Saturday, March 1, 2014

11:06 PM
Name              : Nurul Khayan
Class               : PBI-B
Subject           : Writing 4
Semester         : 4


Assalamu’alaikum. Wr. Wb.
            Kita kembali lagi pada aktifitas  rutin menulis pada mata kuliah Writing 4 ini. Alhamdulillah kita masih diberi nikmat untuk tetap terus belajar dan menggali ilmu lebih dalam lagi. Untuk tercapainya cita-cita S1 yang berkualitas dan bermanfaat untuk semuanya. Pada pertemuan kali ini yang bertepatan pada tanggal 17 februari 2014 hari senin adalah merupakan sebuah pertemuan yang ke-4 pada mata kuliah Writing 4, yang biasa dibimbing oleh Mr.Lala Bumela di setiap pertemuannya. Beliau tak akan pernah lelah untuk tetap terus mendidik dan mensupport para mahasiswanya agar terbiasa dengan adanya tugas-tugas seperti ini, supaya bisa menangani dan mengatasi permasalahan-permasalahan ataupun tugas-tugas kuliah yang lainnya. Saya sadar beliau mensupport lebih-lebih kepada mahasiswanya, agar dikemudian hari akan meraih hasil yang maksimal serta memuaskan.
            Tak henti-hentinya kita selalu membicarakan literasi, mulai dari perbincangan mulut ke mulut obrolannya, melintas dijejaring sosial, dan bahkan selalu untuk lebih mengetahui lagi mencari pengalaman yang baru terutama pada konteks literasi dan yang ada didalamnya. Selanjutnya pengertian dari Rekayasa Literasi itu sendiri adalah upaya yang disengaja dan sisitematis untuk menjadikan manusia yang terdidik dan budaya lewatr penguasaan bahasa yang secara optimal. Mungkin itulah penjabaran literasi yang sangat simplenya. Jadi intinya sebut saja contoh seorang guru yang mengajarkan kepada para siswanya, yang benar-benar disengaja dan ditekankan agar terus berlatih dan belajar yang efektif agar menjadiu siswa yang membanggakan untuk sekolah dan yang lainnya. Serta melalui budayanya disinkronkan dan bagiamanapun caranya agar menguasai, klop pada bahasa atau ajaran ilmu yang didapatnya secara optiumal dan maksimal. Literasi juga mencakup beberapa aspek, yaitu sosial, politik, ekonomi dan psikologi.
                        Verbal
Literacy                                   Written
                        Visual
            Seperti yang dikatakan oleh beliau juga, kita semua datang ibaratkan membawa obor, yang ketika sudah didalam kelasnya waktu itu tinggal dinyalakannyta saja. Akan tetapi bukanlah atau janganlah seperti ember yanbg kemudian mintanya diisi air saja. Itulah yang diberikan sebuah contoh oleh beliau, pada dasarnya mahasiswa itu harus sudah siap ketika sudah berada didalam ruangan kelas. Sehingga dosen tinggal mengatur strateginya saja. Seperti hal lain juga, dengan semakin banyaknya kita menulis bahasa inggris, semakin tinggi pula tingkat vitalitas bahasa yang dikuasainya. Artinya kalau kita sering memahami atauu mempelajari ilmu bahasa inggris, akan semakin lihainya atau bahkan menguasainya dalam bahasa inggris itu. Karena semua itu kuncinya sudah terbiasa. Seperti yang dikatakan pepeatah “bisa ala biasa”.
            Menulis merupakan suatu displin ilmu yang sangat penting dalam belajar. Karena dalam menulis, seseorang akan lebih mudahnya dalam mengingat pelajaran-pelajaran yang sudah dialaminya, dikarenakan sudah terlihat (dicatat) dalam bukunya. Menulis juga membuat kreatifitas kita akan semakin tinggi, dalam daya nalar dan menerapkan sebuah permasalahan-permasalahan yang baru. Begitu banyak sekali kalau kita kaji manfaat dari menulis itu. Jadi pada dasarnya, menulis itu suatu hal yang sangat penting bagi kalangan pelajar/mahasiswa. Seperti yang telah dipaparkan pada pertemuan sesudahnya, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa penulis. Itu sudah logis sekali bahwasanya dengan menulis, mulai dari ide-ide atau gagasan kita akan semakin meluas, bahkan bangsapuyn turut terbawa karena kita mempunyai keahlian dalam hal menulis.
            Pada pertemuan kali ini adalah merupakan pembahasan yang masih bertahap biasa. Bisa disebut juga “warming up” karena kita masih permulaan, jadi diibaratkan masih tahap pemanasan. Apabila kita sudah begitu connect dengan mata kul;iah ini, baru kita akan lebih logis dan kritis lagi dalam mengkaji dan memperdalam mata kuliah writing 4 ini. Kita beralihg pada pembahasan, literasi juga dapat diartikan yaitu membaca-menulis sudah berevolusi dari dunia para digital (konvensional) menuju dunia digital (visual), dimana kemampuan membaca dan menulis haruslah saling didukung oleh berbagai dimensi. Baik sosial, politik, ekonomi, dan osikologi. Karena itu semakin canggihnya media, akan semakin pula membuat manusia tidak sabar dengan perannya diri sendiri itu bagaimana.
                                    Reading
Rekayasa Literasi
                                    Writing
            Dalam hal membaca kita harus jeli matanya dan fokus kan fikiran/otak kitanya, agar ketika pada saat membaca kita dapat menerka atau mengambil ilmu apa yang telah dibacanya. Sedangkan dalam hal menulis, kita dapat mengkreasikan ide-ide apa yang ada dalam fikiran kita. Lalu dituangkan kedalam tulisan yang sistematis. Sehingga menulis dapat kita baca dan pelajari selanjutnya, dijadikan suatu simbol atau password kita ketika akan dipelajari. Jadi antara keduanya reading dan writing itu sesuatu yang tidak dapat dipisahkan, karena saling berhubungan penting dan berpengaruh diantara keduanya. Nah, ketika kita sudah membaca dan menghasilkan tulisan yang sistematis dan tepat, kita dapat memikirkan target pembaca dan yang minatnya banyak tidak, para pembaca aktif targetnya benar tidak, itu yang harus kita pelajari lebihg mendetail dan dalam lagi. Sehingga kita bisa mampu mengatur segalanya, mulai dari mendengar, menulis, sampai sudah jadi karya tulisnya. Itulah yang diharapkan masyarakat kita agar lebih giat dan kritis lagi dalam belajarnya.
            Menulis juga merupakan akademik writing yang tidak flowery, yang artinya ketika kita menulis kita tidak usah berbunga-bunga, atau berlebih-lebih dalam bahasa/pembahasannya. Cukup dengan bahasa yang simple dan teratur dalam penerapan kata dan kalimatnya. Atau bisa dianalogikan menulis itu lebih baik to the point saja. Selanjutnya dalam teks dapat dibagi menjadi 2 (dua) bentuk yaitu fisik dan simbiotik (sistem tanda), fisik berupa paper, artikel, jurnal, dan sebagainya. Sedangkan simbiotik itu berupa sistem tanda-tanda jenis teks cara membacanya berbeda, maka cara merekayasanya pun berbeda. Seperti contohnya membaca cerpen, novel, puisi, yang sangat tidak linear. Teks juga dinamis, cara memperbaharuinya juga berbeda-beda.
            Jadi pada intinya dari pembahasan yang sudah diulas, membaca dan menulis dapat merubah pemikiran atau kognitif dengan itu seseorang akan terus berkembang dengan membaca tulis, serta akan meningkatkan sosial cultural dengan menempuh jalur seleksi alam, yang mana jika kita ingin meningkatkan taraf hidup kita seperti halnya pendidikan. Maka kita akan membutuhkan kemampuan berbahasa inggris dan TOEFL, serta untuk mendapatkan gelar atau beasiswa yang bermanfaat dan berarti dalam kariernya.
Wassalamu’alaikum. Wr. Wb.

                                                                                                   Finished

0 comments:

Post a Comment