Sunday, April 6, 2014



Class Review 7
Elaborasi History
Permulaan yang begitu indah, dengan judul dan sebuah isi sebagai pelengkap racik tulisan. Sehubungan dengan tulisan ini dalam class review yang akan membahas kembali tentang perspektif kepada colombus, yang akan menjadi perspektif atau pandangan yang berbeda-beda. Hal tersebut sebagai acuan referensi yang akan dibahas dipembahasan berikutnya, bahwa proses atau langkah-langkah mengembangkan laporan tetapi lebih banyak merupakan proses kognitif atau bernalar.
Dalam memahami sebuah perspektif sendiri, dapat kita bangun sebuah sinyal-sinyal dengan banyak mengetahui referensi baru, lalu dipelajari dengan memahami dan terakhir kunci utama yaitu practice. Hal tersebut akan membuatnya terbiasa. Menulis juga dapat menggali, dengan mencari sumber baru sehingga kita dapat banyak menggali tentang sebuah sejarah, antropology. Penjelasan ulang mengenai semogenesis yang berarti, meaning making, practice. Bahwa sebuah keingintahuan perlu adanya search knowledge, selanjutnya dengan menggunakannya kita dapat tahu bagaimana seharusnya kata itu digunakan, dan practice kita banyak perlu diperbaiki dalam berbagai hal yang mengarah pada learn. Karena survey menjawab bahwa sebuah keingintahuan, bisa dan apapun perlu dengan adanya latihan. Dari tiga itu salah satunya belum lengkap tidak akan ada hasilnya.
Place of main ideas yaitu kita dapat temukan pada paragraph pertama, dan kalimat pertama. Kita dapat tahu bagaimana sebuah isi dengan membaca pada pembuka kalimat itu yang akan membuatnya mengajak dengan berbagai macam cara oleh penulis. Sehebatnya seseorang jika mempunyai ilmu yang luas , akan tetapi tidak ingin  berbagiilmu tersebut akan lentur ilmu itu dengan sendirinya. Hal tersebut yang akan menghilangkan hal yang terlihat kecil dan membuatnya terlihat buruk. Jika tidak ingin begitu, usahakan yang terbaik untuk hasil yang sangat baik.
Bapak Lala Bumela mengatakan, ibarat jika saya gagal dalam suatu hal apapun, saya harus memberi batu loncatan untuk saling membantu. Hal tersebut bisa kita artikan sebuah pekerjaan itu saling membutuhkan satu sama lain, bukan ? kita itu manusia yang simbiosis mutualisme. Hal ini saling berkaitan tapi berbeda perspektif dan semuanya akan disaring melalui proses interview atau sebuah kajian.
Milan Kundera comment (in L’Art duroman, 1986), “to write, means for the poet to crush the wall behind which something that.” Dapat kita simpulkan bahwa menuli berarti dapat menghancurkan dinding yang kokoh. Dengan begitu banyaklah referensi untuk saling mengerti. “ was always there’ hides. In the respect, menulis memberi tugas yang berbeda pada suatu pekerjaan yang memiliki sebuah sejarah.
Historian à linguist à poet
Seperti yang kita ketahui, bahwa indonesia pada umumnya kurangnya pengenalan sastra itu sebagai bahasa yang mempunyai arti yang bermakna yang dibuat indah seindah mungkin.
            Dalam sejarah, memiliki banyak penjabaran arti, like poets, uncovers, in ever new situations and the human possibilities here to fore hidden. Meskipun sama-sama menceritakan masa lalu, sejarah berbeda dengan mitos. Sejarah membicarakan dari segi waktu, yang mencakup hal tersebut, yaitu: perkembangan. Sesuatu akan terjadi apabilamasyarakat secara terus menerus bergerak, dari bentuk yang sederhana kebentuk yang kompleks. Kesinambungan, terjadi bila sesuatu masyarakat baru hanya melakukan adopsi lembaga terdahulu. Pengulangan, terjadi bila sesuatu peristiwa  yang pernah terjadi dimasa sekarang. Perubahan, terjadi bila mengalami pergerakan dan perkembangannya besar, dalam waktu yang begitu singkat yang disebabkan oleh pengaruh dari luar.
Historian         à        Linguist                      à        Fact     = Discover
            Misi untuk sekarang ini mengalami peningkatan, karenanya seorang penulis harus menolak pelayanan yang kenyataanya kita ketahui  dahulu, suatu kebenaran itu sehingga referensinya lebih jelas, karena permukannya yang mengapung. Sejak sejarah itu sebuah proses yang gencar pada reaksi manusia kebanyakan, hal itu tidak akan mengganggu dengan penjelasan yang sama. Pak Lala mengatakan, didalam sebuah gunung terdapat banyak misteri, kita bisa lihat gunung padang yang akhirnya menjadi misteri yang terpecahkan. Suatu pengetahuan bahwa hal tersebut dapat membukanya, dengan menggali suatu ungkapan yang telah dilontarkan pada orang yang mengerti untuk dishare. Dan mengungkapkankebenaran yang didepan mata seperti colombus juga menulis diluar.
Pembicaraan yang saya tahu, bahwa sejarah itu sangat keren, sejarah juga tidak akan putus. Dengan berbagai zaman.  Penemuan diri kita saja tidak akan putus. Bapak juga menjelaskan tentang self discovering, you create the self : unity, coherence. Sebuah tulisan ada yang menghalangi, seperti kalimat yang tidak sesuai karenanya terlihat jomplang. Untuk memperbaiki sebuah tulisan dengan ide mana yang penting dan tidak penting dan dengan thesis statement yang berbicara pernyataan secara langsung.
Penjelasan yang terpenting adalah generic structure, karena perihal tersebut menjelaskan dengan tepat untuk berbagai persyaratan yang terdapat disilabus dengan critical review. Proporsi, topik diberbagai paragraph, haruslah topiknya perlu diperbaiki atau elaborate, dengan berbagai gagasan. Correct to pola, komposisi yang memiliki supporting detail like : cause and effect, apakah terlihat persuasif tidak ? dan tambahan dengan evaluasi subject.
So, finally and the conclusion bahwasannya sebuah pembahasan yang memiliki penjelasan yang terpenting. Utamakan kunci dari sebuah tangan yang mencapai keberhasilan. And then semogenesis meaning making practice. History juga mempunyai berbagai acuan yang setiap waktu berubah ataupun waktu yang terlewati itu sebuah history.

0 comments:

Post a Comment