Sunday, April 6, 2014



Laela Nur Komariah
PBI-B
Class Review
The Power of Thesis Statement

Selamat datang di pertemuan ke-6 dalam mata kuliah writing 4. Seperi biasanya dalam mata kuliah ini kami selalu disuguhkan dengan tugas-tugas yang sangat menguras otak disetiap minggunya. Dan sepertinya kami sudah mulai kebal untuk menyelesaikan tugas yang tiada hentinya ini. Tidak hanya itu, rupanya kami memang harus lari lebih kencang dari biasanya, karena akhir-akhir ini Pak Lala meminta kami untuk masuk kelas pukul 07.00 pagi.
Dan class review kali ini membahas tentang thesis statement. Thesis statement adalah ide utama penulis. Jadi para penulis biasanya meletakan thesis statement pada paragraf pertama, karena pada paragraf pertama lah pembaca bisa menilai apakah penulis sudah memiliki thesis statement atau belum. Seperti yang beliau selalu katakan bahwa menarik atau tidaknya sebuah masakan dinilai dari tampilannya. Sama halnya dengan menulis, menarik atau tidaknya sebuah tulisan tentu dinilai dari paragraf utamanya. Jadi kita harus multi fungsi, selain menjadi writer kita juga harus bisa menjadi good reader. Sehingga kita bisa memperbaiki letak kekurangan tulisan kita.
Selanjutnya yaitu fungsi thesis statement. Thesis statement berfungsi untuk memudahkan pembaca dalam memahami tulisan kita, dengan begitu kesalahan penafsiran dalam sebuah tulisan akan berkurang. Ini sesuai dengan apa yang dikatakan Hyland bahwa makna bukanlah sesuatu yang berada di kata-kata yang kita tulis dan kirim ke orang lain, tetapi diciptakan dalam interaksi antara penulis dan pembaca karena memahami kata-kata ini dengan cara yang berbeda. Itulah sebabnya mengapa thesis statement begitu sangat penting untuk kita perhatikan.
Tidak hanya itu, dalam menulis thesis statement ada beberapa hal yang harus kita perhatikan. Thesis statement adalah hasil dari proses berfikir yang panjang, oleh karena itu sebelum kita mengembangkan argumen-argumen tentang topik yang akan kita sampaikan kita harus mengumpulkan beberapa fakta atau informasi yang akurat sehingga apa yang kita tuliskan memang benar adanya tidak hanya fiktif belaka. Dan tentu saja untuk mengurangi timbulnya pro dan kontra yang terjadi dengan tulisan kita.
Kemudian yait proses penilaian diri. Apakah thesis yang kita buat sudah benar atau belum. Ada cara mudah supaya kita dapat mengetahui thesis kita apakah sudah benar atau belum yaitu kita buat pertanyaan seputar thesis yang kita tulis. Misalnya denga pertanyaan “So What?” test,jika respon dari reader adalah “so what?” maka kita harus menjelaskan lebih lanjut untuk menghubungkan ke masalah yang lebih rumit. Apakah tulisan kita balance antara paragraf 1 dan selanjutnya, atau tulisannya melenceng dari topik yang di bahas. Itu juga bisa membantu kita dalam menilai dan memperbaiki thesis kita agar menjadi lebih baik.
Setelah “So What?” test selanjutnya yaitu “How and Why?” test. Jika pembaca merespon dengan how? atau why? Itu karena thesis yang kita ciptakan terlalu sulit untuk dipahami. Jadi kita harus merevisi dan memperbaiki tulisan kita agar makna yang kita tuliskan bisa sampai kepada pembaca dengan smpurna.
Salah satu contohnya yaitu pada saat kami ditugaskan untuk menggabungkan antara Classroom Discourse dengan Religion Harmony. Sebagian besar anak-anak di kelas lebih condong membahas religion harmony dari pada classroom discourse nya. Padahal dalam essay ini keywordnya ada paa classroom discourse, karena dengan begitu bisa balance antara classroom discourse dan religion harmony. Tapi karena thesis statement kita lebih mengacu kepada religious harmony saja, sehingga kita terkecoh dan lebih ke religious dari pada classroom discoursenya.
Kemudian kami terkecoh lagi ntuk yang kedua kalinya. Yaitu pada saat kami ditugaskan menulis essay untuk artikel Howard Zinn dan Colombus. Dalam artikel tersebut Howard Zinn mengatakan bahwa penemu Amerika bukanlah Colombus yang selama ini masyarakat Amerika bangga-banggakan, Zinn berani mengungkap fakta sesungguhnya tentang Colombus.
Thesis statement yang Zinn gunakan berhasil membuat pembaca penasaran karena Zinn berani memberontak sejarah Colombus sebagai penemu Amerika. Pembca penasaran dengan apa yang Zinn tuliskan selanjutnya tentang Colombus, padahal Zinn berasal dari Amerika juga tetapi ia memberontak sejarah di mana ia berasal.
Jadi kesimpulannya thesis statement adalah roh dalam raga manusia. Manusia tidak mungkin bisa berbuat apa-apa tanpa roh di dalamnya, begitupun dalam sebuah tulisan. Tulisan tidak akan berarti apapun tanpa thesis statement yang bisa menarik pembaca untuk segera menyelesaikan bacaannya. Jadi buatlah thesis statement semenarik mungkin.

0 comments:

Post a Comment