Tuesday, February 18, 2014

Bukan Sembarang Pembaca
Di dalam kegiatan membaca sebagai rana untuk mengembangkan kreatifitas seni dalam membaca pengetahuan sangatlah penting, dengan membaca  seseorang akan mendapat berbagai macam konsep ilmu. Di sisi lain sebuah tulisan akan lebih hidup rohnya dengan adanya si pembaca, pembaca inilah yang akan menhidupakan nilai sebuah karya tulisan. Meskipun demikian seorang reader (pembaca) harus memiliki wawasan yang luas, karena seorang pembaca juga akan mempengaruhi apakah sajian yang sudah di racik dengan beberapa resep menulis yang di sajikan itu berkulitas, ataukah sajian hidangan yang di sajikan penulis kurang begitu sedap dengan bumbu-bumbu yang diracik. Dalam membaca berpikir kritis sebagai alat sebuah komentar dalam sajian tulisan sangatlah menentukan demi meningkatkan kualitas tulisan, agar hubungan antara penulis dan pembaca mempunyai ikatan yang sangat kuat, karena seorang penulis dengan tidak adanya pembaca akan mati roh dalam tulisan.
Berpikir keritis adalah salah satu skill yang harus di miliki oleh seorang pembaca, dengan berpikir mempunyai alasan, untuk mengkritisi sebuah tulisan yang di sajikan oleh penulis, dan juga berpikir kritis adalah kemampuan untuk menganalisis fakta,mencetuskan dan menata gagasan, mempertahankan pendapat, membuat perbandingan, menarik kesimpulan, mengevaluasi argumen dan memecahkan masalah (Chance,1986).

 menurut pendapat Beyer (1985) berpikir kritis adalah kemampuan pertama, menentukan kredibilitas msumber hukum kedua, membedakan yang antara yang relevan dari ketiga, membedakan fakta dari penilaian empat, mengidentifikasi dan mengevaluasi asumsi yang tidak terucapkan, liima,  mengidentifikasi bias yang ada, enam, mengidentifikasi sudut pandang, dan tujuh, mengevaluasi bukti yang ditawarkan untuk mendukung pengakuan.


Dalam berpikir kritis ada beberapa inti dalam berpikir kritis



Text Box: Inti berpikir kritis 
(critical thinking

 





                               
 
















  1. Interpretasi – kategorisasi, mengklarifikasi makna
  2. Analisis – memeriksa gagasan, mengidentifikasi argumen, menganalisis argumen
  3. Evaluasi – menilai klaim (pernyataan), menilai argumen
  4. Inferensi – mempertanyakan klaim, memikirkan alternatif (misalnya, differential diagnosis), menarik kesimpulan, memecahkan masalah,  mengambil keputusan
  5. Penjelasan – menyatakan masalah, menyatakan hasil,  mengemukakan kebenaran prosedur, mengemukakan argumen
  6. Regulasi diri – meneliti diri, mengoreksi diri

      Seiring untuk meningkatkan daya tarik seorang pembaca penulis juga harus memiliki konsep, salah satunya dengan memakai konsep ways of knowing  yaitu bagaimana cara seorang penulis mengetahui sesuatu yang akan di tuangkan ke dalam tulisan, konsep lain mengenai penulis yaitu representing yaitu bagaimana seorang penulis menghadirkan segala pengetahuan informasi dan pengalaman yang akan di sajikan dalam sebuah tulisan, konsep yang terahir yaitu reproducing yaitu mengahsilkan tulisan yang berkulitas dengan beberapa pengetahuan yang di dapat melalui membaca.

 










Seorang penulis bisa di sebut dengna penulis apabila dia itu menulis, bisa di analogikan dengan dengan chef, yang apabila di memasak berarti di itu chef. Seorang reader yang akan menentukan aroma tulisan sang penulis apakah menarik atau tidak, dan sesui tidak dengan konsep ilmuya, dengan memberikan sebuah komentar atau sebuah kritik. Membaca bukan hal yang sulit lagi di masa sekarang, masyarakat dapat membaca melalui beberapa media masa. Membaca sebagai kebutuhan pokok bagi setiap individu seperti di negara amerika yang warga negaranya berkontribusi dalam pembelajaran seumur hidup. Andai di negara indonesia dalam menerapkan budaya literasi  mewajibkan warga negaranya berkontribusi dalam pembelajaran seumur hidup. Tapi saya bangga akan sebuah jasa penjual koran yang rela demi meningkatkan mutu literat warga indonesian, walupun tidak seberapa harga koran tersebut, tapi nilai jual dalam hal pendidikan litersainya yang sangat luar biasa.

Jadi bisa di simpulkan pada class review yang kedua ini, yakni membaca merupakan kebutuhan setiap individu yang harus di pebuhi guna meningkatkan daya kebudayaan literasi. Dalam membaca konseo berpikir kritis dengan beberapa alasan yang relevan dan juga di dukung dengan alasan, sumber yang tepat. Kegiatan membaca memiliki beberapa inti diantaranya interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, penjelasan, regulasi diri. Dari inti berpikir kritis diatas di harapkan para pembaca dapat meningkatkan mutu dalam hal berpikir kritis untuk meningkatkan kualitas sebagai pembaca.

0 comments:

Post a Comment