Saturday, February 22, 2014


                                              
Indicator pada suatu bangsa digambarkan pada sebuah pohon, keberagaman setiap spesies atau genusnya itu akan berbeda. Hanya saja bagaimana kita merawat, memberi pupuk ataupun menyirami, itu semua akan sama kesamaan hidup yang berarti. Perbedaan ini sebagai konflik dalam trouble a friends, yaitu dalam spesies dan genus yang sama akan tetapi terlihat satu yang subur, hidup dengan hijau. Sedangkan konflik selanjutnya yang dipancing dengan suatu kebencian yang akan memacu datangnya benalu, sehingga bujuk datangnya mempengaruhi  kehidupan suatu pohon. Adanya inflasi di negara Indonesia tercinta, dapat memicu bongkahan hati yang gundah seketika meledak secara perlahan. Evaluasi dalam statementnya kurangnya penglihatan penuh dengan konflik penggambaran langsung dengan draw ataupun slide dan lain-lainnya.
Dalam buku yang ditulis oleh A. Chaedar Alwasilah yang berjudul : Classroom discourse to foster religious harmony. Jika Anda ingin mengetahui kualitas suatu bangsa, hanya melihat kualitas dan praktek sistem pendidikan. Bahwasannya benar terlihat dari kemajuan suatu bangsa dapat diukur dari kemajuan pendidikannya, karena suatu pendidikan yang merupakan sarana yang tepat untuk meningkatkan kualitas suatu bangsa. Opini saya Sudah tidak asing lagi kemajuan di beberapa negara di seluruh dunia ini tidak akan terlepas dari suatu kemajuan yang berawal dari yang terpenting yaitu pendidikan, yang kita tahu dalam suatu negara, pendidikan itu sebagai inventasi yang akhirnya seseorang yang akan memulai suatu apapun, akan datang dari pendidikan. My argument ibarat kita sedang berada disuatu toko sepatu akan tetapi kita akan mencari hiasan kamar, dan itu sama halnya suatu pendidikan tidak harus sesuai dengan atmosfir belajar yang sesuai dengan keinginan mereka. Jangan sampai praktek pengajaran membuat para siswa tidak sesuai ketika arrival dan landing in a class, itu pun dapat mempengaruhi suatu pengajaran yang kurang efektif.
Sekarang ini tujuan untuk menulis artikel yang penuh aspirasi ini , dukungan sosok pada  tanah air tercinta ini untuk begitu peduli dengan rakyat yang literate. Kecurigaan yang aneh, jika susah mencari pekerjaan dikarenakan harus mempunyai keterangan kelulusan setelah mengampuh pendidikan yang melalui beberapa prosedur dahulu. Dan itu juga sudah diyakini oleh negara kita tercinta ini, yakni kualitas negara bisa dilihat dari pendidikannya. Negara yang begitu mempentingkan adanya suatu pendidikan yaitu Finlandia,karena negara tersebut banyak membuka alokasi pendidikan yang cuma-Cuma dengan biaya pendidikan gratis dan pengajarnya pun hanya guru yang terbaik. Rendahnya pendidikan dinegara kita ini kurangnya alokasi dana yang seharusnya untuk mempentingkan pendidikan dan kebutuhan sekolah lainnya. Keterampilan dasar untuk lebih lanjut, mungkin maksudny dalam mengajar yang berkenaan dengan beberapa kemampuan atau keterampilan yang sifatnya mendasar dan harus diaktualisasikan oleh setiap pendidik dalam melakasanakan tugasnya. For example : penyesuaian itu penting, karena dimana kita bekerja kita akan menentukan nasib kedepan yang cerah. Melihat hal ini membuatku shock stadium akhir karena masalah yang dinilai sepele itu berbah besar dan berubah dalam hal yang member suatu masukan. Adapun didalamnya terdapat konflik social yang berkenaan dalam kehidupan lingkungan sekitar sekolah maupun rumah, itu akan membawa dampak negative.
Menurut Soerjono Soekanto, proses sosial diartikan sebagai cara-cara berhubungan yang dapat dilihat jika individu dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu serta menentukan sistem dan bentuk hubungan sosial. Hal ini kutipan artical Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak usia sekolah lebih memilih untuk berinteraksi dengan rekan-rekan mereka. Dalam konteks sekolah, itu adalah hubungan ini di mana menghormati rekan, bantuan, berbagi, dan umumnya sopan terhadap satu sama lain. Konsep interaksi dengan rekan sebaya adalah komponen penting dalam teori pembangunan sosial ( Rubin , 2009). Memang suatu hal yang tidak asing lagi bahwa dominan remaja saat ini kurang baik untuk diikuti, dalam konteks dalam sekolah nyatanya lebih perhitungan didalam mechine otaknya. Hal ini berawal dari mengasah supaya yang terlihat. Perjuangan bangsa ini berujung pada keterpurukan makhluknya yang apresiasi dalam diri dan hatinya. Bahkan kecenderungan ini dipengaruhi oleh diri seseorang dalam kerohanian atau keagamaan yang dangkal, jatuh akibat diri personalia tentang pendidikan yang dangkal. Kita harus terjun langsung jangan beranggapan kepada orang lain dengan cerita kebohongan dalam indikasi pemikiran pendidikan ataupun bersangkutan dengan keagamaan. Mereka sudah gemar menghancurkan yang berbeda atas nama tuhan.
Berbeda dengan statement Mohammad Nuh, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, mengatakan bahwa terdapat tiga penyakit sosial di dalam masyarakat yang mampu membawa kita kurang baik, apapun bangsanya itu pasti sangat tidak terpandang. Oleh karena itu tiga penyakit social itu menjadi musuh kita, dan secepatnya itu penyakit di basmikan karena akan cepat tertular.  Tiga penyakit sosial tersebut, pertama; kurang tahu, akibat kurangnya pengetahuan dapat berimplikasi yang sangat luar biasa, karena ketidak tahuan tersebut pengetahuan kita sangat terbatas pada suatu yang kita ketahui, akan memakan kesulitan pada keterampilan seseorang itu sendiri, bahkan kompetensi-kompetensi yang lainnya juga akan sangat terbatas. Kemudian penyakit sosial kedua; adalah kemiskinan, karena miskin itu berat dan tidak enak. Jadi rumus yang paling ampuh untuk memotong mata rantai kemiskinan tersebut adalah dengan pendidikan. Adapun penyakit sosial ketiga yaitu; kurangnya sosialisasi, sekarang ini Indonesia sedang terjebak dengan kurangnya bersosialisasi. Indikasinya dapat dilihat dari bahasa yang digunakan, yang saat ini sering sekali kita mendengar atau melihat banyak orang berbicara kasar. Penyakit sosial merupakan bentuk kebiasaan masyarakat yang berperilaku tidak sesuai dengan nilai dan norma sosial, sehingga menghasilkan perilaku yang tidak patut dicontoh bukan. Hal ini muncul karena kurangnya nilai-nilai agama. Dan kini kita harus membuang jauh-jauh tiga penyakit social itu. Hal ini beranggapan di dalam keterampilan dan perilaku siswa akan bergantung pada contoh atasan, alangkah lebih baik untuk terus mempunyai ambisi yang tinggi
Masyarakat di Indonesia memiliki perbedaan-perbedaan dalam identitas social, seperti identitas keagamaan. Pemikiran masyarakat yang mempunyai konsekuensi dalam kehidupan social yang mana akan adanya persaingan identitas dalam lingkup social. Dalam ruang lingkup identitas social menurut kita harus peka didalamnya, jangan sampai kepekaan kita terkubur dengan orang-orang yang merasa dirinya benar sendiri. Di dalam buku Classroom discourse to foster religious harmony, bahwasannya konflik sosial dan tidak harmonis dalam agama ini sebagai tantangan bagi pendidik untuk memberikan suatu hal yang lebih baik, tanpa adanya perbedaan yang dapat menciptakan generasi-generasi  sebagai negara yang demokratis yang terdapat pada UU Sisdiknas. Adapun dalam sosok penulis yang sama A. Chaedar Alwasilah judul lain yaitu politik bahasa dan pendidikan, bahwa di nusantara ini kita berdampingan dengan berlainan agama adalah warisan sejarah para leluhur kita. Dalam hal ini kita harus mewujudkan kerukunan beragama sejak usia dini, karena jika usia dewasa akan mudah berpengaruh pada hal yang tidak diinginkan. Selaras dengan contoh di Aceh, peristiwa di Sampit, Sambas, Ambon dan lain-lainnya yang kalau kita lihat sungguh sangat memalukan, memilukan hati dan perasaan kita. Dari contoh peristiwa yang tidak semuanya disebutkan itu, bagaimana menurut pendapat Anda? Pasti Anda tidak menghendaki peristiwa itu terjadi bukan? Karena peristiwa itu yang pasti akan menghancurkan masa depan anak-anak bangsa, serta harga diri bangsa. Pikiran kita tidak ingin semuanya terpecah belah begitu saja dengan konflik agama, dalam bangsa ini ingin tercapainya suatu keinginan dengan hidup nyaman, damai saling menghormati dengan bertoleransi satu sama lain. Kita ciptakan bangsa yang terdidik baik dalam agama maupun yang lain.
Menurut pemahaman berbagai persoalan yang berkaitan dengan agama yang sesungguhnya bukan karena agama yang gagal dalam mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan manusia, akan tetapi para pemeluk agamalah yang gagal dalam memahami dan memaknai agama yang dianutnya. Selanjutnya untuk melihat lebih objektif terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan agama, maka agama harus dilihat dari dua dimensi. Agama sebagai sebuah keyakinan yang dianut oleh sekelompok orang, baik secara individual maupun kelompok. Agama sebagai sebuah fenomena sosial. Agama sebagai sebuah keyakinan, akidah kemudian direduksi. Kalau itu terjadi maka akan timbul suatu masalah, terutama masalah pandangan dari kalangan yang berasal dari luar lingkungan sebuah agama. Sebaliknya juga agama sebagai sebuah fenomena sosial kemudian diinterpretasi sebagai doktrin agama itu sendiri sehingga timbul tudingan agama sebagai penyebab kerusuhan.
Tujuan ini untuk melatih logika kita untuk secara aktif cenderung fokus pada sebuah ide-ide yang relevan, agar lebih memberi dukungan dengan memfasilitasi kenyamanan untuk penumpang, semua akan mendapat giliran untuk tampil dengan berdiri dan berbicara. Pendidikan formal dapat diselesaikan untuk keberhasilan setiap individu, untuk mengangkat suatu prestasi pendidikan yang selayaknya di apresiasikan. Miris melihat pendidikan di indonesia ini terbelit kata kecewa, yang mana akan muncul konflik sosial didalamnya. Berdasarkan cerita tersebut bahwa itu adalah akar masalah dari konflik bukan persoalan agama, melainkan persoalan ekonomi, politik. Afrika Tengah, seperti diketahui merupakan negara yang terdiri dari 50 persen Kristiani, 35 persen agama tradisional dan selebihnya 15 persen Muslim. Dan kini, kaum minoritas menjadi target kekerasan kelompok milisi Kristiani. Dengan itu, untuk mengakhiri perang yang tak berujung ini, Presiden Djotodia memilih mundur dari jabatannya dalam surat kabar yang telah beredar. Dan kini agama selalu diperdebatkan dalam selubung politik untuk menggencarkan perpecahan, ini dianggap sebagai hal yang tidak mudah dipeengaruhi oleh para pengusaha dalam berpolitik, sebbnya setiap agama menyongsong perdamaian bukan malah adanya peperangan.
Gencar dengan konflik ini kembali hadir, yang mengganggu kohesi sosial akibatnya tidak terlalu percaya diri dalam kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat. Adanya suati kejadian disaat bersamaan membuat muncul terjadinta konflik antar gama besar didalamnya. (Homans Ali, 2004: 87) mendefinisikan interaksi sebagai suatu kejadian ketika suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang terhadap individu lain diberi ganjaran atau hukuman dengan menggunakan suatu tindakan oleh individu lain yang menjadi pasangannya. Adanya definisi interaksi ini akan berhubungan dengan suatu kegiatan atau activity, memperkuat pembicaraan, selamanya tidak akan maju dengan interaction juga. Sehubungan dengan kontak sosial dan komunikasi sosial, hal tersebut tidak berkenaan dengan fisik saja, dengan ini pendidik memberi kesempatan berinteraksi dengan yang lain untuk membagi tugas-tugas kelompok dan untuk melatih pemikiran kita dalam bersaingan suatu masyarakat yang demokratis.
Dikemukakan oleh Direktur Pendidikan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), Subandi Sardjoko. Menurut Subandi, Indeks tingkat pendidikan tinggi Indonesia juga dinilai masih rendah yaitu 14,6 persen, berbeda dengan Singapura dan Malaysia yang sudah mempunyai indeks tingkat pendidikan yang lebih baik yaitu 28 persen dan 33 persen. Di Indonesia kualitas SDM nya sudah cukup tinggal bagaimana cara pemerintah dan perguruan tinggi, dan ini akkan sebagai ajang berkolaborasi mencetak SDM yang hebat dan luar biasa, hasilnya akan mempengaruhi kualitas didiknya. Pendidikan kita ini sudah diambang kegagaln dengan kurangnya memberikan suatu amunisi bagi para siswa dengan kompeten, sebagian besar kekuasaan yang mendapatinya oleh politisi, merasa miris ketika itu mereka tidak memiliki kompetensi yang diharapkan. Masih ingat terjadi perilaku yang “tidak senonoh” dalam lingkup orang besar, terlihat tidak mempunyai etittude yang untuk dicontoh dengan berbicara kasar ataupun kotor. Itu yang terlihat suatu hal yang dapat memperburuk image bangsa kita.
Keunggulan dalam buku ini memprseskan suatu pendidikan tingkat tinggi yang dapat membangun amunisi yang luar biasa. Orang-orang tidak semuanya untuk menuntun kita, karena seseorang didalamnya pada dirinya miskin perilaku, sehingga politisi dan birokrat gagal untuk mendidik seluruh masyarakat, maka dari itu kini pendidikan harus benar-benar diberdayakan dengan mencetak anak-anak bangsa yang kaya ilmu, kaya kepercayaan agama, kaya perilaku atau sikap. Memulainya dari usia dini yaitu, SD dengan memberikan kesempatan kepada anak didik untuk mendorong suatu yang bermakna, yaitu adanya interaksi sesama agama atupun berbeda agama dan dengan etnis sosial yang berbeda satu sama lain.
Dalam suatu sekolah biasanya ada kebijakan dari tempat didik itu sendiri, atau yang dikelola oleh guru dan tenaga kerja yang berbeda itu akan memupuk suatu etnis sosial yang saling toleran. Dalam buku ini juga terdapat konteks saling toleran yang mana dalam sebuah sekolah harus adanya tempat ibadah dagi siswa dari semua agama yang berbeda. Dan kini akan membentuk suatu sekolah yang multicultural. Terkadang suatu pengajaran agama tellah banyak dikritik karena menekankan aspek ritual yang terlihat mistik, hal ini tidak memberatkan agama yang lain, inilah keberagaman dan keserasian antar umat beragama. Filsuf Amerika pendidikan , Emerson ( 1837 ) pernah berkata , " Seorang pria harus menjadi seorang pria sebelum ia bisa jadi petani yang baik, pedagang, atau insinyur. " Dalam hal ini menunjukkan pentingnya negara yang liberal dengan antusiasm masyarakat, untuk membangun usaha perjuangan kebebasan.
Mencakupi dalam pendidikan yang liberal melalui aliran dalam pendidikan dewasa ini yang mulai berfikir dalam memahami suatu makna dari pendidikan itu sendiri, kita kita berusaha menyesuaikan pendidikan dengan keadaan disampingnya, yaitu ekonomi dan politik untuk diluar hal dunia pendidikan. Mengubah mainset kita sebagai peserta didik dalam kompetensi peserta didik yang sudah dikuasai, upaya untuk menyesuaikan tuntutan pekerjaan dengan terbitnya kurikulum yang keluaran terbaru. Dalam konteks pendidikan liberal di Indonesia mereka memiliki pengetahuan yang mayoritas ada adalah bahasa dan budaya, terlepas dari kenyataan para petinggi, bawahan petani atau pengusaha  dan siswa haru diberikan amunisi pengetahuan yang lebih untuk memadai kenyataan yang ada.
Dengan demikian pendidikan liberal itu mempunyai tujuan yang dapat membebaskan siswa dari sikap yang ada terhadap orang lain, Pada dasarnya , dalam  insan kamil, yaitu orang yang ideal yang memenuhi kriteria untuk mengasumsikan setiap pekerjaan atau penunjukan sebagai warga negara yang demokratis. sistem pendidikan kita telah merusakkan sendi-sendi negara bangsa Indonesia, banyak sebagian media berbicara bahwa pendidikan bangsa ini sudah rusak adanya, dan termasuk didalamnya Depdiknas yang merupakan dari dua departemen terkorup di Indonesia, Departemen Agama selanjutnya, dari mulai yang terkecil maupun yang besar, yaitu dana beasiswa dan BOS, hal ini sudah bukan barang laama lagi sampai saat ini juga tersebar luas meruat. Ini sebagian efek negative yang muncul dipermukaan masyarakat. Indonesia saat ini bisa disebut dengan bangsa yang beradab dengan memiliki peradaban, Indonesia ini juga mempunyai keselarasan dalam berbagai perbedaan yang toleran dengan karakteristik yang begitu khas. Begitu pula dengan pendidikannya, karena Indonesia berbeda dengan negara yang lain, memiliki kebijakan local (local wisdom) yang jauh lebih memumpuni baik dari negara manapun. Semoga pendidikan di Indonesia ini berhasil, maka pendidikan dinegara tercinta ini harus mengutamakan berorientasi kepada kebijakan local dengan budi luhur yang dimiliki oleh negara ini.
Fisolofinya pendidikan yang liberal bermuara pada konsep modernisasi dibarat, karena itulah salah satu faktor yang sepenuhnya terhadap kebebasan individu. Ketika suatu pendidikan diperlakukan seperti pasar bebas, dengan meningkatnya permintaan pendidikan akan mengakibatkan mahalnya biaya pendidikan. Kini bangsa sudah kehilangan logikanya yang berfikir transparan, cara berfikir bangsa ini yang terbuka dan kritis semakin jauh dari lingkungan pendidikan dan dalam pembelajarannya. Bhinneka Tunggal Ika hanya menjadi sekadar patung atau gambar yang tertempel di suvenir Garuda. Terasa sedih yang kini sibuk dengan modernisasi yang membawa kita kurang baik untuk diikuti, terlihat tidak pantas untuk dilihat maupun ditonton dengan banyak link yang membuka luasnya modernisasi di Indonesia yang sudah terbebas diluar sana. Terbebas luas mengatur model baju, seragam sekolah, dan lain-lain, tetapi lupa bahwa pengalaman belajarlah yang paling penting harus terjadi di sekolah.
Akhir dari semua kenyatan bangsa Indonesia ini merekomendasikan bahwa banyaknya amunisi-amunisi baru dengan kebebasan berfikir dan kemerdekaan berpendapat merupakan impian banyak orang di dunia, Kompetisi misi agama harus berjalan secara sehat dan menaati hukum yang disepakati. Kita harus berlomba-lomba menjalankan kebaikan dalam umat beragama, didalam pentingnya suatu kerukunan hidup antar umat beragama adalah terciptanya suatu kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis, tidak adanya permasalahan agama yang mana adanya ingin seperti itu untuk menyatukan bangsa Indonesia yang hampir retak yang terlewat oleh zaman dengan stabilitas kemajuan negara. Masyarakat yang berpendidikan, ibarat kopiah dan sandal. Kopiah terlihat biasa tapi mempunyai arti yang luar biasa, dapat menghargai sebuah sandal karena dalam suatu agama atau pendidikan tidak dilihat mana yang pantas untuk mengikutinya. Akan tetapi itu semua tidak berarti begitu, jika seseorang yang mempunyai keseriusan akan lebih matang untuk belajar. So, akar pendidikan itu terasa pahit, namun buahnya akan terasa manis.











REFERENCES
Alwasilah, A. Chaedar. 2004. Politik dan Bahasa Pendidikan. Bandung. PT Remaja Rosdakarya.
http://belajarpsikologi.com/pengertian-interaksi-sosial diakses pada tanggal 21 Februari 2014 pukul 13.00 WIB
http://myquran.org/forum diakses pada tanggal 22 Februari 2014 pukul 19.00 WIB
Dewi Motik P, Toleransi dan cara Bergaul, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan,1997.



2 comments:

  1. Ide utama di par satu nyantol ga tuh ke bawahnya? kamu menggunakan karya Perez (2003) tapi nampaknya belum mampu menjadikan artikel kamu lebih berbobot ya

    ReplyDelete