Tuesday, February 18, 2014

Media Sebagai Ajang Literasi
Dalam kehidupan sehari-hari seseorang tidak lepas dari adanya sebuah media, setiap sudut pandang di manapun sering di jumpai sebuah media salah satunya media internet, keberadaanya dapat mudah di akses oleh semua orang. Media internet ini salah satu langkah untuk mempermudah gerakan literasi, karea mudah di akses, sebagai penunjang gerakan literasi sebagai kunci pembuka jendela dunia. Media masa juga berperan dalam mengasah kemampuan intelektual dalam hal menambah wawasan, menambah daya berfikir dan menambah sebuah konsep ilmu.

Secara ringkas dan komprehensif, sonia livingstoen (2003) menjelaskan bahwa literasi media adalah kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi dan mengkomunikasikan pesan dalam berbagai bentuk media. Melalui pendidikan bermedia di harapkan seseorang dapat mereflesikan nilai-nilai pribadinya, serta menguasai ilmu teknologi , untuk sebuah kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah dan kreatif, mendorong demokrasi. Menurut (bucking ham, (2004) pendidikan media dapat di jalankan melalui beberapa model diantaranya yaitu pertama, protectional model dalam hal ini penonton harus memilih tontonan yang baik, menghindari tontonan yang bersifat buruk. Kedua, uses and gratification adalah model yang mengandalkan penonton bahwa penonton adalah untitas aktif, yang memiliki kemampuan yang luar biasa untuk memilih dan memilah sendiri konten media. ketiga,  cultural studies model yang beranggapan bahwa pengertian budaya sangat luas dan mencangkup lingkungan sosial. Sehingga bukan hanya megetahui semua conten dalam media tapi juga bisa mempelajari kebudayaan dalam conten media masa. Keempat, active audience model (inquiry model), metode ini yakin bahwa audiens mampu menginterpretasikan konten media berdasarkan latar belakang pengetahuan yang dimiliki latar belakang sosial dan cultural yang berbeda akan memahami media dengan cara berbeda.
Dari model-model diatas para pembaca di indonesia di harapkan mampu menerapkan literasi melalui media masa, dalam hal ini internet, sebaga salah satu ajang literasi bagi semua penggunanya. Setelah melihat konsep pendapat menurut (buckim ham, 2004) yaitu mengenai pendidikan media masa yang dapat di jalankan melalui 4 model berikut ilustrasi peta konsep mengenai hal tersebut.

Buckim ham, 2004
Pendidikan media masa
Di jalankan melalui 4 model
 









                                                                                                                                  





Dalam sebuah konsep literasi literasi sebagai modal untuk mengembangkan kemampuan literasi sangatlah berpengaruh, karena menjadi sumber kekuatan seorang penulis dan pembaca. Informasi yang di dapat banyak yang terdapat dari media di antaranya koran, majalah, artikel dan media internet yang menjadi salah torikoh atau jalan menuju sebuah kegiatan literasi, saya tertarik dengan istilah ketrampilan dasar melek informasi yang tidak lain adalah kemampuan untuk mengakses, mengevaluasi, dan menggunakan informasi.
Konsep “literasi informasi” di perkenalkan pertama kali oleh paul zurkowski, presiden informasi industry association dalam proposalnya yang di tujukan pada nasional commision on libraries and information science (NCIS) di amerika serikat pada tahun 1974. Proposal tersebut merekomendasikan tentang di mulainya sebuah program nasional untuk pencapaian masyarakat melek informasi dan juga pendapat lain beliau  mengenai masyarakat melek informasi   yaitu “masyarakat yang mampu dan terampil dalam menggunakan sumber informasi dalam bidang pekerjaan mereka dapat di katakan sebagai masyarakat melek informasi”.
State university of newyork memberikan definsi literasi informasi sebagai kemampuan untuk mengenali saat informasi dibutuhkan, di tempatkan, di evaluasi untuk kemudian di gunakan secara efektif dan sekaligus mengkomunikasikanya kedalam berbagai bentuk dan jenis. Banyak berpendapat bahwasanya peradaban masyarakat kedepan adalah masyarakat informasi (informasi society) di mana masyarakat sudah menjadi kebutuhan utama sebagai interaksi antar manusia, sudah berbasis teknologi informasi, karena pada masa ini masyarakat dapat mudah mengakses, atau mempublikasikan dengan dengan mudah. Walaupun demikina masyarakat informasi mengalami kebingungan memilih informasi atau sumber yang layak untuk di kutip, karena banyak orang yang sudah memposting kan argumen atau artikelnya dan muncul sebuah rasa khawatir dengan informasi yang diaksesnya
Dalam literasi informasi (literacy informasi)yang sudahmenjadi suatu perhatian yang utama dalam hal pendidikan, saya termotifasi dengan negara amerika yang warga negaranya, berkontribusi dalam mencapai pembelajaran seumur hidup. Informasi literasi penerapanya bukan hanya sekedar pengetahuan yang berada dikelas tapi juga praktek langsungpada diri sendiri dan lingkungan masyarakat guna menunjang literasi informasi.


 







Text Box: Praktek lingkunganText Box: Pengetahuan di kelas  



Literasi juga memiliki beberapa elemen dalam menggunakan informasi dalam berbagai bentuk, ada beberapa jenis berliterasi yang berperan dalam elemen literacy information.

1.      Visual literacy
Kemampuan memahami dan menggunakan sebuah gambar, termasuk juga kemampuan brpikir, belajar.
2.      Media literacy
Kemampuan warga negara untuk mengakses, menganalisi dan memproduksi informasi untuk hasil yang spesifik.
3.      Computer literacy
Kemampuan untuk menciptakan dan memanipulasi dokumen dan data dengan menggunakan perangkat lunak.

4.      Digital literacy
Keahlian yang berkaitan dengan penguasaan sumber dan perangkat digital.
5.      Network literacy
Kemampuan untuk mengakses, menempatkan dan menggunakan informasi dalam dunia berjejaring misalnya media internet.

Jadi setelag mengkaji beberapa literasi yang dilihat dari sudut media masa, ada beberapa manfaat dalam meningkatkan skill literasi dalam ajang peningkatan mutu literasi. Dalam mengguankan media sebagai ajang informasi seorang pembaca dalam menggunaka inforamsi ada beberapa model yaitu protectional model, uses and gratification, Curtural studies, Active audience. Pada masa sekarang ini konsep literasi lebih menuju masyarakat informasi di mana masyarakat lebih banyak menggunakan media sebagai ajang literasi karena penggunaanya mudah di manapun dan kapanpun kita bisa mengakses.





0 comments:

Post a Comment