Sunday, April 6, 2014


Pada class review ini akan lebih menjelaskan tentanng apa yang terjadi di Papua berdasarkan artikel yang ditulis oleh S. Eben Kirksey yang berjudul “Don’t Use Your Data as a Pilloco”. Pada diskusi berkelompok membicarakan tentang judul dari artikel tersebut secara detil dan juga paragraf pertama dengan detil juga karena kita para mahasiswanya di minggu-minggu ini dituntut untuk terus membaca dan kemudian memahami apa yang kita baca sebelum nantinya menulils tugas akhir yang bermaterikan Argumentative Essay dan tentu saja Argumen yang diberikan berdasarkan artikel yang kita baca.


Pertama dari judul “Don’t Use Your Data as a Pilloco”. Mungkin disini saya belum tahu maksud dari judul artikel ini. Namun, kemarin kita berdiskusi secara deti tentang judul dan kemudian hasilnya berbeda – beda dari beberapa kelompok.


Dari diskusi kelompok kami, terdapat beberapa poin dari persepsi masing-masing mahasiswa tabtang judul tersebut. Ada yang menngartikan bahwa judul tersebut maksudnya adalah bahwa data tidak bisa diterima mentah-mentah ada pula yang mengatakan bahwa data tidak bisa dijadikan alasan untuk menjelaskan sesuatu dan ada juga yang mengatakan bahwa maksud dari judul tersebut adalah jangan sekali-kali menutup sebelah mata dengan data yang telah ditulis tetapi tidak tidak diungkapkan dengan jelas hanya karena melihat suatu data yang tidak lengkap.


Namun, menurut saya sendiri dari pengamatan tentang judul “Don’t Use Your Data as a Pillow” adalah jangan sesekali menyepelekan sebuah data. Dalam hal ini, data dimaksudkan sebagai fakta dan bantal (Pillow) diibarat kan seperti kejadian. Maksudnya adalah ketka menyepelekan data atau dalam hal ini fakta, maka jika ada orang yang lebih mengerti fakta tersebut, pastinya akan gampangnya memutarbalikkan fakta seperti halnya bantal yang dibolak-balikkan ketika sedang tidur.


Seperti halnya Papua yang myngkin faktanya diputar oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, pertanyaanya adalah apa yang sebenarnya terjadi di Papua? Apakah sama seperti di Aceh yang ingin berpisah darii NKRI?  Apakah juga seperti seperti Timor Timur yang akhirnya dilepaskan merdeka oleh mantan Presidan Habibie? Apakah penyebab dari semua hal itu sehingga mengganggu Integritas negara ini?


Nah, pertanyaan – pertanyaan inilah yang nantinya akan dibahas dan di eksplor lebih jauh pada Argumentasi Essay. Namun , sebelum itu kita sebagai mahasiswa dituntut untuk mencari data yang faktual dan mengumpulkannya untuk dijadikan bahan kajian yang nantinya bahan-bahan tersebut bisa membantu mengargumeni artikel yang ditulis oleh S. Eben Kirksey yang berjudul “Don’t Ud=se Your Data as a Pillow”.


Pada paragraf kedua kurang lebih menyebut tentang Irian Jaya (sekarang Papua). Namun, saya tidak berani membaca dan tidak dapat ememahami paragraf tersebut sebelum memahami dengan benar isi dari paragraf pertama. Kurang lebih paragraf pertama menceritakan kedatangan si penulis ke Papua yang disambut dengan sangat meriah oleh orang pribumi dengan menyuguhkan makanan khas dari daerah tersebut yang pastinya sangat berkesan, buktinya si penulis sampai-sampai ingat apa saja makanan yang dihidangkan.


Nah, yang saya tidak menngerti adalah kenapa pada paragraf pertama dituliskan hal semacam ini? Maksudnya adalah apa yang ingin disampaikan oleh penulis ketika menulis kesan atau pengalaman pertama ketika baru pertama kali datang ke Papua? Yang saya pahami adalah mungkin orang-orang pribumi disana berharap lebih kepada si penulis sehingga nantinya bisa mengubah pola pikir dari masyarakat pribumi dari usikan negara-negara tetangga yang menginginkan Papua lepas dari Indonesia. Sudah sejak dahulu kala setelah masa kemerdekaan atau lebih dikenal dengan pemerintahan Orde Lama, Papua sudah jadi perebutan oleh negara-negara luar dengan Indonesia. Termasuk pada masa itu adalah Belanda yang ingin Papua tetap menjadi negara bonekanya. Setelah perubahan RIS (Republik Indonesia Serikat) yang menyerahkan seluruh negara bagian Indonesia dikembalikan oleh pemerintah.  Namun, tidak untuk Irian Barat (sekarang Papua) karena kekayaan alam disana sangat melimpah. Oleh karena itu, Belanda pada waktu itu tetap mempertahankan Papua sebagai negara boneka sebelum akhirnya muncul Trikora (Tiga Komandan Rakyat).


Untuk itu, data-data seperti ini sangat penting untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di Papua sana. Sampai saat ini pun saya tidak mengetahui apa arti dari data yang ditulils dalam artikel tersebut. Namun, sepertinya data-data yang tersebutlah yang nantinya bisa dijadikan rujukan dalam penulisan Argumentative Essay nanti seperti halnya pertanyaan, apa yang sebenarnya Soekarnno perjuangkan di Papua, apa itu Trikora, dan lain sebagainya akan dijelaskan nanti dalam Argumentative Essay.

0 comments:

Post a Comment