Friday, April 11, 2014

10:13 PM


Reading Aloud
=  Intellectual Students

            Pada class review yang ke delapan ini merupakan class review yang paling banyak poin-poinya dari pada class review sebelumnya sebab saya mempunyai beberapa poin penting sebagai catatan untuk menambah pengetahuan khususnya di daerah Papua. Langsung saya mampir yukk,,,,ke class review ane……………..
1.      Introduction
Manusia memiliki warisan biologis yang sudah dibawa sejak lahir yaitu berupa kesanggupannya dalam berkomunikasi dengan sebuah bahasa manusia dan ini tidak ada hubungannya dengan kecerdasan ataupun pemikiran. Kemampuan berbahasa hanya sedikit berkolerasi terhadap IQ manusia. Hidup dalam suatu ruang lingkup bahasa yang luas seperti : bahasa pertama (bahasa ibu) dan bahasa kedua (bahasa produksi) seperti gambar pada bagan di bawah ini:                                                    
Oval: L1Oval: L2COUNTINUE                
                        Bahasa Indonesia                                            Bahasa Inggris
            Memperoleh bahasa pertama sangat erat hubungannya dengan perkembangan kongnitif yaitu jika bahasa ibu ini memperkenalkan pada masa anak-anak sudah terlihat rapih, tutur kata yang baik. Maka secara otomatis dapat mengimplikasikan menguasai bahasa dengan baik pula. Selanjutnya pemahamaman bahasa kedua apabila kita telah mahir betul dalam bahasa pertama kita galih sedalam mungkin pemahaman bahasa kedua tanpa melupakan bahasa pertama yang telah kita kuasai sebelumnya. Apabila pemahaman bahasa ke dua telah berhasil di kuasai maka kita kembali kepada bahasa pertama dan mempelajari bahasa cabang-cabang yang terdapat pada bahasa pertama seperti bahasa pertama kita adalah Bahasa Indonesia maka cabangnya adalah (Jawa, sunda, batak, minang dan lain sebagainya). Sebetulnya tidak beranggapan yang berlebihan atau susah dalam penerapan bahasa pertama dan bahasa kedua intinya adalah think in English think in Indonesia.
            Writing, semua terdapat di dalam progress masing-masing dari setiap competensi yang di miliki oleh mahasiswa. Mahasiwa biasanya meimpretasikan penulisannya melalui pemikiran tersendiri dibandingkan oleh penulis. Mahasiswa biasanya masih labil dalam kecerdasan emosianlanya untuk merepresikan responnya sedangkan penulis dapat menyeimbangkan antara kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektualnya.
            Dari penjelasan di atas kita juga tidak mesti melupakan hal-hal di dalam perilaku kita seperti:
  1. Attitude
Kita mengetahui bahwa sikap merupakan sebuah karakter/watak/kepribadian seseorang dalam suatu perbuatannya. Begitupun sikap kita dalam penerapan Mata Kuliah Writing and Composition 4. Mahasiswa biasanya lupa akan sikap dan tindakan dalam melaksanakan tugas ini. Oleh sebab itu pentingnya mebentuk karakter yang baik sehingga menjadi sebuah kebiasaan agar untuk selanjutnya tidak mesti terlupakan dari hal-hal yang kecil.
  1. Constant Reading
Dikarenakan sekarang kita focus untuk dalam area membaca oleh sebab itu seimbangkanlah area membaca ini dalam hal membaca. Tidak mesti semua dihabiskan waktu untuk membaca tapi sempatkanlah dalam satu hari berapa jam dan itupun harus secara rutin sebab yang namanya constant harus sesuai dan tidak berubah-ubah jika menjadi meningkat itu yang diharapakn, tetapi jika menjadi menurun, itu yang harus ditinggalkan. Membaca dapat dilakukan dimanapun seperti di mobil, sedang santai, sambil ngemil, duduk di teras dan lain sebagainya. Banyak membaca banyak ilmu yang diserap sehingga pemikiran kita dalam merespon menjadi interaktif
  1. Constant Discussion with The Best Partner
Otak manusia memang terbatas ada yang intelektualnya tinggi ada juga yang sedang dan rendah. Oleh sebab itu sebagai makhluk social yang selalu membutuhkan pertolongan, tidak salahnya kita selalu berdiskusi dengan temannya, tanyakanlah hal-hal yang kurang dimengerti, pertukaran pendapat terkadang dapat menemukan titik terang dari permasalahannya. Patner yang baik akan membantu kita berdiskusi untuk mencari inti atau makna dari sebuah text dan akan menghasilkan tujuan yang jelas pula.membangun dan saling memberikan pendapat merupakan tujuan yang sehat dalam proses berdiskusi. Berdediusi dengan patner akan menghasilkan pengetahuan lebih dan wawasan luas dalam menanggapi sebuah masalah yang terdapat pada text.
  1. Focus
Focus merupakan bagian penting dalam menguasai keterampilan membaca. Focus dalam satu hal dapat berkonsentrasi kepada salah satu titik dalam membaca sehingga menjadi hal utama dalam memahami sebuah text. Focus bukan hanya terdapat dalam otak melainkan focus di dalam hati yang terfokuskan kepada jiwa emosional yang bertingkat pada rasa sehingga dapat berkonsentrasi. Dengan memiliki fokus dalam hati kita dapat memiliki kesetabilan dalam berikir dan juga kesetabilan emosi.
  1. Commitment
Mempunyai commitment yang tinggi tentunya berasal dari dorongan  hati yang kuat agar bisa menjadi lebih baik dan selalu memperbaiki atas apa yang dikerjakannya sehingga akan menghasikan orang yang good-better and best. Komitment menghasilkan sebuah arahan yang dapat menghasilkan sebuah kekuatan, dorongan semangat untuk mencapai keberhasilan.
  1. Perseverance (ketekunan)
Ketekunan dalam belajar dapat diartikan sebagai suatu kesriusan dalam belajar yang bertujuan untuk meraih hasil yang sebaik-baiknya. Setiap orang yang tekun pasti memiliki berbagai macam cara untuk menggapai tujuannya. Adapun factor yang mempengaruhi ketekunan adalah orang tua, teman, guru, dan lingkungan.
  1. A Constant Teamwork
Seringkali kita mengabaikan teamwork sehingga hasilnyapun hanya sebatas pemikiran menurut sendiri yang dangkal. Teamwork ini sangat penting sebagai jalur atau hubungan antara pemikiran yang satu dengan pemikiran yang lainnya. Menjalankan sebuah teamwork harus didasari dengan sebuah kerjasama yang jelas seperti disiplin waktu untuk bekerja bersama-sama dalam context ilmu pengetahuan.
Menurut lehhtonen (2000) text sebagai daya hasil dan sebuah area  dari produksi yang dapat menjadi karakteristik. Text dapat bermaksud dalam bentuk yang significant seperti penulisan, photographs, movies, newspaper dan majalah. Iklan juga termasuk kedalamnya. Text biasanya bercampur dengan apa yang diucapkan dan penulisan kata, gambar dan bunyi. Sesungguhnya kategori text itu tidak mesti berbentuk sebuah easy task, dan semua katagery problematika. Category text mencakup kedalam verbal dan non verbal yang dapat menjadi bentuk gambar ataupun suara.
 Jadi text tersebut lebih mengarah kepada seseorang yang sedang dilakukan tugasnya. Sebuah dari text yang berjudul Don’t use your data as a Pillow penelitian sebagai salah satu syarat memenuhi gelar kelulusannya. Penelitian tersebut berobjek ke salah satu tempat di Indonesia bagian timur yaitu “Papua” kata papua inilah yang mesti kita ungkap secara tuntas. Mengapa harus papua? Memangnya ada apa dengan papua?
2.         Penjelasan Tentang Papua
Kita ketahui bahwa papua adalah sebuah provinsi terluas di Indonesia yang terletak di bagian tengah pulau papua atau bagian paling timur West New Guinea (Irian Jaya). Yang dibatasi oleh:
Utara   : Samudera Pasifik
Selatan : Samudera Hindia, Laut Arafuru, Teluk Carpentaria, Australia
Barat   : Papua Barat, Kepulauan Maluku
Timur   : Papua Nugini
            Provinsi papua dulu mencakup seluruh wilayah papua bagian barat.  Pada masa pemerintahan colonial Hindu-Belanda wilayah ini dikenal sebagai Nugini Belanda (Nederlands Neieuw-Guinea atau Dutch New Geinea). Setalah bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) wilayah ini dikenal dengan nama Irian Barat sejak tahun 1969-1973. Kemudian diganti dengan nama Irian Jaya oleh Bapak Soeharto pada saat meresmikan tambang tembaga dan emas Freeport hingga tahun 2002. Pulau papua ini mimiliki potensi sumber daya alam yang bernilai ekonomis dan strategis sehingga bangsa-bangsa asing terdorong untuk memiliki pulau papua.
Mengapa Irian Jaya ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)? sebab alasan etnis yang dijadikan Irian Jaya meminta pisah dari NKRI yaitu terdapatnya perbedaan rumpun bahasa, adanya pelecehan dan perbedaan perlakuan terhadap rakyat Irian Jaya yang mengakibatkan Irian Jaya merasa asing di Negara sendiri
            Terdapatnya UU No.21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua mengamanatkan nama provinsi ini untuk diganti menjadi Papua. Pada tahun 2003, yang disertai oleh berbagai protes (penggabungan Papua Tengah dan Papua Timur).
            Pada tahun 1999 Gus Dur menyatakan untuk mengembalikan nama “Papua” untuk mengganti nama menjadi “Irian Jaya” yang diberikan pada masa Suharto. Nama Papua ini disebutkan dalam Manisfet yang dicetuskxan Komite Nasional Papua  yang menyatakan “nama tanah kami menjadi PAPOEA BARAT dan nama bangsa kami menjadi  PAPOEA. Manifest tersebut ditulis dalam sebuah harian “pengantara” pada 21 Oktober 1961.
3.         Organisasi Papua Merdeka (OPM)
Selain itu juga terdapatnya sebuah organisasi yang bernama Organisasi Papua Merdeka (OPM) adalah sebuah organisasi yang didirikan pada tahun 1965 dengan tujuan membantu dan melaksanakan penggulingan pemerintahan yang saat ini berdiri provinsi Papua dan Papua Barat di Indonesia yang sebelumnya dinamakan Irian Jaya. Yang memisahkan diri dari Indonesia untuk menolak pembangunan ekonomi dan modernitas.
Organisasi ini mendapatkan dana dari Pemerintah Libya pimpinan Muammar Gaddafi dan pelatihan dari group Gerilya New People’s Army beraliran Maois yang ditetapkan sebagai organisasi teroris asing oleh Departemen Keamanan Nasional Amerika Serikat. OPM berusaha mengadakan dialog diplomatic, mengibarkan bendera Bintang Kejora dan melantarkan aksi militant sebagai bagian dari konflik Papua.
4.      Trikora
            Dari penjelasan di atas kita dapat menghubungkan dengan Trikora (Tri Komando Rakyat) adalah konflik 2 tahun yang dilancarkan Indonesia untuk menggabungkan wilayah Papua Bagian Barat. Pada tanggal 19 Desember 1961 seokarno mengumumkan pelaksaan TRIKORA di Alun-alun Utara Yogyakarta.  Isi dari Trikora tersebut adalah:
  1. Gagalkan pembentukan “Negara Papua” bikinan Belanda Kolonial
  2. Kibarkan sang Merah Putih di Irian Barat tanah Air Indonesia
  3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa.

http://id.m.wikipedia.org/wiki/papua.
4.         My Opini
Dari penjelasan di atas tentang papua jika muncul pertanyaan apakah anda mendukung papua terpisah dari NKRI? Jawabannya adalah sebagai warga Negara saya menyatakan selantang-lantangnya bahwa saya tidak mendukung atas hal tersebut. Mengapa? Ada beberapa alasan diantaranya:
o   Jika papua terpisah dengan NKRI bagaimana nasib para pahlawan terdahulu yang telah mengorbankan tetesan darah untuk memerdekaan bangsa ini dari sabang sampai merauke. Seperti frans Kaisipo (1921-1979) pahlawan yang telah berjasa sejak masa-masa kemerdekaan RI. Selain Frans Kaisipo bagaimana dengan jasa para pahlawan lainnya seperti Silas Parape (1918-1979), Marthen indey (1912-1986), Johannes Abraham dimana lahir pada tahun 1916 dan masih banyak pahlawa-pahlawan lainnya yang pada zaman dahulu berusaha mati-matian untuk memperebutkan kekuasaan Papuan menjadi NKRI.
o   Papua memiliki banyak kekayaan alamnya. Dengan seperti itu jika Indonesia dapat mengelolahnya sendiri Negara kita menjadi Negara yang kaya. Tetapi jika papua sudah bukan NKRI maka Indonesia mau mengandalkan siapa?
o   Ragam Bahasa Papua merupakan budaya yang sangat unik dan budaya papua sudah diakui di seluruh dunia jadi Indonesi juga terkenal karena banyaknya ragam budaya, suku, etnis salah satunya adalah papua.
Setelah saya membaca artikel yang berjudul “Don’t Use Your Data as a Pillow” karya S. Eben Kirskey. Ada sedikit pemahaman saya dari setiap paragrafnya diantaranya yaitu:
1.   Penulis dalam paragrap pertama ini bermula dari suatu keadaan yang menggambarkan sebuah pesta kecil yang berisi beberapa makanan secara complete. Pesta tesebut diselenggarakan oleh Denny Yomaki, pekerja hak asasi manusia, untuk menandai akhir dari penelitiannya. Keberadaan penulis ini sedang menjalankan kuliahnya pasca sarjana. Menurut saya sebagai membaca judul ini menarik sebab kita melihat dari sebuah judul, saya pribadi langsung berimajinasi mengacu kepada a Pillow, namun apakah isinya dapat memperesentasikan dari judul tersebut dan dapat relevan antara keduanya? Pekerjaan inilah yang sekarang harus dikerjakan dalam posisi pembaca.
Sebagai posisi pembaca dikalangan mahasiswa dalam menanggapi text tersebut mengenai data dan a pillow. Pemikiran mahasiswa yang berbeda-beda dalam mendeskripsikan sebuah judul tersebut. Jika kita koneksikan dengan judulnya tentang data as a pillow yaitu merupakan sebuah data itu adalah sebuah alas, ilmu, fakta, sandaran, bukti, dan a pillow di ibaratkan sebagai sesuatu benda yang bersifat statis (diam), events, data, dasar, sandaran, diperdalam, dan lain sebagainya. Pendapat ini merupakan hasil dari diskusi mahasiswa satu kelas. Semuanya merupakan opini untuk dapat dikembangkan secara rinci (menurut beberapa kelompok suasana di kelas).
Jadi sebagai penegah dari beberapa pendapat yang bersumber dari mahasiswa adalah dosen sebagai jalan tengah untuk mengarahkan kita dalam pemahaman antara data dan a pillow. Jadi data adalah sebuah informasi yang menjadi data dalam context RESEARCH sebab: dapat melihat pola data, keterhubungan dengan informasi. Kata kuncinya adalah SYSTEMATICITY.
2.   Penulis ini menceritakan bahwa dia mendapatkan penelitian thesis untuk mendapatkan gelar di kampus barunya di Florida. Sasaran dari penelitian ini adalah “Papua”. Mulanya penulis ini bermaksud belajar kepada El-Nino pada musim kemarau di wilayahnya, namun penulis tiba di sana pada musim penghujan. Penulis juga menjelaskan tentang masa reformasi pada pertengahan tahun 1998 yang mengakibatkan terjadinya penggulingan terhadap presiden Indonesia yaitu Suharto yang pada saat itu Indonesia telah merdeka. Bahwa merdeka adalah bebas yaitu bebasa dari penjajah yang meliputi wilayah Indonesia dari Sabang sampai merauke dari Aceh sampai ke Papua Barat dan Tumur Leste. Kemudian penulisn ini merasa binggung tentang bentuk dari populasi refermasi ini yaitu melunturkan seluruh Indonesia dari keluarnya Suharto dan membentuk sebuah pemerintah baru yang memisahkan diri. Penulispun tidak tahu apa maksud dari semua ini.
3.   Di paragrap tiga ini penulis mulai mengerti tentang  mengapa orang Papua ingin mengambil jalan kemerdekaan sendiri dan bukan mengikuti jalan reformasi? Alasanya adalah terdapat serangkaian pembantaian militer Indonesia di mana mahasiswa ditembak di kepala dan puluhan demonstran tak bersenjata lainnya dibuang ke laut dan ditenggelamkan. Dari sumber (Brundige et al.2003) yaitu membentuk system kampanya dan pembantaian manusia. Penulis juga menggambarkan sebuah Militer Indonesia yang mengumumkan rencana untuk meningkatkan kehadirannya di Papua Barat untuk 50.000 tentara ; sekitar satu prajurit untuk setiap 24 warga Papua. Sebagai perbandingan , saat pendudukan AS di Irak mencapai rekor tingginya jumlah pasukan pada bulan November 2007, ada sekitar satu tentara untuk setiap 157 warga Irak .
4.   Penulis menceritakan bahwa di paragrap 4 ini penulis telah lulus di Universitas of Oxford dan juga University California, Santa Cruz. Penulis membuat perjalanan kembali menuju area Papua Barat dan merekam kejadian dari cerita yang berasal dari pribumi tersebut. Yaitu tentang area konflik dan aspirasi dari kemerdekaan selain itu juga dijelaskan tentang terror pemicunya dari “Dracula” yaitu orang pribumi asli papua dan bagaimana cerita tentang nenek moyangnya. Penulis memikirkan bahwa apa yang telah dilakukannya adalah merupakan sebuah penelitian besar yang perlu diteliti.
5.   Di paragrap ini penulis menjelaskan bahwa banyak orang-orang papua yang menganggap bahwa Eben Kirskey adalah sekutu. Penulis juga meneliti  kampanye teror oleh pasukan keamanan Indonesia. Dengan mempelajari dimensi budaya kekerasan dan berfikir bahwa penulis mampu membantu orang papua untuk mencapai kebebasan dari teror dalam rezim saat pendudukan Indonesia. Namun pada saat  Eben Kirskey mau pergi tetapi beliau mendapatkan pertentangan.
6.   Inti dari paragrap ke 6 adalah dari kalimat awalnya selain mengacu kepada agama selain itu juga menggambarkan suasana bersama temannya yaitu Danny dan makan sambil beristirahat di ruang makan dan seketika pindah ke teras sambil menikmati buah pinang dan sejenisnya sambil bercanda dengan bahasa logat papua. Kemudian Penulis mengobrol dengan Telys Waropen yaitu anggota Komnas HAM.
7.   Waropen ini berorganisasi dari Wasior yaitu tempat polisi yang melakukan pemeliharaan dari serangan orang papua yang memisahkan kelompoknya yang bernama operasi penyisiran dan penumpasan. Selanjutnya penulis ini mengunjungi Waropen ke temannya dan menyelidiki bahwa rumor agen-agen militer Indonesia diam-diam mendukung militer Papua terjadi antara militer Indonesia adalah sebagai perantara sebagai rahasia untuk mendukung militer papua.
8.   Di paragrap delapan ini penulis menceritakan tindakannya untuk menwawancarai orang-orang yang dikehendaki untuk menghadapi resiko namun tindakan ini di bawah kondisi pengawasan intens. Mereka mewawancarai orang-orang yang ingin mengambil risiko kemungkinan terlihat dengan peneliti asing untuk menceritakan kisah mereka. Penulis dan temannya menggunakan protokol yang rumit untuk melindungi identitas narasumbernya yaitu dengan cara menghubungi mereka melalui saluran kembali dan mengatur pertemuan di rumah-rumah tetangga di kegelapan malam.
9.      Masih berhubungan dengan paragrap delapan bahwasannya di paragrap Sembilan ini penulis dan temannya yang bernama Denny berencana mewawancarai dukun yang terkenal yang terletak di dekat gunung. Beberapa dukun ini telah mengklaim bertanggung jawab untuk menyebabkan gempa bumi baru-baru ini di pulau sentral Indonesia Jawa dan untuk menenggak sebuah pesawat yang membawa petinggi militer Indonesia. mereka tidak berani mengambil  risiko untuk menghubungi dukun tersebut karena mereka berada di bawah pengawasan.
10.  Diparagraph sepuluh penulis menjelaskan bahwa mereka pergi ke pesta dan belajar kepada Telys Waropen sambil mengunyah buah pinang sampai kenyang. Penulis melihat bahwa Waropen sumber penting yang dapat membantu memenuhi beberapa kesenjangan dalam penelitiannya. Jadi penulis beranggapan bahwa inilah kesempatan untuk belajar tentang dukun yang  tidak mampu dipenuhinya.
11.  Ebey Kirskey dalam paragrap ini menceritakan bahwa dia telah mewawancarai lebih dari 350 wawancara berbahasa Indonesia dengan politisi Papua, korban kekerasan, tahanan politik, aktivis hak asasi manusia, dan pemimpin adat. Semua wawancara ini telah disembunyikan identitasnya. Kemudia penulis ingin melakukan hal yang sama terhadap Waropen. Tetapi waropen tidak menyetujuinya beliau beranggapan bahwa sumber yang tanpa nama akan diragukan kredibilitasnya.
12.  Penulis menjelaskan bahwa penulis akan mempertimbangkan kembali kewajiban pribadi, profesional, hukum, dan etika kusut dalam sumber yang tanpa nama sebab menurut Waropen (orang papua) ingin kutipan mereka ingin diakui sebagai intelektual public. Penulis dapat mengambil kesimpulan dalam penelitiannya di papua bahwasannya menjaga sumber anonim bukan hanya sarana untuk menghindari omong kosong dari birokrasi.
13.  Menjelaskan bahwa sumber tanpa nama akan dianggap mencurigakan dan misteri dari seorang pembaca baik Koran ataupun majalah. Laporan tanpa mencantumkan sebuah sumber sama halnya dengan berbohong. Menurut (Boeyink 1990) Jurnalis dan editor biasanya menggunakan satu set ketat pedoman untuk menentukan kapan harus menggunakan sumber tanpa nama (identitas disembunyikan). Kriteria ini menjaga terhadap pembuatan cerita oleh penulis tidak etis dan penyebaran informasi yang salah dari sumber yang mendapatkan telinga wartawan. Strategi kutipan tersebut juga dapat memiliki fungsi yuridis- hukum yang penting: ini adalah bagaimana jurnalis dan penerbit melindungi diri dalam gugatan pencemaran nama baiknya.
14.  Paragrap ini menjelaskan bahwa Waropen menghadapi penulis mengenai keandalan menunjukkan “data”. Eben Kriksey mencoba menunjukan kepada Waropen tentang bagaimana wawasan dari kritik budaya dan teori pasca struktural mungkin menawarkan perspektif segar tentang konflik di Papua Barat. Dari pernyataan tersebut Waropen berpendapat bahwa Eben Kriksey dianggap sebagai sekutu potensial. Kita ketahui bahwa sekutu merupakan orang atau sekelompok orang yang bekerja bersama untuk mencapai beberapa tujuan umum.
15.  Menjelaskan bahwa memperbandingkan sebuah sumber yang tanpa nama dengan sumber yang ditutup-tutupi identitasnya yaitu perbandingan antara penelitiannya dengan sebuah kasus hak asasi manusia melaporkan identitas korban dan saksi harus dilindungi. Kemudian Waropen membenarkan pernyataan Eben Kirsey. Selain itu juga Waropen berpendapat bahwa Data tidak mesti sebagai bantal yang hanya untuk kepentiingan pribadnya sendiri serta bukan juga untuk sebagai jembatan untuk peluang profesional sendiri.
16.  Paragrap 16 ini Waropen lebih memprokasi agar Eben Kiriksey untuk menjadi seorang ahli regional yang handal - seseorang yang akan mengetahui hal-hal dengan pasti dan seseorang yang akan mengambil pertanyaan akuntabilitas serius. Kemudian selanjutnya penulis lebih meceritakan tentang intelektual liberal, antropolog budaya, kolonial , imperial, regional dan sebagainyanya. Saya pribadi juga kurang memahami dari paragraf ke 16 jadi tidak begitu menjabarkan secara jelas.
17.  Isi dari paragrap ke-17 ini adalah Waropen menasehati Ebey Kirksey agar menjadi lebih baik, lebih otoritatif, penerjemah dalam data anthropology budaya. Menurut ( Charles Hale 2006) mendesak antropolog untuk mengambil metodologi positivis serius dalam penelitian aktivis: “Untuk menyatakan terus terang, antropolog, ahli geografi, dan pengacara yang memiliki kritik hanya budaya untuk menawarkan sering akan mengecewakan orang-orang dengan siapa mereka selaras. Kemudian Waropen menantang Elben Kirksey untuk tahu tentang hal-hal yang penting dan mengenal mereka dengan baik. Konfrontasi ini membat penulis mendorong mendorong untuk menerjemahkan bentuk kurang terwakili pengetahuan ke dalam narasi dibaca yang mungkin bepergian ke luar negeri.
18.  Penulis pada paragrap ini telah menerbitkan sejumlah artikel koran tentang Papua Barat. Penulis menanyakans endiri apakah data ini merupakanlayak untuk dipublikasikan? Waropen yang mendorong saya untuk tetap pada fakta-fakta dan mengambil tindakan nyata. Dengan penjelasan-penjelasan waropen penulis ini berfikir bagaimana cara menyampaikan penelitiannya tentang Papua Barat. Untuk The Guardian of London Eben Kirksey pada tahun 2002 telah menulis sebuah karya eksperimental yang mengeksplorasi bagaimana resistensi terhadap skema penebangan dan pasukan militer sedang terinspirasi oleh perpaduan sinkretis lingkungan hidup dan praktek ritual adat. Penulispun mulai kebinggungan tentang data-data yang diperoleh dalam penelitiannya. Penulis beranggapan bahwa apakah Data ini yang tepat atau layak untuk disebarkah pada khalayak luas? Tetapi Waroponlah yang tetap mendorong Eben Kirksen tetap pada fakta-faktanya.
19.  Menejelaskan tentang “British Petroleum” menjadi “Beyond Petroleum” adalah ladang gas alam di Papua Barat menghasilkan banyak keuntungan (Vidal 2008). Tentang militer Indonesia mempropokasi kekerasan dalam upaya konvensional untuk menguntungkan " perlindungan " kontrak”.
20.     Maksud dari paragrap ke-20 adalah Penulis berhasil mengamankan wawancara dengan Papua double- agen, "pejuang kemerdekaan" dengan hubungan dugaan militer. Isi singkat dari wawancara tersebut adalah membunuh para perwira polisi Indonesia, mendapatkan dukungan logistik dan kecerdasan dari militer indonesia tapi disisi lain dia ingin melarikan diri dari situasi yang dialaminya sebab dia hudupnyapun dalam bahaya namun Elben Kirksey tidak bisa menolongnya. Dari wawancara tersebut penulis dapat menghubungkan pada paragrap sebelumnya yaitu tentang kasus BP. Penulis berhasil membuktikan rumor yang menghubungkan kekerasan yang terjadi di Wasior untuk proyek BP (Beyond Petroleum).
21.  Di paragrap 21 ini penulis menceritakan situasi bahwa dia berada di Inggris. Dan Eben Kriksey ini adalah seorang Ilmuan di Oford. Setelah 2 minggu lamanya Warison menuntuk Eben Kriksey menuntut bahwa Eben Kriksey melakukan lebih dari "menggunakan data saya sebagai bantal.  Pada tahun 2003 tepatnya di bulan Mei seorang pembela hak asasi manusia Papua yang bernama John Rumbiak (seorang ahli di Papua Barat) meminta Eben Kriksey untuk menghadiri pertemuan di markas London BP dengan Dr Byron Grote, Chief  Financial Officer ( CFO ) dari minyak bumi terbesar. Dalam pertemuan ini Rumbiak telah mengamankan pertemuan untuk berbicara tentang bagaimana kebijakan keamanan BP yang mempengaruhi iklim HAM di Papua Barat dan meminta Eben Kriksey untuk menjadi saksi yang dapat diandalkan untuk membuat klaim kuat untuk pengetahuan. Sehingga Eben Kriksey dapat hadir dapa menemukan tentang kasus kekerasan militer di Wasior.
22.     Di paragrap ini penulis menggabrakan situasi di London untuk mempersiapkan pertemuan di kantor BP dan menceritakan dia bertemu dengan Rumbiak saat perjalannan juga mereka tersesat dan saling bertukar cerita. Mereka telah mempersiapkan kode dari Bahasa Indonesia ke bahasa Inggris. Dan menceritakan keterlambatannya selama 20 menit.
23.     intinya dalam paragraf ini adalah penulis menceritakan perjalanan masuk menuju gedung BP. Sampai menemukan diri di sebuah ruangan sempit dengan CFO Byron Grote dan John O'Reilly . O'Reilly adalah Senior Vice President BP untuk Indonesia. Kedua Grote dan O'Reilly sebelumnya bekerja untuk BP di Kolombia , di mana perusahaan ini terlibat dalam kontroversi ketika regu kematian paramiliter mulai membunuh aktivis lingkungan ( Gillard 2002 )
24.     Dilanjutkan dengan Dr. Grote membuka pertemuan dengan permintaan bahwa percakapan kami menjadi off the record. Kemudian dari pernyataan tersebut Rumbiak membalasnya dengan tidak setuju dia berpendapat bahwa rakyat Papua Barat ingin tahu apa yang kita bicarakan. Rumbiak menjelaskan situasi yang sesungguhnya yang dialami oleh papua barat kemudian beliau juga mengatakan bahwa agen rahasia di militer Indonesia bertekad untuk memprovokasi kekerasan sampai BP mengalah dan memberi mereka kontrak keamanan.
25.     Pada paragraf ke 25 ini tanggapan dari "Dr Grote atas pernyataan dari Rumbiak bahwasannya Masyarakat terbuka baik dan mereka menciptakan lingkungan di mana bisnis tumbuh subur. Bekerja di Papua Barat merupakan tantangan besar - salah satu yang harus kita ambil. Kami yakin bahwa kebijakan keamanan berbasis masyarakat akan tetap bekerja. Jika kita membatalkan proyek ini maka perusahaan lain yang tidak berbagi kode etik akan masuk dan mengembangkan ladang gas ini. Tanggapan penulis dari pernyataan di tersebut adalah pernyataan dari Grote adalah menggoda, mengundang. Sehingga penulispun bertanya-tanya apakah mungkin perusahaan ini bisa menjadi kekuatan untuk membantu mengesampingkan militer Indonesia di Papua Barat? Menurut saya penulis ini berfikiran selalu ingin mencari cara agar militer Indonesia yang berada di Papua Barat agar dikesampingkan.
26.  Eben Kriksey dalam paragrap ini beliau merangkum dari pertemuan tersebut tanggapannya bahwa pertemuan tersebut itu sangat rumit. Kemudian Rumbiak meminta agar Eben Kriksey meminta untuk hadir dari Wasior dan menceritakan wawancaranya dengan anggota militer Papua yang takut untuk hidupnya: "Dia mengaku telah membunuh sekelompok polisi Indonesia dengan bantuan agen militer Indonesia. Polisi Indonesia kemudian menggunakan insiden ini sebagai alasan untuk meluncurkan Operasi Isolat dan memusnahkan. Baik polisi dan militer ingin kontrak perlindungan dari BP. "Pembunuhan itu terjadi pada hari yang sama bahwa John O'Reilly, Wakil Presiden yang duduk di dalam ruangan dengan mereka, telah mengunjungi lokasi proyek gas dengan Duta Besar Inggris, Richard Gozney.

5.         Kelebihan dan Kekurangan Artikel
ü Kelebihan dari artikel yang berjudul “Don’t Use Your Data as a Pillow” karya S. Eben Kirskey adalah
a.       Judulnya Menarik
b.      Menambah pengetahuan dan menambah banyak ilmu tentang Papua sebab banyak sekali Informasi sejarah yang kita tidak tahu sebagai orang Indonesia pada masa beberapa tahun silam.
c.       Artikel tersebut bukan hanya membahas tentang papua saja melainkan mengungkap sisi negative dari sistem Indonesianya itu sendiri.
d.      Bahasanya tidak berbelit-belit.
ü Kekurangan dari artikel yang berjudul “Don’t Use Your Data as a Pillow” karya S. Eben Kirskey adalah
a.       Ada beberapa paragraf yang rancu dan susah di mengerti seperti dalam paragraph 12, 16, 19, dan 21.
b.      Mengapa Eben Kriksey selalu membahas papua dan papua tanpa memandang sisi lain dari wilayah keseluruhan NKRI dan beliau hanya berfikir bahwa bagaimana caranya untuk mendukung gerakan papua tersebut.
c.       Sebetulnya penulis ini awalnya memang hanya meneliti saya atau diam-diam juga mengdukung gerakan dari papua tersebut.
6.         Kesulitan Sebagi Pembaca
Sebagai pembaca dikalangan mahasiswa saya mendapatkan beberapa kesulitan dalam membaca text tersebut. Seperti belum mampu menghubungkan secara garis besar keterkaitan antara papua, militer Indonesia dan penulis. Saya belum mendapatkan Benang Merahnya. Selain itu untuk membaca satu kalimatpun terkadang mebutuhkan waktu lama. Susahnya untuk focus dan berkonsentrasi, belum menguasai teknik skimming dan scheming. Saya pribadi jika diberikan artikel tentang sejarah tidak bisa berujung kepada intinya karena menurut saya sejarah ataupun permasalahan dari sebuah Negara itu berputar-putar seolah-olah saling membenarkan sendiri. Sebuah landasa Ideologi dalam kasus ini sepertinya tidak berlaku. Sebuah pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia musnah sudah apalagi yang terdapat pada sile ke-3 yaitu persatuan Indonesia. Persatuan Indonesia inilah hanya sebagai simbol, lambang, tulisann atau hanya sekeedar mengetahit tanpa dilaksanakan dengan kedaulatan yang ada.
7.         Kesimpulan
            Kesimpulan saya sejauh ini dalam text yang berjudul Don’t Use Your Data as a Pillow” karya S. Eben Kirskey adalah seorang peneliti papua untuk menyelesaikan studynya. Ternyata banyak sekali orang-orang yang melirik kekayaan papua dan mempropagandanya sampai-sampai Indonesianya sendiripun mempropaganda dibuktikan pada paragraph ke-7. Pernyataan dari sebuah penulis yang menyebutkan bahwa rumor bahwa agen-agen militer Indonesia diam-diam mendukung milisi Papua. Inti dari penggunaan judul di atas terdapatnya mulai dari paragraph. Dalam artikel ini bukan hanya mencakup papua dan Indonesia melainkan dari negar-negara lai yang ikut terlibat di dalamnya seperti Negara Amerika yang mendukung penuh atas papua. Dari pernyataan tersebut saya beranggapan bahwa mengapa Negara-negara lain mendukung tentang papua? Sebab jika papua terpisah dari NKRI maka otomatis Negara-negara lain akan mudah menguasai kerjasama baik ekonomi, maupun kebudayaan yang ada di papua.
            Ini merupakan permasalahan bukan hanya satu wilayah tetapi melibatkan sebuah kedaulatan bangsa Indonesia untuk bersatu berpegang teguh memertahankan wilayahnya yang telah merdeka lebih dari setengah abad. Melihat hal tersebut Ironis memang suatu yang berhubungan dengan Negara pasti tidak terlepas dari suatu pihak dari dalamnya tersebut.

0 comments:

Post a Comment