Friday, February 28, 2014



Melihat sejarah peradaban umat manusia, bahwa bangsa yang maju tidaklah hanya mengandalkan kekayaan alam yang melimpah, tetapi juga dilihat dari peradaban tulisan atau penguasaan literasi yang mengubungkan peradaban dari generasi satu ke generai selanjutnya. Dalam sejarah Islam , salah satu sahabat atau Khulafaur  rasyidin Ali bin Abi Thalib bahwa sebuah ilmu lama kelamaan akan hilang. Dari itu beliau menganjurkan untuk mengikat ilmu dengan tulisan agar dapat dipelajari oleh orang lain ataupun ke generasi selanjutnya. Berarti Islam juga juga dari awal sangat menjunjung tinggi budaya literasi.
Literasi tidak hanya mencakup membaca dan menulis saja, tetapi juga soak praktik cultural yang berkaitan dalam soal social. Sehingga banyak para pakar pendidikan dunia memberikan definisi baru dalam memaknai literasi dan pembelajarannya. Seperti sekarang ini muncul istilahliterasi computer, literasi matematika, literasi IPA, dan lain sebagainya.
Model literasi menurut Freebody dan Luke, yaitu:
·       Memahami kode dalam teks, sehingga tidak hanya mampu memahami teks saja tetapi juga mampu memahami kode atau symbol yang terdapat pada teks (symbol society)
·       Telibat dalam memaknai teks, termasuk juga critical thinking ketika ia membaca, ia juga dapat berimajinasi akan teks yang dibacanya
·       Menggunakan teks secara fungsional
·       Melakukan analysis dan mentrasformasi teks secara kritis
Dari ke empat literasi dalam perannya, dapat disimpulkan menjadi poin-point, yaitu: memahami, melibat, menggunakan, menganalisis dan mentransformasi. Keempat point-pint tersebut saling berkesinambungan sehingga ketika dapat di lakukan kesemuanya, itulah hakikat dari berliterasi secara kritis.
Ruang lingkup dari literasi sangatlah luas, seyoginya orang yang berliterat mampu menjadi warga negara yang efektif dan juga mampu mengembangkan segala potensi yang ada pada dirinya. Sebaliknya, orang yang tidak berliterat mereka tidak akan mampu memahami bagaimana berinteraksi terhadap sesama, terhadap yang orang dibawah umur atau yang lebih dewasa dibandingnya secara efektif. Tidak akan mudah beradaptasi di lingkungan yang baru, mereka juga tidak akan mudah menggali potensi yang ada pada dirinya, yang dapat menjadikannya sukses.
Ujung tombak pendidikan literasi adalah guru (Chote an Chan 1994 dikutip dari Alwasilah 2012) peran seorang guru yang sangat dominan bagi peserta didiknya karena guru adlah sebagai panutan. Mereka pula yang menentukan suksesnya sebuah pendidikan dari generasi satu ke generasi lain. Seorang guru harus mempunyai fitur: komitmen professional, peran seorang guru bukan hanya sebagai fasilitator atau hanya memberi materi, tetapi guru juga berperan sebagai motifator yang dapat mendorong peserta didiknya untuk selalu belajar dan berusaha. Fitur ke dua yaitu komitmen etnis, dan reflektif, efikasi diri,pengetahuan bidang studi, dan juga keterampilan literasi dan numerasi.
Dalam rekayas literasi, di harapkan menjadikan manusia hususnya kita sebagai pelajar agar terdidik dan mampu berbudaya lewat penguasaan bahasa asecara optimal. Dengan pendidikan bahasa, melatih siswa berfikir kritis, karena bahasa merupakan alat berfikir. Dari penguasaan bahasa itulah yang merupakan pintu masuk menuju ke pendidikan dan juga pembudayaan.
Pada konteks menulis secara akademis, seperti yang sekarang kita pelajari yang perlu direkayas adalah pertama ketika kita menjadi writer 1) membaca, 2) merespon, 3) re-read, 4) re-write dan 5) diskusi. Proses tersebut yang harus kita lakoni tidak lepas denagn critical thinking.
Merekayasa membaca dan menulis terdapat empat dimensi, yaitu: linguistic, kognitif, sosiokultural dan juga ada perkembangan. Jadi, yang pertama menguasai bahasa terlebih dahulu, agar tidak terjadi misunderstanding, dan memudahkan langkah selanjutnya.
Seperti yang di jelaskan di powerpoint, di sana terdapat beberapa element ketika kita menulis secara akademis.
o   Kohesi, yaitu gerakan halus antara kalimat dan paragraph. Jadi, di dalam suatu paragraph kalimat satu dengan kalimat lain tetap dalam satu aliran, begitu juga dai paragraph satu ke paragraph yang selanjutnya
o   Kejelasan, makna yang akan di jelaskan harus di sampaikan secara mendetail dan jelas
o   Urutan logis, yaitu menulis dari urutan yang umum kemudian ke yang lebih khusus
o   Konsistensi, keseragaman dalam menulis
o   Kesatuan, kesatuan mengacu pada pengecualian informasi yang tidak secara langsung berhubungan dengan topic yang dibahas
o   Keringkasan,  yaitu keekonomisan dalam menggunakan kata-kata , tidak perlu banyak basa-basi tetapi langsung ke pada inti atau yang di tujunya
o   Kelengkapan, informasi  yang berulang-ulang atau yang tidak perlu mesti di hilangkan
o   Ragam, membantu membaca dengan menambahkan beberapa bumbu dalam teks
o   Formalitas, menggunakan bahasa baku dan struktur bahasa.
Peran literasi yang bukan sekedar membaca dan menulis, tetapi juga di harapkan dengan literasi manusia (hususnya pelajar) mampu berbahasa denagan fasih, efektif dan juga kritis. Selain itu juga mampu memproduksi dan mereproduksi ilmu pengetahuan. Menulis secara akademis seharusnya mampu kita kuasai karena kita sebagai calon sarjana. Ini merupaka salah satu bentuk persiapan kita pula ketika memulai untuk menulis artikel dan skripsi.
Pada zaman sekarang ini, berbagai alat dan informasi yang canggih bermunculan. Semata-mata karena mereka berperadaban tinggi dalam masyarakat literat. Ini merupakan  tonjokkan yang kuat untuk kita sebagai pelajar dan calaon pengajar. Berusaha menjadi manusia yang ideal, manusia yang mampu berinovasi, manusia yang tidak ‘budek’  akan informasi yang di luar, agar kita mampu mempersiapkan diri menghadapi perkembangan zaman yang semakin pesat ini. Kita juga sebagai masyarakat yang multicultural, sudah menjadi kewajiban kita untuk saling menghormati satu sama lain, mampu menciptakan kerja sama yang baik antara pengajar dan pelajar. Dengan sepeti itu pendidikan akan berfungsi sebagaimana mestinya. Kita harus berusaha untuk pencapaian literasi dalam praktik kutural yang berkaitan dengan persoalan social agar siap menghadapi perkembangan selanjutnya. Terimakasih.

0 comments:

Post a Comment