Saturday, March 1, 2014

11:05 PM
1


Menulis merupakan suatu displin ilmu yang sangat penting dalam belajar. Karena dalam menulis, seseorang akan lebih mudahnya dalam mengingat pelajaran-pelajaran yang sudah dialaminya, dikarenakan sudah terlihat (dicatat) dalam bukunya. Menulis juga membuat kreatifitas kita akan semakin tinggi, dalam daya nalar dan menerapkan sebuah permasalahan-permasalahan yang baru. Begitu banyak sekali kalau kita kaji manfaat dari menulis itu. Jadi pada dasarnya, menulis itu suatu hal yang sangat penting bagi kalangan pelajar/mahasiswa.
Memang karena menulis kita akan membantu merubah dunia untuk lebih baik dan maju lagi, akan tetapi dimasyarakat kita masih kurang begitu maju dalam konteks menulis. Oleh karena itu, sedikit demi sedikit kita melangkah dan berusaha untuk membuktikan pada dunia bahwa di Indonesia juga berperan aktif dalam menulis.
Buku memiliki peran penting bagi peradaban umat manusia. Berbagai perubahan sosial besar di dunia ini banyak bermula dari hadirnya sebuah buku. Dalam setiap buku seringkali terdapat sejumlah pikiran cerdas yang kemudian bisa mempengaruhi cara berpikir dalam masyarakat tertentu. Ungkapan “buku dapat merubah dunia”  memang benar adanya karena buku merupakan cakrawala dunia, dari bukulah kita mempelajari segala sesuatu dan buku juga dapat merubah pola pikir seseorang.
Buku memiliki kekuatan yang amat dahsyat untuk mengendalikan dunia, buku juga menjadi pintu gerbang yang membawa kita memasuki dunia baru dan menyadarkan kita siapa diri kita yang sesungguhnya sejak dunia dijadikan. Semua peristiwa terangkai indah dari zaman manusia prasejarah sampai manusia modern tertuang di dalamnya. Walaupun wujudnya sederhana yang hanya berisi lembaran kertas tergores tinta, namun buku bisa menyampaikan banyak hal, pesan para penulis kepada pembacanya.
Buku adalah sumber ilmu, inspirator dan motivator yang kokoh, mengajari banyak hal, sanggup merubah manusia dan dunia. Ketika kita membuka sebuah buka, kita telah membentangkan cakrawala luas dan membuka diri kita untuk sebuah dunia baru yang sebelumnya tidak terpikirkan ataupun terlintas di benak kita. Buku akan lebih berharga dari apapun, sanggup membentuk siapapun, mampu menampung sejarah panjang manusia, bumi beserta isinya dan juga tentang sang pencipta. Dengan terbiasa membaca buku, hal tersebut dapat mencerdaskan anak bangsa dan membangun negara. Sebuah bangsa yang maju akan mengakui bahwa bukulah guru yang terbaik, yang menjadikan kita seperti hari ini.
Dengan kemajuan teknologi seperti sekarang ini, telah membuat sejumlah kalangan memandang buku dengan sebelah mata. Secanggih apapun dunia ini, buku harus tetap mendapatkan tempatnya di hati kita. Teknologi digital juga mempunyai kekurangan walaupun sekilas tampak begitu hebat namun tidak akan bisa menjanjikan sepenuhnya bisa di wariskan ke generasi penerus kita. Lembaran kertas yang tergores tinta akan tetap bertahan dan akan terus menceritakan kisah dunia turun-temurun. Melihat peran penting buku bagi peradaban manusia, UNESCO menetapkan bahwa tanggal 23 April adalah hari buku sedunia. Dunia akan selalu ada di genggaman kita apabila kita membudayakan membaca dan menambah khazanah ilmu pengetahuan.
Howard Zinn dalam tulisannya yang berjudul Speaking Truth to Power with Books yang berarti berbicara kebenaran kepada kekuasaan dengan buku.  Zinn mengatakan bahwa ia bisa menjadi orang yang sadar sosial dan seorang aktivis karena buku – buku yang telah ia baca. Zinn beranggapan bahwa jika buku mampu mengubah hidup seseorang dengan cara mengubah kesadarannya, maka tidak menuntut kemungkinan buku mampu mengubah dunia.
Buku telah menginspirasi banyak orang besar untuk merubah dunia. Betapa pentingnya buku bagi kehidupan masa depan manusia. Banyak  manusia-manusia hebat karena mereka adalah orang-orang kutu buku. Terbukti di Indonesia tokoh-tokoh besar seperti Bung Karno adalah orang-orang yang sangat kutu buku. Buku-buku telah mengilhaminya untuk merubah bangsanya menjadi lebih baik. Kelahiran kemerdekaan negeri ini adalah karena pemikiran yang hebat yang telah mengilhami Bung Karno karena wawasan yang luas dari hasil bacaannya.
Bagaimana anda melihat negeri Jepang yang pada perang dunia hancur lebur namun dalam sekejab menjadi raksasa ekonomi dunia. Ternyata rakyat Jepang adalah orang-orang yang gila ilmu pengetahuan. Perpustakaan-perpustakaan hampir di semua daerah bermunculan. Buku telah menginspirasi masyarakat Jepang menjadi negara maju. Yang menarik untuk dicermati dalam hal ini adalah Jepang yang sebelumnya hanya sebuah bangsa yang terisolir dari dunia luar, kini mampu tampil menjadi salah satu peradaban cemerlang. Ini adalah salah bukti bahwa betapa pentingnya buku bagi kehidupan. Melalui buku juga kita bisa mengetahui tentang fakta-fakta kehidupan, terutama dalam ruang lingkup sejarah.
Sejarah bukanlah apa yang terjadi, tapi cerita tentang apa yang terjadi . Dan selalu ada versi yang berbeda, cerita yang berbeda, tentang peristiwa yang sama. Satu versi mungkin berputar terutama di sekitar serangkaian fakta tertentu sementara versi lain mungkin meminimalkan fakta atau tidak memasukkan fakta sama sekali. Howard zinn adalah salah seorang sejarawan yang berani mengungkapkan fakta mengenai Christoper Columbus melaui bukunya yang berjudul A People’s History of The United State.

Berbicara kebenaran melalui buku sebagai bukti yang dapat dipertanggung jawabkan keabsahannya atau valid ( referensi yang jelas ). Buku mengoperasikan dalam banyak cara untuk mengubah kesadaran seseorang. Dengan membaca, seseorang dapat mengetahui bahkan menemukan realita atau fenomena kehidupan. seseorang tahu tidak hanya dari mendengar saja, melainkan harus Tahu fakta, yakni dengan cara membaca teks. Menulis dan membaca merupakan suatu media yang dapat membuat perspektif atau pandagan seseorang terbuka.
Ketika suara diproduksi maka akan langsung hilang pada saat itu juga kecuali jika suara tersebut direkam, ia akan bisa diperdengarkan kembali. Hal tersebut bisa diimplikasikan pada Sejarah. Sejarah jika hanya direpresentasikan melalui mulut ke mulut tanpa ditulis, ia akan hilang. Ilmu pun jika tidak diikat dengan tulisan, ia akan hilang, jadi tulisan merupakan suatu media untuk mengikat pengetahuan yang diperoleh baik melalui komunikasi verbal ( Lisan ) maupun dokumental ( tulisan ). Menguasai teks dapat memanipulasi atau memutar-balikkan sejarah ( dunia ).
Wacana ini menekankan tentang kesadaran pembaca (People Consciousness). Contohnya seorang Colombus Christopher Columbus(1451-1506), navigator Spanyol Italia yang berlayar dari barat melintasi Samudra Atlantik dalam mencari rute ke Asia, tetapi mencapai ketenaran dengan membuat pendaratan di Amerika sebagai gantinya. Yang dianggap seseorang yang pertama kali menemukan benua Amerika. Hal tersebut membuka perspektif para pembaca. Tetapi disisi lain, ada yang berpendapat bahwa Colombus bukanlah seorang pahlawan tetapi pembunuh yang kejam bagaimana ketika beliau membunuh suku kulit hitam seperti suku Indian di Amerika dan beliau adalah orang yang tamak. Buku juga bisa menimbulkan powerful reader dan powerful effect. Dimana Howard zinn beranggapan bahwa Colombus itu seorang Komunis, penjahat, orang yang serakah, pembunuh, penindas kelompok ras hitam yang ada di benua amerika.
Pada tanggal 12 Oktober 1492, dua dunia yang tidak dikenal saling bertemu untuk pertama kalinya pada sebuah pulau kecil di Laut Karibia. Sedangkan pada ekspedisi dari Spanyol dalam mencari rute laut langsung dari Eropa ke Asia, Christopher Columbus secara tidak sengaja menemukan Amerika. Columbus bukanlah orang pertama yang tiba di Amerika, yang ia dapati sudah diduduki. Ia juga bukan orang Eropa pertama yang sampai ke benua itu karena sekarang telah diakui secara meluas bahwa orang-orang Viking dari Eropa Utara telah berkunjung ke Amerika Utara pada abad ke 11 dan mendirikan koloni L'Anse aux Meadows untuk jangka waktu singkat. Terdapat perkiraan bahwa pelayar yang tidak dikenali pernah melawat ke Amerika sebelum Columbus dan membekalkannya dengan sumber untuk kejayaannya. Terdapat juga banyak teori mengenai ekspedisi ke Amerika oleh berbagai orang sepanjang masa itu.
Colombus mengira bahwa pulau tersebut masih perawan, belum berpenghuni sama sekali. Mereka berorintasi menjadikan pulau tersebut sebagai perluasan wilayah Spanyol. Semula Columbus disambut dengan ramah oleh suku Indian, tetapi setelah ketahuan niat buruknya datang di pulau itu, Colombus banyak mendapat resistansi dari penduduk setempat. Beberapa armada kapal milik rombongan Colombus ditenggelamkan oleh suku Indian sebab mereka merasa terganggu dan terancam oleh kedatangan Colombus. Abad ke-15 adalah abad perubahan, dan banyak peristiwa yang terjadi selama waktu itu sangat mempengaruhi sosial masyarakat Eropa. Banyak peristiwa-peristiwa terjadi yang didorong oleh konflik selama berabad-abad antara Kristen dan Muslim.
Peristiwa yang memiliki dampak paling luas di Eropa pada abad ke-15 adalah jatuhnya kota Konstantinopel (Istanbul modern, Turki) ke Islam Kesultanan Utsmaniyah. Konstantinopel pernah menjadi ibu kota Kekaisaran Bizantium Kristen Ortodoks selama berabad-abad, dan merupakan pusat penting bagi perdagangan antara Eropa dan Asia. Pada 1453 Kekaisaran Ottoman, yang telah menaklukkan sebagian besar Eropa Tenggara, merebut kota, menutup sebuah rute perdagangan penting dari Eropa ke timur. Pedagang Eropa masih bisa membeli barang-barang Asia dari umat Islam di tempat-tempat seperti Alexandria, Mesir. Namun, Eropa merindukan rute laut ke Asia yang akan memungkinkan mereka untuk mendesak kaum muslim dan membeli produk Asia secara langsung.
Bangsa Eropa pertama yang mulai aktif mencari jalur pelayaran ke Asia adalah Portugal. Orang-orang Portugis sudah mulai menjelajahi Afrika di awal 1400-an, dan pada 1415 mereka menyerbu dan menaklukkan Afrika utara pusat komersial Muslim Ceuta di Selat Gibraltar. Portugis mendapatkan akses perdagangan ke Afrika yang menguntungkan, yang sampai saat itu, telah didominasi oleh kaum Muslim. Di bawah bimbingan Pangeran Henry sang Navigator, Portugis mulai menjelajahi pantai barat Afrika, berharap menemukan rute menuju Asia dengan pergi dari ujung selatan benua itu. Negara-negara lain, tidak ketinggalan bersaing untuk melakuakn ekspedisi tersebut.dan pada periode terebut Christopher Columbus lahir.

Fakta dimana Columbus lahir bervariasi dari penulis ke penulis. Namun, kebanyakan ahli umumnya sepakat bahwa ia dilahirkan di kota pelabuhan Italia Genoa, di Laut Liguria (Laut Mediterania), antara 25 Agustus dan 31 Oktober 1451. Namanya dalam bahasa Italia adalah Cristoforo Kolombo, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai Christopher Columbus, ke dalam bahasa Spanyol sebagai Cristobal Colón, dan ke dalam bahasa Portugis sebagai Christovão Colom. Columbus menggunakan nama versi Portugis selama di Portugal dan versi Spanyol setelah pindah ke Spanyol pada 1485. Ayah Columbus adalah Domenico Colombo, seorang penenun wol yang juga merupakan salah satu tokoh politik lokal. Ibunya Suzanna Fontanarossa, putri seorang penenun wol. Anak sulung dari lima saudara, Christopher memiliki tiga saudara laki-laki Bartholomew, Giovanni Pellegrino, dan Giacomo dan satu saudara perempuan, Bianchinetta. Seluruh keluarga pindah ke kota pelabuhan terdekat Savona, barat Genoa, di 1470. Awal karir berlayar di laut ketika berusia 14 tahun, Columbus bertugas di berbagai kapal dalam berbagai peran. Pada tanggal 13 Agustus, 1476 sebuah ekspedisi yang dilakukan Genoa dengan menggunakan lima kapal menuju Inggris memberikan kesempatan pertama Columbus meninggalkan Laut Tengah dan berlayar ke Samudera Atlantik. Tapi itu merupakan awal yang buruk untuk Columbus: Menurut cerita, seluruh armada diserang oleh perompak dari Perancis di ujung barat daya Portugal. Kedua belah pihak sama-sama kehilangan kapal; Columbus, salah satu yang malang, kapalnya dibakar, tidak ada jalan lain untuk melarikan diri selain berenang agar sampai di pantai Portugis. Dia berhasil sampai 10 km (6 mil) ke pantai dengan berpegangan pada reruntuhan kapal. Setelah memperoleh kembali kekuatannya di pelabuhan Lagos, Columbus melakukan perjalanan ke Lisbon lokasi komunitas pedagang besar asal Genoa dan pembuat kapal. Waktu itu dia berumur 25 tahun.
Pada tahun 1478 atau 1479 Columbus bertemu dan menikah dengan Felipa Perestrello e Moniz, putri dari keluarga yang dihormati, ayah Felipa's, Bartolomeo Perestrello, yang sudah meninggal ketika Columbus bertemu Felipa, pernah menjabat sebagai gubernur Porto Santo di Kepulauan Madeira, milik Portugis di lepas pantai barat laut Afrika. Segera setelah pernikahan mereka, pengantin baru disertai seluruh keluarga kembali ke Porto Santo. Columbus dan Felipa pindah ke pulau yang lebih besar dari Madeira di 1480 atau 1481, segera setelah mereka dianugrahi seorang anak yang bernama Diego. Hal ini diyakini bahwa Felipa meninggal tidak lama setelahnya.
Pada akhir 1481 atau awal 1482 Columbus berlayar ke benteng Portugis Elmina, di tempat yang sekarang Ghana, di pantai barat Afrika. Columbus terkesan dengan kekayaan Afrika yang ditawarkan, terutama emas. Selain itu, seperti semua navigator yang baik, dia sangat ingin belajar tentang angin dan arus laut dari nahkoda lokal dan pelaut. Di perairan lepas pantai Afrika dan di dekatnya Kepulauan Canary Columbus pertama kali melihat fenomena laut dikenal sebagai Lancar Canaries (Arus laut). Pengetahuan ini menjadi alasan Columbus kemudian memilih untuk memulai kariernya melintasi Samudra Atlantik dari Canaries, jauh di sebelah selatan Spanyol maupun Portugal.  Kapalnya melepas sauh pelabuhan Spanyol tanggal 3 Agustus 1492. Melabuh pertama di Kepulauan Canary di lepas pantai Afrika. Membongkar sauh di Kepulauan Canary tanggal 6 September dan berlayar laju arah ke barat. Sebuah pelayaran yang bukan main panjang, sehingga tidak aneh jika para awak kapal merasa ngeri dan kepingin balik saja. Colombus? Tidak! Perjalanan mesti diteruskan, sekali layar terkembang pantang digulung. Dan tanggal 2 Oktober 1492 bagaikan seutas sutera hijau daratan tampak di haluan.
Colombus kembali ke Spanyol bulan Maret berikutnya dari penjelajahan yang dahsyat itu disambut orang dengan penuh penghormatan. Sesudah itu dia melakukan serentetan pelayaran melintas Atlantik dengan harapan menjejakkan kaki di Cina dan Jepang. Tetapi sia-sia! Colombus tetap bersiteguh pada pikirannya bahwa dia sudah menemukan jalur perjalanan ke Asia Timur jauh sebelum orang lain sadar. Ratu Isabella menjanjikan Colombus jadi gubernur di pulau mana pun yang ditemuinya. Tetapi, selaku administrator dia betul-betul tidak becus sehingga dipecat dari jabatannya dan dikirim pulang ke Spanyol dengan tangan terbelenggu. Tetapi, sesampainya di Spanyol dia dibebaskan hanya saja tak pernah diberi jabatan lagi. Kabar angin mengatakan Colombus mati dalam kemiskinan tanpa ada dana apa pun. Tatkala kematiannya di tahun 1506 – kabar lain lagi ada jugalah sedikit harta kekayaannya.
Kapal “Nina,” “Pinta” dan “Santa Maria” berlayar menuju Dunia Baru
Jelas, pelayaran pertama Colombus merupakan perubahan revolusioner bagi sejarah Eropa, dan malahan punya pengaruh lebih besar bagi Benua Eropa. Anak-anak sekolah semua menghafal tahun 1492 merupakan tahun penting. Walau begitu masih ada banyak kemungkinan yang keberatan menempatkan nama Colombus dalam urutan daftar buku ini.
Salah satu keberatan adalah karena bukannya Colombus orang Eropa pertama yang menemukan Dunia Baru. Leif Ericson, pelaut Viking, berabad-abad sebelum Colombus sudah menjejakkan kaki di Benua Amerika dan bolehlah dipercaya beberapa orang Eropa lain juga sudah menyeberangi Samudera Atlantik di masa-masa antara Leif Ericson dan Colombus.
Dari sudut sejarah, Leif Ericson bukanlah tokoh penting. Hal-hal menyangkut penemuannya belum pernah tersebar luas, begitu pula tidak meninggalkan perubahan apa pun baik di Amerika maupun Eropa. Sebaliknya, berita penemuan Amerika oleh Colombus menyebar bagai kilat ke seluruh Eropa. Hanya beberapa tahun sekembalinya Colombus, dan sebagai akibat langsung dari penemuannya, banyak ekspedisi tambahan berdatangan di Dunia Baru dan penaklukan serta kolonisasi pun mulailah.
Seperti halnya tokoh-tokoh lain di dalam buku ini, Colombus mudah terkena gangguan pelbagai komentar seakan-akan apa yang ia lakukan orang lain juga lakukan andaikata Colombus tidak pernah hidup di dunia. Eropa abad ke-15 M berada dalam keadaan risau dan berkemelut: dunia perdagangan berkembang, penjelajahan daerah baru tak terelakkan. Bangsa Portugis nyatanya memang aktif amat mencari arus jalan baru ke Timur, pada saat-saat menentukan sebelum Colombus. “Pendaratan Columbus” oleh John Vanderlyn Adalah mungkin sekali Amerika cepat atau lambat ditemukan oleh orang Eropa; bahkan mungkin sekali kalaulah ada penundaan, saatnya tidak begitu lama. Tetapi perkembangan berikutnya akan sangat jauh berbeda apabila Amerika ditemukan –katakanlah tahun 1510– oleh ekspedisi orang Perancis atau Inggris dan bukannya tahun 1492 oleh Colombus. Dengan dalih apa pun memang nyatanya Colombuslah orang yang menemukan benua Amerika.
Kemungkinan keberatan ketiga adalah, bahkan sebelum perjalanan Colombus banyak orang-orang Eropa abad ke-15 yang sudah maklum bahwa sesungguhnya bumi ini bulat bentuknya. Teori ini sudah diungkapkan oleh filosof Yunani berabad-abad sebelumnya, dan pembenaran yang tak tergoyahkan dari hipotesa Aristoteles sudah cukup untuk meyakinkan kaum terpelajar Eropa di tahun 1400-an. Sementara itu, Colombus sendiri tidak terkenal orang yang menunjukkan bahwa bumi ini bulat. (Paling tidak, dia tidak berhasil melakukannya). Dia masyhur dalam hal penemuan Dunia Baru, yang baik orang Eropa abad ke-15 atau Aristoteles tidak tahu menahu adanya benua Amerika.
Akhlak Colombus tidaklah sepenuhnya dikagumi. Dia terkenal kikir. Sifat inilah yang menyebabkan dia menghadapi kesulitan memperoleh tunjangan dana dari Ratu Isabella karena Colombus terlampau menampakkan keserakahannya tatkala melakukan tawar-menawar. Juga walaupun tidak pantas menuduhnya menurut ukuran etika jaman sekarang– dia memperlakukan orang-orang Indian dengan kekejaman yang sangat. Karena itu, daftar buku ini bukanlah terdiri dari orang-orang yang paling bijak bestari dalam sejarah, melainkan orang yang paling berpengaruh, dan dalam kerangka ukuran ini Colombus menempati urutan nyaris paling atas.
Contoh seorang pendeta, petinggi (pemerintah) atau kiyai yang berceramah dan memberikan fatwa kepada jamaahnya biasanya seseorang tersebut langsung percaya 100 persen ditelan mentah-mentah menjastifikasi secara tekstual tanpa adanya proses kritisisasi. Tetapi kita harus survey melalui media membaca buku.
Sebagai seorang pembaca yang baik (qualified reader) kita harus kritis dan mencari kebenaran serta fakta-fakta yang terkandung di dalamnya. Oleh sebab itu, Speaking bukan hanya verbal atau penyampaian melalui lisan tetapi lebih ke speaking writing. Jadi ketika suara diproduksi itu akan langsung hilang dengan sendirinya tanpa berbekas maka dari itu untuk mengingatnya kita harus menulis ilmu tersebut. Esensi dari kebenaran yaitu suatu ilmu dikatakan benar jika terdapat referensi yang jelas. Contohnya ketika seorang ustadz sedang berceramah dan menjawab pertanyaan bukan hanya menguasai ilmu pada zaman sekarang tapi juga harus mempunyai basic ilmu terdahulu. Jadi pada seorang pembaca (siapapun), tidak hanya langsung melahap mentah-mentah konsep pembicaraan yang sudah terbangun tersebut, kita harus mengkonsep ulang dengan cara mengkritisi serta harus mencari referensi lain ( fakta dan bukti ) mengenai hal yang sedang dibicarakan tersebut.

Dapat disimpulkan bahwa Buku adalah sumber ilmu, inspirator dan motivator yang kokoh, mengajari banyak hal, sanggup merubah manusia dan dunia. Buku memiliki kekuatan yang amat dahsyat untuk mengendalikan dunia, buku juga menjadi pintu gerbang yang membawa kita memasuki dunia baru dan menyadarkan kita siapa diri kita yang sesungguhnya sejak dunia dijadikan. Buku dapat merubah dunia. Betapa pentingnya buku bagi kehidupan masa depan manusia. Banyak  manusia-manusia hebat karena mereka adalah orang-orang kutu buku. Terbukti di Indonesia tokoh-tokoh besar seperti Bung Karno adalah orang-orang yang sangat kutu buku. Buku-buku telah mengilhaminya untuk merubah bangsanya menjadi lebih baik. Kelahiran kemerdekaan negeri ini adalah karena pemikiran yang hebat yang telah mengilhami Bung Karno karena wawasan yang luas dari hasil bacaannya. Dengan kata lain juga kita sebagai pembaca (Consider Reader) bukan hanya menerima informasi, tetapi juga mencari fakta atau bukti sebagai penguat argumentasi sebagai fondasi dan juga untuk sebuah alat untuk mengkritisi artikel, jurnal, ataupun pendapat-pendapat yang lainnya.
                                                                                                Finished
Referensi





1 comments: