Sunday, March 9, 2014





Nama : Maftuhah Rizqiyah
Kelas  : PBI – B / IV
Nim    :1121310315
Class Riview  IV
Pagi yang cerah untuk menuntut ilmu, dengan cuaca yang mendung tapi saya semangat untuk menuntut ilmu. Tantangan pun datang, saya harus belajar writing dengan pengorbanan harus berangkat lebih pagi. Dengan masuk jam 07.00 wib, membuat saya teringat dengan masa sekolah waktu di MAN. Ketika saya siap untuk belajar writing ini tentu dengan persiapan yang sangat matang, dan di dalam kelas Pak Lala menjelaskan tentang materi class discourse and religion harmony. Dalam class discourse ini kita lihat dari sejauh mana hasil latihan kita, dan dari keseriusan kita dalam mengikuti peperangan ini yang harus membutuhkan semangat yang tinggi.

Berperang dalam dunia writing yang mana membutuhkan banyak cara untuk mengkritik sebuah artikel. Artikel dari pa lala yang harus kita komentari oleh setiap siswa, dan opini yang berbeda dari setiap siswa walaupun bahan nya sama tetapi cara penyampaian nya akan berbeda-beda. Kemudian dengan tugas itu dan akan diberikan komentar oleh pa lala, dengan sebuah kritikan itu membuat saya harus banyak belajar giat, mempelajari dan berubah lebih baik lagi.
Akan tetapi kita harus sanggup untuk memerangi peperangan ini dengan lebih baik, dan berbobot isinya, serta berusaha untuk menjadi masterpieces yang di inginkan oleh pa lala. Dengan tantangan tersebut kita harus berani dan kuat untuk menghadapinya. Dari rasa kekompakan serta semangat yang tinggi maka kita akan berhasil, dan kitapun tida boleh lemah.
Sebelum pada pembahasan materi yang sudah dijelaskan, kita harus belajar dari pengalaman dahulu. Dalam pembahasan lalu sebelum pa lala menjelaskan materi dan untuk memeriksa tugas siswanya. Tetapi jawaban dari setiap siswa itu berbeda dan membuat pa lala merasa kecewa. Disini saya akan membahas pada materi Pada materi class discourse and religion harmony. Class discourse ini membahas pada pembelajaran dikelas yang didalam nya terdapat adanya interaksi. Kita sebagai makhluk sosial tentu membutuhkan adanya interksi, baik dengan orang, lingkungan.
Literasi menurut (Hyland), literasi yang mana pada pertemuan minggu kemaren dengan membuat critical review tentang class discourse yang didalamnya membahas apa yang terjadi dilingkungan kita.  
Discourse terdapat dua kenten yaitu “ teks ” dan “ konteks ”. Class room adalah sesuatu yang komplikated yang mampu berinteraksi dengan teman sebaya. Interaksi juga bisa dilihat dari segi :
·         Background
·         Communicative strategis
·         Goal – driven
·         Meaning making practies.
Kita bahas dalam konteks background dahulu, background yaitu latar belakang seorang guru yang meliputi language, social culture dan ekonomi. Kemudian communicative strategis yaitu komunikasi dalam berbicara, dalam dilakukan oleh murid yang berkomunikasi dengan gurunya. Goal – driven yaitu murid yang harus aktif ketika sedang pembelajaran dikelas dan berhubungan efektif siswa, kemampuan kognitif serta harus dikembangkan didalam kelas maupun diluar kelas. Meaning – making practies yaitu kemampuan yang kita miliki harus mempunyai meaning, karen segala sesuatu ada di meaning.
           
Beralih pada pembahasan Religious Harmony atau kerukunan dalam beragama, yang didalam nya terdapat nilai-nilai dan ada nya rasa sikap toleransi terhadap sesama. Dengan adanya rasa toleransi tersebut akan muncul rasa saling menghargai, menghormati antar sesama. Lalu apa sih pengertian dari class room discourse ?. hal tersebut ada pada buku class discourse analisis By Betsy Rimes tahun 2008,  maksud dari class room discourse analysis is one way to take the anthropological perspective because it provides thr tool needd to step outside our own position in interaction in class room and see multiple slide of any discussion, cover, lesson, and soon.
Tentu ada alasan untuk membangun class room discourse analysis adalah supaya guru dapat memahami masalah apa yang terjadi didalam kelas. One goal is understanding those multiple voice and the people behind them. Ada bebarapa cara dalam class room discourse diantaranya :
Ø  Recoding
Ø  Viewing
Ø  Transcibing analysis intrances in class room
Ø  So on
Terdapat banyak manfaat ketika kita mempelajari analisis wacana kelas yaitu untuk memahami secara umum, dan berkomunikasi dengan orang lain. Fungsi wacana berbeda dalam konteks yang berbeda juga. Definisi tentang wacana sebagai bahasa digunakan berdasarkan ide yang fungsional. Menurut     M. A.K Halliday, yang menekankan bahwa bentuk yang berbeda dan fungsi yang berbeda. Beberapa kata menunjukkan pertanyaan yang menggambarkan, mengkritik, serta memecahkan masalah atau membuat penghinaan. Dengan fungsi yang bervariasi di konteks sosial yang berbeda.
Menurut African English America, analisis wacana kelas dapat membawa guru dan perhatian siswa dengan konteks yang berbeda dimana kata yang digunakan sesuai dengan fungsi bahasa lain.
Dapat disimpulkan bahwa dalam class room discourse terdapat literasi yang bervariasi, yang didalam nya terdapat konteks dan teks yang berbeda. Tentu ada cara agar guru bisa menguasai suasana kelas, dengan melakukan interaksi antara guru dan siswa. Kita lihat pada Prof. Halliday bahwa fungsi wacana berbeda di konteks yang berbeda. Definisi tentang wacana sebagai bahasa yang digunakan berdasarkan ide dari yang fungsional, serta penekanan bentuk yang berbeda akan memiliki fungsi yang berbeda juga. Dalam religion harmony juga didalam nya terdapat volues dan idiologi.
 

0 comments:

Post a Comment