Friday, April 18, 2014



7th Class Review
17 Maret 2014
Reminder and Remember!


            Pada pertemuan minggu lalu, kajian tentang thesis statement yang merupakan ihwal paling krusial untuk membuat dialog dengan pengharapan dari pembacanya. Memang benar, menulis merupakan kajian atau bagian yang sulit dilakukan. Mengapa? Hal ini disebabkan banyak hal yang harus dipertimbangkan ketika menulis. Tidak hanya itu, menulis juga merupakan kegiatan menciptakan dan mengeksplor potensi makna yang ada dalam diri kita. Untuk menciptakan sesuatu yang baru dalam menulis itu sangatlah sulit. Hal ini disebabkan karena kegiatan menciptakan berawal dari kegiatan meniru, kemudian menemukan, dan menciptakan. Apabila dalam hal meniru sudah baik, maka akan dengan mudah untuk menemukan dan mencipatakan karena kita sudah benar-benar memahami hakikat dan makna dari tulisan kita.
Emulate => Discover => Create
            Teringat dengan semogenesis, meaning making practice. Ya, menulis adalah semogenesis. Dengan adanya kegiatan menulis, maka kita mencoba untuk memahami dan memaknai apa yang kita tulis. Inilah yang akan terus menjadikan kita untuk belajar, mencari, memahami dan menuliskan.
            Dalam hal menulis, ada sebuah pendapat menurut Milan Kulendra (1962), bahwasannya menulis itu seperti menghancurkan sebuah dinding yang ada di belakang sesuatu. Hal ini berarti bahwa kegiatan menulis itu dapat menemukan hal-hal yang tersembunyi dan mencoba mengungkap apa yang ada dalam balik layar dinding tersebut. Tentunya untuk mengungkap hal-hal yang tersembunyi itu kita harus berfikir kritis dalam menanggapi sebuah teks atau wacana.
            Biasanya, pendapat Milan ini lebih cenderung dalam praktek sejarah. Hal ini disebabkan karena dibalik sejarah pasti ada sesuatu yang belum terungkap dengan jelas. Seperti contoh, Columbus yang selama ini saya ketahui sebagai penemu benua Amerika, ternyata beliau adalah seorang pembunuh dan telah membantai suku Arawak yang pada awalnya berjumlah delapan juta penduduk, dan  kini hamper 90% dari mereka terbantai. Itulah nyarisnya mengungkap sejarah Columbus.
            Ternyata, artikel Howard Zinn telah menyadarkan kita bahwa Columbus itu bukanlah hero yang sesungguhnya. Seperti apa yang diucapkan oleh Noam Chomsky tentang Columbus “Zinn as someone who has changed the consciousness of American generation.” Sebenarnya, tujuan penulisan Zinn itu sendiri bukanlah untuk mengungkap kebenaran sejarah dan merubah sejarah itu sendiri.
            Tujuan penulisan Zinn adalah untuk merubah pikiran dan kesadaran pembaca. Maksudnya, dalam hal ini, Zinn berharap dengan adanya kekuatan buku yang dapat merubah perspektif pembaca. Zinn juga menuliskan dalam bukunya bahwa dengan adanya buku tersebut, pembaca menyadari akan nilai dan norma yang harus diterapkan dalam diri kita sendiri, yaitu tidak adanya penjajah dan yang dijajah sekalipun, karena pada dasarnya hakikat penjajah masih melekat dalam kehidupan. Itulah mengapa dinding yang awalnya kita anggap sebagai keraguan telah terkemuka jelas apa yang ada dalam maksud artikel Zinn.
            Terkait dengan kegiatan hari ini di dalam kelas dengan Mr. Lala Bumela adalah mereview paper teman kamidalam jangka waktu 45 menit. Dalam hal ini, penilaian berdasarkan 2 basic parameter, yaitu Unity dan Coherence. Untuk penilaian unity adalah 40% dan Coherence adalah 60%. Setelah mereview paper, beliau mengecek kegiatan menulis kami, yang penilaiannya diambil 10 sampel dari 39 mahasiswa/i. Hampir semua diantara kami yang diberi komentar buruk, ada beberapa yang ternilai lumayan.
            Namun, sayangnya diantara tulisan kami di kelas, tak ada seorangpun yang menuliskan generic structur di papernya kevuali Qais Ghaziyudin. Itulah sebabnya beliau memarahi kami. Pada saat itu, kami hanya diam mendengar ocehan beliau karena kami merasa takut untuk membela diri. Sepertinya, pada saat itu, mulut kami sulit digerakkan untuk berkata-kata bahkan merangkai kata sekaligus.
            Pada saat itu juga, kami merasa bersalah tidak menuruti dan mematuhi alur beliau. Awalnya, kami memang tidak faham apa maksud dari generic structur yang eksplisit. Yang kami fahami, adalah menulis dengan generic srtuktur yang kuat dalam sebuah paragraph. Dan kami fikir, kami tidak perlu menuliskan generic struktur sebagai batasan antar setiap paragraph itu sendiri.
            Setelah kejadian tersebut saya memahami apa tujuan beliau memarahi kami hanya dengan kesalahan kecil. Dalam hal ini, saya teringat akan semester lalu, beliau pernah membawa bola anaknya dan mencontohkannnya sebagai perumamaan. Ibarat sebuah bola, yang apabila dipantul ke bawah maka akan tinggi pantulannya. Semakin keras bola itu dipantulkan ke bawah, maka akan semakin tinggi pula pantulannya.
            Hal ini berarti bahwa beliau sangat menyayangi kami, karena beliau mengingatkan kesalahan kecil yang kami buat sehingga akan menimbulkan kesalahan besar. Oleh karenanya beliau memarahi kami agar selalu ingat bahwa kami tidak boleh menyepelekan atau bahkan mengabaikan kesalahan kecil tersebut. Dengan adanya kejadian ini, dapat dipahami bahwa semakin kami ditekan dalam aturan, semoga akan semakin keras makna yang kami dapatkan. Semakin kami dijatuhkan dalam mata kuliah ini untuk selalu melakukan ini dan itu dengan harapan akan semakin tinggi pula kerja keras kami dalam belajar dan tidak mengabaikan kesalahan-kesalahan kecil.
            Kembali ke subjek menulis, dalam critical review, kami harus selalu ingat generic strukturnya dalam membuat apapun jenis tulisan. Dalam hal ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menulis critical review.
1.      Introduction
Pembukaaan selalu menuju topic pembahasan dan thesis statement.
a.       This paper is focused on…
b.      This paper sis critical review of…
c.       This papers offersa critical review/perspective on…

2.      Summary
Ringkasan dari artikel.
Eg.: there are several basic points that Zinn wrote on Columbus, whom we ridiculously perceive as a hero.
First…
Second…
Third…

3.      Critique
Kritik dari artikel tersebut.
Eg.: there are four points on Columbus that are neglected in Zinn’s article.
First/ the first point is…
Second/ the second is…
Third/ the third point is…
4.      Conclusion
Eg.: there are two basic points that can be concluded from Zinn’s article…

Dengan demikian bahwa generic struktur  dalam menulis baik critical review ataupun lainnya harus jelas. Memang ada beberapa yang menuntut untuk menuliskan generic struktur dan ada beberapa yang tidak. Oleh karenanya, kami harus berhati-hati dalam menulis apabila tulisan itu disajikan untuk seseorang yang lebih dari kita, baik dosen ataupun lainnya. Kejadian tersebut sebagai peringatan dan kenangan untuk kami dalam menjalankan tugas. Akan lebih baik, jika ada tugas yang belum dipahami, maka kunci terbaik adalah komunikasi dengan menanyakan tentang tugas yang diberikan . keep spirit and fighting! ^-^

0 comments:

Post a Comment