Monday, February 24, 2014

Masih pada pembahasan tantang literasi. Pada pertemuan ketiga dalam pelajaran writing and composition 4, yang mana Pa lala menjelaskan tentang sebuah appetizer dalam menulis akademik. Kemudian, saya akan menjelaskan apa yang sudah saya dapatkan dari pembelajaran writing 4. Pertama saya akan menjelaskan mulai dari power point pada slide yang pertama.
Menurut Danica Hubbard, yang mana isinya tentang sharing teks dengan satu sama lain setiap hari membuka pintu menuju sukses. Menjelajahi tantangan dalam kelas tradisional dan pengaturan online yang menarik. Menjelajahi dengan cara yang berbeda untuk mencari informasi, mempertahankan pengetahuan dan menganalisis ide-ide dalam beberapa genre untuk memunculkan inovasi dan kreatifitas dalam mengajar. Dengan adanya jejaring sosial yang meluas diikuti oleh perkembangan  zaman yang modern. Contohnya, dengan adanya internet yang berfungsi untuk membantu kita dalam mendapatkan informasi dari berbagai sumber media.
Sekarang kita lihat kutipan dari Alwasilah (2012) yang isinya yaitu : “ pada abad ke 21, standar kelas dunia akan menuntut orang sangat melek huruf, baik informasi dan mampu belajar terus-menerus, percaya diri dan mampu memainkan peran mereka sebagai masyarakat yang demokratis.
Disini saya akan menjelaskan menurut Michael Barber. Sebuah appetizer dalam menulis akademik element yang meliputi :
Kohesi adalah sebuah gerakan halus atau aliran antara kalimat dan paragraph.
Kejelasan. Dalam kejelasan ini, makna apa yang anda niatkan untuk berkomunikasi sangat jelas. Urutan logis juga mengacu pada urutan logis dari sebuah informasi. yang mana pada penulisan akademik, penulis lebih cenderung menulis dari umum ke khusus.
Kosistensi. Konsistensi ini mengacu pada keseragaman gaya penulis dalam menulis. Kemudian unity. Pada kesatuan yang mana mengacu pada pengecualian informasi yang tidak secara langsung berhubungan dengan topik yang akan dibahas dalam paragrap tertentu.
Keringkasan. Keringkasan adalah penghematan dalam menggunakan kata-kata. Kemudian tulisan yang bagus akan cepat masuk pada dan sampai pada titik yang dituju, dan dengan menghilangkan. Pengecualian dari informasi yang tidak perlu menggunakan mempromosikan persatuan dan kesatuan.
Kelengkapan. Informasi yang berulang-ulang tidak perlu dahur dihilangkan. Kemudian seorang penulis harus memiliki informasi yang penting mengenai suatu topik yang akan ditulis. Contohnya pembaca juga akan mengetahui penyakit kanker adalah penyakit yang sangat berbahaya dan mematikan.
Masih pada pembahas menulis akademik, yang mana didalamnya terdapat ragan dan formalitas. Ragam disini akan membantu penulis dengan menambahkan beberapa         “ bumbu ” yang akan dituangkan kedalam sebuah teks. Sedangkan formalitas sebagai akademik menulis adalah formal dalam nada. Yang berarti bahwa kosa kata yang canggih dan struktur tata bahasa yang akan digunakan. Kemudian selain itu, dalam penggunaan kata ganti  “ I “ dan kontraksi harus dihindari.
Seorang pembaca pun harus bisa kritis dan bisa mengetahui terhadap apa yang sudah dibaca nya, dan apa yang sudah di jelaskan oleh penulis. Pembaca juga harus evaluasi krisis terhadap penulis, diantaranya :
Penulis menargetkan artikel yang ditulis pada bagian mana ?
Apa ada contoh argument yang diceritakan oleh penulis dalam bukunya.
Bukti apa saja yang digunakan oleh penulis dalam menulis artikelnya.
Penulis juga harus menggunakan kata-kata dan pertanyaan.
Jika semua sudah lengkap dalam penulisan artikelnya, maka penulis juga harus bisa menarik pembaca agar tidak bosan ketika membaca sebuah artikel yang ditulis. Kemudian, saya akan menjelaskan pada pembahasan literasi. Menurut Ken Hyland (2006) pada literasi. Literasi adalah sesuatu yang kita lakukan, sedangkan menurut Hamiltan (1998) seperti yang dikutip dalam hyland (2006:21), melihat keaksaran sebagai kegiatan yang terletak dalam interaksi manusia.
Menurut hyland furher berpendapat : melek akademik menekankan bahwa cara kita dalam menggunakan bahasa, yang mana sebagai prakti keaksaraan, dan berpola pada lembaga sosial dan hubungan kekuasaan. Keberhasilan akademis berarti respenting diri anda, yang mana dengan cara dihargai oleh diri sendiri, dan mengadopsi diri nilai-nilai, keyakinan dan identitas yang discourse akademik.
Kembali pada rekayasa literasi, yang mana terdapat point penting dalam rekayasa literasi. Literasi adalah praktik cultural yang berkaitan dengan artikel baru dalam persoalan sosial dan politik. Dimana Negara literasi akan menjamur sesuai dengan artikel baru yang disesuaikan oleh tuntutan zaman sekarang. Sehingga dalam tuntutan mengenai perubahan pengajaranpun tidak bisa dihindari.
Kemudian model literasi menurut Free body dan Lukas (2003) yang mana berisi tentang memecahkan kode teks, berpartisispasi terhadap teks, menggunakan teks fungsional, dan krisis menganalisis serta mengubah teks. Namun banyak juga penulis hebat yang dalam karyanya bisa mendorong kita untuk bisa menulis sebuah artikel, mendorong kita untuk berfikir krisis, dan tentu harus diawali dengan banyak membaca terlebih dahulu.      
Begitupun menurut Prof. Alwasiyah yang meringkas 5 ayat yang sudah dijelaskan oleh free body dan Lukas. Alwasiyah meringkas menjadi 5 M yaitu :
Memahami
Melibati
Menggunakan
Menganalisis
Mengtransformasikan.
Kemudian tidak hanya 5 M saja yang harus dipahami, dengan rujukan literasi yang terus berevolusi dan sedangkan rujukan linguistik putar relative konstan. Pada pendidikan yang berkualitas tinggi PASTI menghasikan literasi yang berkualitas tinggi pula. Dengan membaca, menulis, berhitung, bernalar itu sama dengan modal hidup. Dan sebagai orang yang multileterat harus mampu berintraksi dalam berbagai situasi. Pengajaran bahasa juga harus mengajarkan keterampilan berpikir kritis, dan ujung tombak pendidikan literasi adalah Guru.
Dapat saya simpulkan secara spesifik bahwa sorang penulis harus mempunyai ide yang menarik, agar pembaca tidak merasa bosan ketika membaca artikel yang sudah dibuat oleh penulis . Kemudian menulis juga penting karena dengan menulis, kita bisa menuangkan ide lewat tulisan kita.
Dengan penguasaan bahasa adalah pintu masuk pendidikan dan pembudayaan nya. Ujung tombak pendidikan adalah Guru, yang mana guru merupakan tokoh awal dalam pembentukan literasi. Disini juga ada 4 dimensi rekayasa literasi, diantaranya : linguistik, kognitif, sosiokultural, dan perkembangan. Kemudian orang literat regular tidak sekedar membaca dan tulis, tetapi juga terdidik dan mengenal sastra. 

0 comments:

Post a Comment