Tuesday, April 29, 2014

11:05 AM
Argumentative Essay:
Napak tilas Pembelajaran di Pagi yang masih petang

Di pagi yang agak mendung dibalut dengan derai embun, dalam suasana sayup lagi dingin, tepatnya pada kamis 24 April 2014, pukul 06.00, mata kuliah Writing 4, yang dikawal Mr Lala Bumela kembali menemani kelas PBI-B. Hal ini kembali mengingatkan kita pada saat semester 3 MK fonologi. Namun pada saat itu suasana kelas pada jam 6 tidak se-ontime biasanya. Banyak anak-anak yang terlambat masuk karena berbagai alasan. Hal ini membuat Mr lala sedikit merasakan kekecewaan. Namun hal itu tidak sedikitpun mengganggu jalannya pembelajaran di kelas writing. Fokus pembelajaran pada hari itu adalah tetap mengenai situasi papua. Namun kini hal yang harus dilakukan yaitu langsung membuat argumentative essay setelah sebelumnya selama kurang lebih 3 minggu kita telah melakukan diskusi dan pendalaman teks ( Artikel Eben ).
Berdasarkan klasifikasinya, tahapan writing secara umum dibagi menjadi 3 yaitu, Ekspositori, Eksposisi dan Argumentative essay. Ekspository merupakan penulisan yang hanya berkutat pada area pemindahan atau transfer informasi tanpa adanya pandangan, opini dan analisis. Eksposisi adalah penulisan persuasif yang mensyaratkan adanya pandangan atau opini mengenai suatu hal. Artinya seorang penulis tidak hanya memberikan informasi saja, melainkan ia juga  harus mengekspresikan opininya, dengan disertai data-data yang memback-up dan mendukung opini tersebut. Sementara Argumentative Essay adalah proses penulisan yang disamping menyertakan opini, juga wajib melakukan proses penelitian atau  analisis mendalam (deep reasearch) dan observasi lapangan. Tipe penulisan yang ketiga ini adalah tipe penulisan yang biasa dipraktekkan dikalangan akademisi, seperti ketika membuat Skripsi (S1), Thesis (S2) dan Disertasi (S3), atau data penelitian lainnya. Ruang lingkup dan kajian didalamnya adalah berupa penelitian dengan menggunakan metode-metode dan pendekatan-pendekatan yang sangat bervariasi. Tahapan yang ketiga ini terbilang cukup rumit, karena disamping membutuhkan waktu yang cukup lama, juga membutuhkan pemikiran kritis-sistematis dan faktual-actualis. Hal ini yang akan menciptakan paradigma baru dan mengubah fenomena yang biasa disebut dengan data.
Definisi umumnya Argumentative Essay adalah genre tulisan yang mensyaratkan (maha)siswa untuk menginvestigasi suatu topik, mengoleksi fakta-fakta, mengevaluasi bukti-bukti dan membangun posisi pada topik dalam cara yang ringkas. Dalam menulis argumentative essay seseorang harus mempersuasikan pandangannya terhadp audien, walaupun mereka boleh jadi tidak setuju atau sependapat dengan pandangan tersebut. Hal ini membutukan kecermatan, ketelitian dan skill. Seseorang butuh untuk menampilkan respect terhadap pandangan yang berbeda. Harus memilih vocab dengan hati-hati, dan pastinya tulisan tersebut harus jelas arahnya dan logis.
Dari generic struktur, argumentative essay secara umum tidak jauh berbeda dengan jenis teks lainnya, dibangun dengan 3 tahap, yakni Introduction, Body dan Conclusion. Yang menjadi perbedaan yang mencolok yaitu dari sisi Introduction, ia mengemas 3 poin. Untuk lebih jelasnya berikut generik struktur dari argumentative essay
1.        Introduction
ü  Definition => Hal yang paling krusial adalah memperkenalkan topik. Karena berjalannya tulisan itu berawal dari  definisi topik yang hendak dibahas. Jadi topik harus didefinisikan sejelas mungkin, supaya alur tulisan terarah.
ü  Limitation => memberikan batasan dan spesifikasi terhadap topik yang masih general, mutlak atau tidak terikat, Supaya pembaca lebih mengerti alur tulisan penulis.
ü  Analysis => sebelum memberikan pandangan, penulis harus terlebih dahulu menganalisis issue yang hendak ia bahas secara keseluruhan. Dalam argumentative essay untuk mengekspresikan opini, kebanyakan hanya menggunakan for dan against, artinya kalau pandangannya tidak pro berarti kontra, kalau tidak mendukung berarti menentang.
Sebelum membuat keputusan final mengenai pengekspresian opini, akan lebih baik jika kita kembali mengevaluasi alasan yang kita gunakan. Hal itu tidak lain supaya opini kita kuat. Opini yang kuat yakni opini yang relevant, penting dan dapat dipercaya. Nah untuk mengecek kekuatan opini yang akan kita gunakan, kita bisa bertanya terhadap diri sendiri, seperti : Apakah opini yang kita gunakan itu benar? Apakah opininya nyambung dengan topik ? kemudian konsekuensinya apa?. Dan lain-lain.
Kemudian tahap selanjutnya yang harus dilakukan dalam menulis arggumentative essay yaitu membangun thesis statement yang disertai dengan opini atau argumen pendukung. Kemudian dalam penulisan opini, secara eksplisit (Tulisan) biasanya diekspresikan dengan modal verb yang berupa “Should”.
Berikut Contoh Thesis statement : Employers should hire teenagers because they are eager to work, they are flexible, and they have the knowledge and skills required to do many entry-level jobs.
Note :                  Topik
                             Reason or supporting argument
     Selain itu, thesis statement juga kadang berisi pandangan yang berlawanan seperti contohnya msih pada kalimat yang sama namun disertai dengan statement pertentangan, While some people say that teenagers do not have a good work ethic, employer should hire teenagers because they are eager to work, they are flexible, and they have the knowledge and skills required to do many entry-level jobs. Nah kalimat While some people say that teenagers do not have a good work ethic, merupakan statement pertentangan atau statement kontradiktif dengan statement sesudahnya.
2.      Body
Berisi penjelasan, alasan atau opini yang akan kita sampaikan. Disertai dengan data-fakta yang kuat. Isi dijelasditulis kan dalam bentuk dan dikemukakan lam bentuk paragraf. Seperti First point, Second point, Third point, dst.
3.       Conclusion
Kalimat simpulan yang menunjukkan hasil pemikiran dari penjelasan yang sudah dibahas, yakni di Body paragraf.

Jadi dari menurut hemat penulis, dapat dikatakan bahwaArgumentative Essay adalah suatu proses penulisan yang disamping menyertakan opini, juga wajib melakukan proses penelitian atau  analisis mendalam (deep reasearch) dan observasi lapangan. Generik struktur dari argumentative essay secara umum yaitu, Introduction (Definition, Limitation, analysis), Body (Penjelasana) dan conclusion.

0 comments:

Post a Comment