Saturday, April 5, 2014

11:43 PM


“Thesis Statement Sebagai Pemikat Bacaan” 

Wow… kembali lagi saya berkutat dengan tugas yang sangat membuat kepala saya ingin meledak. Rasanya setiap malam minggu atau senin adalah jadwal saya untuk berkencan dengan buku debur ini. Ditambah lagi dengan peraturan baru Pak Lala mengenai jam masuk pelajaran Writing ini, yaitu pukul 07.00 kita harus memulai pembelajaran mata kuliah Writing pada setiap minggunya. Dan kini dalam Class review saya akan membahas mengenai thesis statement.
Thesis statement adalah kunci utama atau ide pokok untuk mengungkapkan gagasan utama suatu topic. Jadi, saat kita membuat suatu karya tulis, kita harus membuat thesis statement terlebih dahulu, agar kelak pembaca akan mudah mengerti apa yang kita maksudkan.
Fungsi dari thesis statement adalah untuk membantu isi dari sebuah tulisan. Sehingga tidak aka nada kesalahan penafsiran dalam memahami suatu topic. Thesis statement adalah pemikiran panjang kita tentang apa cakupan yang akan kita bahas. Seperti halnya pada kata-kata berikut :
“Fowler (1994:10): “like the historian critical linguist aim to understand the values which underpin social, economic, and political formations, and diachronically, changes in values and changes informations.
Saat kita membagikan suatu informasi tertentu dalam tulisan, sebisa mungkin kita harus membuat informasi yang ada pada tulisan kita menjadi semenarik mungkin, sehingga pembaca akan tertarik untuk memperdalam bacaannya. Seperti halnya suatu masakan. Sebelum konsumen mencicipi masakan tersebut, sebelumnya para chef membuat masakan semenarik mungkin hingga konsumen dapat tertarik mencicipinya.
Dalam mebuat thesis statement, seakan-akan kita sedang bernegosiasi dengan pembaca agar pembaca dapat mengerti mengenai cakupan apa yang akan kita bahas dalam tulisan tersebut. Untuk membuat tulisan kita menarik, kita harus merancang sedemikian rupa aar awal paragraph kita menjadi pemikat pembaca untuk meracuni fikirannya agar terhipnotis untuk membaca tulisan kita sampai akhir. Seperti halnya saat kita memahami artikel olombus (contohnya), kita harus mencari thesis statementnya terlebih dahulu agar kita mengerti apa maksud dari pemaparan penulis tersebut.
Dalam memahami thesis statement pada artikel Howard Zinn yang berjudul “Speaking Truth to Power with books.” Terlebih dahulu kita lihat pada paragraph pertama dari artikel tersebut. Jujur saja, saya sendiri terkecoh tentang key word dari artikel tersebut. Sehingga saya bertanya kepada teman saya untuk menjelaskan kembali tentang apa yang dimaksudkan Howard Zinn dalam bukunya tersebut. Dan saya pun dibuat bingung akan pemaparan Zinn yang berkata bahwa Collombus bukanlah penemu benua Amerika.
Setelah membaca paragraph awal dari artikel Howard Zinn tersebut, ternyata saya mulai terhipnotis untuk membuat saya bisa menyelesaikan bacaan saya hingga akhir. Dan itu membuat saya sangat penasaran tentang isi dalam artikel tersebut. Dan hebatnya, Zinn dapat menuangkan ramuan-ramuan yang terdapat pada paragraph awal sehingga kita ketagihan untuk membaca keseluruhan artikel tersebut.
Jadi, kesimpulannya adalah saat kita membuat suatu tulisan. Mulailah membuat kesan-kesan ajaib pad paragraf awal dan tampilkan thesis statement yang sekiranya menarik minat pembaca.

0 comments:

Post a Comment