Saturday, April 5, 2014

11:45 PM


"Mistery Critical Review"

Critical review. Membuat suatu essay dengan bahasan mengkritik sebuah artikel itu sangat tidak mudah. Karena saat kita mengkritik seseorang, semaksimal mungkin kitapun tidak terjebak kedalam lobang yang sama seperti orang yag kita kritiki. Agar tidak seperti “menjilat ludah sendiri,” yang mencerminkan kelakuan kita saat mengkritik orang lain tapi ucapan kita tidak bisa dipegang dan bahkan kita jatuh kedalam lubang yang sama, sehingga kita menarik ucapan kita sendiri.
Pada pertemuan kali ini, mungkin adalah pertemuan sangat memalukan yang pernah kami lewati. Bagaimana tidak memalukan jika pada pertemuan kali ini kita mengulangi kesalahan yang sama yaitu generic structure dan itu kesalahan yang sangat fatal. Saya tidak akan menyalahkan orang lain, karena saya sendiri pun meras turut andil dalam kesalahan kali ini. Dan akhirnya saya berfikir bahwa menulis itu sangat sulit.
Menulis adalah salah satu cara untuk mengungkapkan sebuah kemungkinan atau celah-celah baru. Menulis juga perlu beberapa trik, seperti saat kita membuat resep baru dalam masakan. Kita pun akan memilah dan memilih kandungan apa yang baik untuk masakan tersebut, guna menghasilkan masakan yang bermutu dan memiliki nilai jual yang tinggi.
Seperti halnya seorang chef, kita sebagai penulispun harus menimbang-nimbang dan memilih kandungan isi bahasannya. Agar sebisa mungkin menciptakan tulisan yang berbobot serta mengungkapkan suatu kesalah artian. Seperti yang dikatakan Milan Kundera (in L’Art duroman, 1986): “to write, means for the poet to crush the wall behind which something that “was always there” hides.
Saat saya membuat critical review, yang ada dalam benak saya adalah bagaimana mengkritik artikel Howard Zinn dari berbagai aspek yang nyata. Setelah saya meneliti kembali, ternyata banyak yang perlu saya kritiki dan banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam kepala saya. Seperti halnya, kenapa Zinn hanya mengungkapkan bahwa collombus bukan penemu Amerika, sedangkan dia tidak menjelaskan siapa sebenarnya penemu benua Amerika.
Untuk menghilangkan ras penasaran saya terhadap artikel Zinn yang masih menggantung, jadi saya mencoba mencari tahu di google tentang siapa penemu benua Amerika sesungguhnya. Dalam artikel yang saya temukan di google, disana dijelaskan bahwa ketika Collombus menginjakkan kaiki pertama kali di Amerika pada tanggal 21 oktober 1492. Namun, bagi umat Islam di era keemasan, Amerika bukanlah sebuah “dunia baru.” Sebab, 603 tahun sebelum penjajah spanyol itu menemukan benua tersebut, para penjajah muslim dari Afrika Barat telah membangun peradaban di Amerika.
Beberapa sejarawan  menemukan fakta menarik bahwa para penjajah Muslim telah menginjakkan kaki lebih dulu dan menyebarkan Islam dibenua itu. Bukti dari spekulasi tersebut adalah ditemukannya tulisan tua islami dibeberapa tempat di California.
Bukti lain ysng membeberkan fakta bahwa Colombus bukanlah penemu Amerika adalah hadirnya nama baru yaitu “Khashshash bin said bin aswad.” Analisa ini cukup kuat karena pada masa itu kekuatan armada khalifah bani umayyah II di Spanyol sangatlah besar pengaruhnya, karena khashshash sendiri berasal dari spanyol.
Jadi, kesimpulannya adalah saat kita akan mengkritik artikel milik orang lain, sebisa mungkin kita harus mencari bukti –bukti yang akurat sehingga membuat orang lain percaya dengan kritikan kita.

0 comments:

Post a Comment