Tuesday, February 18, 2014



Nama : Maftuhah Rizqiyah
Nim    : 14121310315
Kelas : PBI – B / IV
Class Review  2

              Pagi yang sangat cerah, Senin, 10-02-2014. Di pertemuan yang kedua ini dalam pembelajaran writing and conversation 4, Pak Lala seperti biasanya masih menjelaskan materi yang ada pada power point. Pada pertemuan kedua ini akan membahas tentang literasi, dan kenapa kita harus menulis?. Karena dengan menulis kita dapat menuangkan ide yang kita punya tentang banyak hal.
              Tentu dengan belajar yang  membutuhkan proses panjang. Saya pun harus yakin bahwa saya bisa melakukannya walaupun tantangan yang kita hadapi itu sulit.  Kemudian guru yang efektif  adalah salah sattu yang dapat membuat pilihan informasi tentang metode, material dan prosedur untuk di gunakan dalam kelas yang di dasarkan pada pemahaman yang jelas. Tentunya guru juga harus ada prakek dalam profesinya.  
              Untuk menulis itu sulit. Dalam menulis yang mana melibatkan pengubahan keterampilan dan pengetahuan tentang teks, konteks dan praktek. Dan contohnya seperti kajian apapun, kita harus selalu dilatih untuk praktek menulis, agar kita bisa menulis dengan baik. Dan bahasa pertama anda ( L1) adalah dasar untuk bahasa kedua. Dapat disimpulkan bahwa pentingnya kita sebagai pelajar untuk bisa menulis dan tidak menjadi plagiator. Dengan menulis kita bisa menuangkan ide yang kita punya, dan menjadi seorang penulis juga harus mempunyai topik  yang menarik. Tentu belajar juga harus dengan  hati yang ikhlas agar apa yang kita inginkan bisa terwujud.
                Pada pertemuan kedua ini Pa Lala masih menjelas power point, yang mana isinya dalam lembaran Hany Setiawan memberitahukan bahwa masyarakat Indonesia lebih statistik tidak  krisis lagi. Menurut setiawan masyarakat sudah krisis karena sudah update dalam internet secara langsung, menulis bukan secara formal dengan adanya jejaring sosial sudah bisa menulis. Setiawan yang meresensi buku terakhir dengan judul Rekayasa Literasi. Jadi hawe bertolak belakang dengan pak Haedar, menurut Pa Haedar  menulis itu  berbentuk artikel dan sedangkan menurut hawe menulis itu bisa dimana saja, seperti di jejaring sosial, update status akan mengasah keterampilan kita lewat  menulis.    
                 Pembelajaran writing pada semester 4 ini berbasiskan akademik writing yaitu bagaimana kita mampu untuk mengekspresikan tulisan kita yang bersifat ilmiah, akademis, dan writing yang bergerak pada area critical thingking, artinya teks yang disajikan tidak langsung, dan tidak langsung dibenarkan seluruhnya. Pada pembahsan berikutnya Pa Lala menjelaskan mengapa kita harus menulis ?. Pertanyaan ini bisa kita jawab beberapa alasan yang logis. Mengingat dengan tulisan, kita dapat mengeluarkan gagasan atau ide tentang banyak hal.
              Dengan menulis seseorang takan pernah mati karena tulisan itu cerminan dari diri kita. Secara spesifiknya, dalam writing kali ini kita akan bergerak pada area writing academic. Disamping itu kita menjadi multingual writing yaitu seseorang yang efektif  menulis dalam dua bahasa, dan menjadi kritikal reader dalam dua bahasa yaitu L1 dan L2 yang merubah kita dari student of  language menjadi student of  writing yang dapat memilih  sendiri pilihan informasi yang ia dapatkan. Mengikat disini menghubungkan 3 cara yang satu sama lain saling berkaitan. 3 cara tersebut adalah :
·         Ways Of  Knowing
·         Ways Of  Representation
·         Ways Of  Reproducing
             Ways of knowing. Menulis menginterprestasikan cara atau pendekatan yang kita gunakan. Ketika kita menulis di tuntut untuk mengetahui terlebih dahulu background masalah yang terjadi. Ways of representing. Menulis merpakan salah satu cara untuk mewakilkan, dan mencurahkan apa yang kita rasakan. Sedangkan Ways of reproducing experience. Pada dasarnya menulis itu memproduksi pengetahuan.
              Menuut Lethonen ( 2000 : 74 ), pembaca naik ke inti pembentukan atau penyusunan suatu makna. Teks dan pembaca tidak pernah berada secara bebas. Tapi sesungguhnya mereka ( teks dan pembaca ) satu sama lain menghasilkan (makna). Jika (reader) sedang mengkaji tulisan atau teks maka pada saat itulah dia sedang bernegosiasi dengan makna teks tersebut. Antara si penulis terdapat suatu keterkaitan. Mereka di ibaratan seperti dancer yang harus mampu menyesuaikan step per step setiap berirama. Reader – writer = Dancer. Yang mana harus saling melengkapi satu sama lain, saling membantu, karena itulah meaning akan terbentuk. Bagan dari barisan struktur teks seperti berikut :
  TEXT – KONTEKS – WRITER – READER  ”.
              Jadi meaning akan terbentuk dari keempat komponen tersebut ada. Dan sebuah sistem meaning akan terjadi ketika ada  writer,  reader, konteks dan teks. Jika kehilangan salah satunya maka akan hilangan meaning. Pendidikan bahasa harus melalui pendidikan literasi dahulu, lalu ada writer dan reader. Seseorang disebut pembaca hanya ketika sedang disugukan dengan teks. Penulis akan mati  karyanya jika tidak ada pembaca. Meaning akan terbangun jika ada kolaborasi antara writer-reader.

0 comments:

Post a Comment