakukan kolonial Belanda di Papua ?
  7. Apa peran AS- PBB dan negara-negara tetangga kita dalam konflik Papua ?
  8. Apa Organisasi Papua Merdeka ( OPM ) dan siapa yang membiayai mereka?
  9. Apakah Anda secara pribadi mendukung Papua menjadi negara yang baru dipisahkan ? Mengapa ?
Apa yang harus selesai setelah ini?
  1. Pastikan Anda selesai membaca seluruh bab sebelum kembali ke kelas saya
  2. Susun review eye-catching kelas
  3. Jelajahi dan mengeksplorasi sumber-sumber yang relevan di Papua Barat
  4. Kaitkan ini ke catatan sejarah dari NKRI
  5.  Juga mengetahui berita terbaru tentang Papua di satu tahun terakhir
  6. Kami akan punya waktu membaca lagi minggu depan.
Itulah beberapa gambaran pertemuan yang terjadi kali ini dan yang akan datang, dan kuncinya kita harus membaca untuk bisa menjawab pertantaan yang diajukan oleh Pa Lala.
Sebelumnya kita belum mengetahui apapun tentang Papua, walaupun kita sebagai orang Indonesia asli, tetapi Papua adalah salah satu provinsi yang kurang terjamah oleh media, paling kalau ada hanya tentang peperangan antar suku. Dengan diberikan Trivia Quiz, kita bisa mengetahui secara terstruktur tentang Papua. Dibawah ini sekilas tentang jawaban dari pertanyaan Trivia Quiz.
Papua Barat (sebelumnya Irian Jaya Barat disingkat Irjabar) adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian barat Pulau Papua. Ibukotanya adalah Manokwari. Nama provinsi ini sebelumnya adalah Irian Jaya Barat yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2007 tanggal 18 April 2007, nama provinsi ini diubah menjadi Papua Barat.
Kata Papua pertama kali diproklamirkan oleh Gus Dur, sedangkan kata Irian Jaya pertama kali diproklamirkan pada masa Soeharto.
Sejarah mencatat bahwa pada tanggal 01 Mei 1963 adalah penyerahan kekuasaan administrasi pemerintahan Papua secara sepihak dari pangkuan UNTEA ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). pada 1 Mei 1963 saat itu bendera UNTEA sudah turun, bendera Sang Merah Putih yang kita cintai telah dinaikan sebagai bendera tunggal di Irian Barat, secara resmi Republik Indonesia sudah utuh kembali, yaitu kekuasaan antara Sabang dan Merauke.Tanggal 01 Mei dipandang oleh Republik Indonesia (RI) sebagai hari integrasi Papua ke dalam NKRI. Atau sering juga para pejabat Indonesia, TNI dan Polri mengatakan bahwa 01 Mei 1963 adalah hari di mana Papua kembali ke pangkuan ibu pertiwi Indonesia.
Operasi Trikora (Tri Komando Rakyat) adalah konflik 2 tahun yang dilancarkan Indonesia untuk menggabungkan wilayah Papua bagian barat. Pada tanggal 19 Desember 1961, Soekarno (Presiden Indonesia) mengumumkan pelaksanaan Trikora di Alun-alun Utara Yogyakarta. Presiden Soekarno juga mengumumkan TRIKORA dalam rapat raksasa di alun alun utara Yogyakarta, yang isinya :
1.      Gagalkan berdirinya negara Boneka Papua bentukan Belanda
2.      Kibarkan sang Merah Putih di irtian Jaya tanah air Indonesi
3.      Bersiap melaksanakan mobilisasi umum
Peran negara dalam konflik Papua
Perundingan Bilateral Indonesia Belanda
Pada tanggal 24 Maret 1950 diselenggarakan Konferensi Tingkat Menteri Uni Belanda - Indonesia. Konferensi memutuskan untuk membentuk suatu komisi yang anggotanya wakil-wakil Indonesia dan Belanda untuk menyelidiki masalah Irian Barat. Hasil kerja Komisi ini harus dilaporkan dalam Konferensi Tingkat Menteri II di Den Haag pada bulan Desember 1950. Ternyata pembicaraan dalam tingkat ini tidak menghasilkan penyelesaian masalah Irian Barat. Pertemuan Bilateral Indonesia Belanda berturut-turut diadakan pada tahun 1952 dan 1954, namun hasilnya tetap sama, yaitu Belanda enggan mengembalikan Irian Barat kepada Indonesia sesuai hasil KMB.
Melalui Forum PBB
Setelah perundingan bilateral yang dilaksanakan pada tahun 1950, 1952 dan 1954 mengalami kegagalan, Indonesia berupaya mengajukan masalah Irian Barat dalam forum PBB. Sidang Umum PBB yang pertama kali membahas masalah Irian Barat dilaksanakan tanggal 10 Desember 1954. Sidang ini gagal untuk mendapatkan 2/3 suara dukungan yang diperlukan untuk mendesak Belanda.
Indonesia secara bertrurut turut mengajukan lagi sengketa Irian Barat dalam Majelis Umum X tahun 1955, Majelis Umum XI tahun 1956, dan Majelis Umum XII tahun 1957. Tetapi hasil pemungutan suara yang diperoleh tidak dapat memperoleh 2/3 suara yang diperlukan.
Dukungan Negara Negara Asia Afrika (KAA)
Gagal melalui cara bilateral, Indonesia juga menempuh jalur diplomasi secara regional dengan mencari dukungan dari negara-negara Asia Afrika. Konferensi Asia Afrika yang diadakan di Indonesia tahun 1955 dan dihadiri oleh 29 negara-negara di kawasan Asia Afrika, secara bulat mendukung upaya bangsa Indonesia untuk memperoleh kembali Irian sebagai wilayah yang sah dari RI. Namun suara bangsa-bangsa Asia Afrika di dalam forum PBB tetap tidak dapat menarik dukungan internasional dalam sidang Majelis Umum PBB.
Kelompok misionaris telah membantu kelompok teroris, khususnya Organisasi Papua Merdeka (OPM) di pedalaman Papua. Misionaris menggunakan kedok penyebaran agama Nasrani, sekaligus membawa kepentingan asing.
Sebagai bangsa Indonesia saya tidak akan pernah rela kalau Papua melepaskan diri dari NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) karena Papua kaya akan sumber daya Alamnya yang sangat melimpah, tetapi sayangnya kita kurang memaksimalkan jadi hanya sekedar pajangan yang menghiasi Indonesia. Tetapi jika saya bukan warga negara Indonesia saya akan mendukung Papua untuk merdeka, karena mereka berhak menentukan nasib negaranya sendiri, dan ketika mereka menjadi negara yang merdeka, saya berharap tidak akan lagi adanya kasus pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) lagi, dan yang terpenting mereka akan menjdi tuan rumah di rumahnya sendiri.
Kita diberikan kesempatan untuk membaca artikel S. Eben Kirksey tentang “Don’t Use Your Data As A Pillow” yang menceritakan keadaan dia saat melakukan thesis di bumi Papua. Sebagai seseorang yang bukan bangsa Indonesia, S. Eben Kirksey merasa iba tentang apa yang terjadi di Papua, banyaknya pelanggaran HAM, pembunuhan oleh TNI Indonesia, dan yang lainnya. Menurut saya artikel ini bisa menyadarkan kita tentang bagaimana kondisi di Papua. Dengan adanya tugas ini kita akan lebih luas mengetahui sejarah Papua yang luput dari sejarah bangsa Indonesia.
Saya juga sebagai pembaca yang tidaklah sempurna, masih banyak kekurangan yang harus saya perbaiki agar lebih baik lagi diantaranya: lebih fokus lagi ketika membaca, berusaha untuk menyisihkan lebih lama waktu untuk membaca, fokus pada bacaan yang menjadi objek bacaan, percaya akan kemampuan sendiri, dan ketika saya tidak memahami satu kalimat, saya akan membaca ulang agar maknyanya bisa saya pahami.
saya juga menambahkan tentang data atau teks menurut Lehtonen (2000) hal 77 "Pekerjaan itu sendiri bersifat abstrak yang dihasilkan dari teks oleh peneliti. Seringkali, konstruksi setara pembaca yang memenuhi syarat untuk membacanya. Pembaca berkualitas, tampaknya orang-orang yang mencoba untuk mematuhi petunjuk yang dibentuk oleh sistem tidak berubah  kualitas yang berisi  teks. Oleh karena itu, 'pembaca yang memenuhi syarat' mampu melihat apa pekerjaan itu sendiri. Sekali lagi, batu ujian kualifikasi secara tegas  kemampuan ini untuk melihat 'di balik' teks. Ketika pembaca mampu mengenali  keberadaan dari beberapa teks, sehingga ia menjadi 'berkualitas'. Lingkaran selesai: pembaca berkualitas mendefinisikan 'pekerjaan itu sendiri', yang pada gilirannya mendefinisikan pembaca berkualitas.
            Ide-ide ini dari 'nyata' yang berarti mengintai 'dalam teks itu sendiri' meninggalkan pembaca sangat sedikit ruang untuk memanuver pembaca. Bahkan pembaca  'berkualitas'  tampaknya harus dikurangi menjadi fungsi teks belaka. Mereka adalah semacam budak yang lemah lembut dari teks, berusaha untuk mendengarkan sebagai
penuh perhatian mungkin untuk apa teks utama berkenan untuk mengucapkan kepada mereka.
Ketika datang untuk menjadi pembaca 'berkualitas', hanya mereka dapat lulus yang
cinta belenggu
mereka yang terbaik dan menjadi penafsir yang paling setia untuk
tuannya.
            Jangan sampai apa yang sudah kita dapat (data, informasi, dll) hanya menjadi angin yang menyejukkan di siang hari, tetapi apapun yang sudah kita dapatkan harus menjadi bahan untuk pengetahuan kita yang selanjutnya. Hal ini juga sama seperti yang diharapkan oleh Papua ketika ada yang datang untuk meneliti kekayaan mereka.



















0 comments:

Post a Comment