Thursday, March 6, 2014

11:49 PM
4th Class Review
Interaksi Pedagogi
            Pencapaian yang salah adalah satu hal yang sangat disayangkan, ketika kita telah sampai pada satu pencapaian yaitu menulis ‘critical review’ ada satu kepuasan di dalamnya namun setelah menulis biasanya rasa khawatir selalu mengikuti, entah itu takut akan pertanyaan dosen di pertemuan berikutnya atau takut tidak bisa mempertanggung jawabkan sebuah tulisan. Sesuatu yang disayangkan itu adalah gerbang utama yang dimasuki adalah bukan yang seharusnya kita masuki, dari judul ‘classroom discourse to foster religious harmony’ yang digaris bawahi adalah ‘religious harmony’ kebanyakan orang membahas tentang itu karena memang mengambil tema yang fokus pada hal itu tanpa melihat kata  pertama judul yaitu ‘classroom discourse’ saya sendiri mengaggap classroom discourse itu  adalah satu cara untuk mendorong atau melaksanakan keharmonisan antar umat beragama tanpa mengkaji apa itu classroom discourse dan ada apa di dalamnya.
            Pada pembahasan classroom discourse tidak banyak yang  saya ketahui tentangnya, apa yang disampaikan dosen sebagian ada yang aku jawab ‘oh’ namun banyak juga yang sama sekali tidak saya ketahui sebelumnya. Sejauh yang dapat saya yang pahami dan sedikit yang saya ingat bahwa classroom adalah proses interaksi yang terjadi di dalam kelas. Sebuah interaksi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:



           
Interaksi yang terjadi itu adalah interaksi pedagogi (bersifat pendidikan). Sebagaimana telah digambarkan di atas interaksi itu dapat terjadi pada guru dengan siswa, atau siswa dengan siswa. Interaksi yang terjadi dianataranya didasari oleh beberapa aspek, aspek itu adalah sebagai berikut:
Clasroom Discourse
·         Background
·         Communicatioun starategies
·         Goal driven
·         Meaning making practice
Keempat dasar interaksi itu yang pertama adalah background, background maksudnya yaitu latar belakang apakah itu latar belakang etnis, ras agama maupun ekonomi.
Interaksi berdasarkan background itu sudah pasti  terjadi karena tidak semua orang berasal dari background yang sama.’we life in differences’ ada suku sunda, jawa, minang dan lain-lain, ataupun agama yang mana tidak hanya satu agama yang diakui di indonesia. Dari kesemua perbedaan itu kita berinteraksi.
            Selanjutnya dasar yang kedua ‘communication strategies’ yang mana setiap orang mempunyai cara berkomunikasi yang berbeda-beda dan hasinya akan muncullah interaksi ;komunikasi yang beragam dan memiliki keunikan.
Goal driven, yang saya pahami dari kata ini adalah dasar interaksi yang bermakna tujuan seseorang dalam berkomunikasi, mungkin jika benar saya berpendapat ini dapat dicontohkan dengan maksud seorang berinteraksi dengan yang lain ada yang bertujuan untuk sekedar basa basi, menyapa ataupun yang memiliki tujuan yang serius.
            Dasar interaksi yang terakhir yaitu meaning making practive, ini berkaitan dengan praktek dalam komunikasi atau mungkin juga retorika. Setiap orang mengartikan interaksi / komunikasi berbeda-beda dan dengan cara yang berbeda. Maka dari itu kita harus bisa mengatur gaya dan cara berbahasa atau lebih tepatnya retorika (mengatur retorika).
            Di dalam sebuah interaksi pedagogi maka akan terjadi sebuah komunikasi / pembicaraan “Talk” yang mana di sebutkan dalam buku tentang Analisis Classroom discourse dikatakan mempunyai empat aspek sebagai bagian dari “Talk” yang keempat aspek itu tidak hanya berkaitan dengan C.D (classroom discourse) namun ada kaitannya pula dengan Religios Harmony, krena sebagaimana yang disebutkan tadi bahwa interaksi didasari background dan pastinya bahasanya tidak lepas dari ‘Religios Harmony’.
Dapat diketahui bahwa aspek yang berkaitan itu ada yang muncul dari Religious Harmony ada juga yang keluar dari pembicaraan ‘Talk’. Yang keluar dari aspek Religious Harmony yaitu mutual understanding, mutual understanding dilahirkan oleh dua orang yang saling berkomunikasi berdasrkan background yang berbeda namun menunjukkan suatu keharmonisan dan dengan itu maka akan hadir sebuah rasa saling memahami satu sama lain.
            Kedua yaitu academic achievment yang berarti pencapaian akademik, bisa dimaksudkan dengna pencapaian suatu komunikasi yang diharapkan yang mana kedua orang yang berinteraksi tentunya memiliki tujuan tertentu dalam komunikasinya.
Selanjutnya yaitu local differences yng berart perbedaan lokal yang mana perbedaan ini pasti ada di antara dua orang yang berinteraksi. Local differences ini hadir dari ‘Talk’ yang merupakan pembicaraan yang berlangsung.

Aspek terakhir yang berkaitan dengan classroom discourse yang keluar dari ‘Talk’ ialah reasons atau alasan, setiap orang mempunyai alasan untuk melakukan interaksi dengan yang lainnya, alasan inilah yang menjadi salah satu aspek dari classroom discourse. Kesemua aspek ini saling berkaitan dan kempat empatnya lahir dari clasroom discourse yang dilaksanakan dalam interaksi sesama.

0 comments:

Post a Comment