Sunday, April 6, 2014



Pada pertemuan minggu lalu kami mengalami masalah dalam proses pembelajaran. Kami terlalu asik dalam mengerjakan tugas, terfokus pada satu topik sehingga mengabaikan hal kecil tetapi memiliki dampak besar dalam suatu tulisan.

Ya, kami beberapa kali mengabaikan teguran pak Lala tentang generic structure dalam karya tulis critical review kami. Ini bukan pertama kali kita membuat critical review tanpa mencantumkan generic structure, ini sudah ke tujuh kalinya, maka dari itu pak Lala marah dan kecewa kepada kami, dari 39 siswa di kelas hanya satu yang menulis critical review disertai generic structure. Maka dari itu pada critical review kali ini untuk memperbaiki semua kekurangan  yang ada pada teks atau critical yang kami buat kali ini.
Pada power point ketujuh ini pula membahas tentang “Peer Review”, pada slide pertama \, Mr. Lala mengatakanbahwa peer review adalah suatu keharusan untuk mengungkap kemungkinan-kemungkinan pemahaman baru.
Ya, tentu saja kita sebagai penulis tidak harus puas terhadap apa yang sudah kita tahu maupun kita dapat. Penulis harus memiliki wawasan yang luas untuk mendapat kan suatu informasi atau memperdalam pemahaman terhadap suatu masalah. Kita dituntut untuk membobol sekat yang selama ini mengurung kita hingga tidak bisa bergerak bebas dalam mengeksplore pemahaman dan informasi. Kita dituntut untuk menemukan pemahaman yang sebelumnya tidak kita ketahui. Ada tiga tahap untuk menjangkau atau menjangkau bentuk-bentuk dari pemahaman.
Tiga tahap penting :
1.              Meniru
2.              Menemukan
3.              Membuat
Menulis adalah menciptakan kesempatan dan mengeksplorasi makna.
Jadi dengan menulis kita mempunyai kesempatan untuk berpandapat, berkreasi dan mempunyai kesempatan untuk mencoba mengubah pemikiran orang lain. Dengan menulis kita juga belajar menjelajahi rangkaian makna yang kita buat.
Pernyataan tesis merupakan tahapan yang sangat penting untuk membuat dialog awal dengan pembaca. Ya, tentu saja tesis statement adalah batas atau point utama yang akan dibahas oleh penulis dengan artikelnya.Tesis juga berguna sebagai tolok ukur penulis dalam menuangkan ide dan gagasannya agar tidak melebar kemana-mana. Tesis berfungsi membatasi apa yang harus dia bahas dalam papernya.
Komentar Milan Kundera (di L’AN duroman, 1986) : menulis berarti penyair harus meruntuhkan dinding yang ada dibelakang sesuatu yang ada disana selalu tertutupi. Jadi petugas penyair itu tidak jauh berbeda dengan menulis sejarah . juga menemukan lebih dari apa yang di dapatkan. Sejarah, seperti syair, mengeksplore, selalu dalam situasi yang baru, memungkinkan manusia bersembunyisampai sekarang.
Karena sejarah adalah proses tanpa akhir dalam penciptaan manusia, itu bukan karena alasan yang sama (dan dengan cara yang sama) proses tak berujung penemuan diri manusia. Jadi yang dikatakan Milan itu benar bahwa penciptaan sejarah tidak akan pernah berakhirsampai proses penciptaan manusia berakhir (kiamat). Dengan sejarah manusia tahu apa yang telah terjadi dimasa lalu, namun dengan begitu kita tidak boleh langsung percaya pada sejarah karena memungkinkan telah dimanipulasi.

0 comments:

Post a Comment