Saturday, March 1, 2014

10:56 PM
1
 Writer: Moh. Saeful mujahidi


Sebuah informasi yang di sajikan dalam bentuk buku, artikel, jurnal atau yang lain sebagainya, terkadang informasi yang di sajikan kepada pembaca belum tentu benar 100% akan sebuah fakta. Informasi atau khabar yang di buat oleh penulis, memungkinkan menambahkan informasi atau bahkan mengurangi informasi, demi menyelamatkan kebudayaan adat atau sebuah sejarah dan mementingkan kepentingan individu, penulis memakai rudal senjatanya melalui karya tulisanya untuk menghancurkan sebuah sejarah dan juga perdaban dunia, sehingga setelah di publikasikan penulis berharap akan informasi yang di sajikan di terima dengan baik tanpa adanya sebuah komentar. Keberadaan seorang reader yang baik (people consciousness) sebagai pembaca yang memiliki intelektual, perspektif, ideologi yang kritis, tidak mudah menerima informasi yang di sajikan oleh penulis melainkan mencari kebenaran data tersebut, mendengarkan atau melihat suatu bacaan yang akan di jadikan bahan untuk berpikir kritis.

Dalam kajian critical kali ini menekankan tentang kesadaran pembaca (People Consciousness) yaitu kesadaran yang bukan hanya menerima inforamsi, tetapi juga mencari kebenaran informasi tersebut. Contohnya seorang Colombus pada biografi seorang colombus yang dianggap seseorang yang pertama kali menemukan benua Amerika. Tetapi disisi lain, pendapat yang dikemukakan oleh howard zinn yang berpendapat bahwa Colombus bukanlah seorang pahlawan tetapi pembunuh yang kejam bagaimana ketika beliau membunuh suku kulit hitam seperti suku Indian di Amerika dan beliau adalah orang yang tamak. Reader yang kritis  inilah salah satu yang di jadikan rujukan untuk berpikir kritis dalam inforamsi yang kita terima. Di sisi lain ada yang berpendapat bahwa akhlak Colombus tidaklah sepenuhnya dikagumi. Dia terkenal kikir, Sifat inilah yang menyebabkan dia menghadapi kesulitan memperoleh tunjangan dana dari Ratu Isabella karena Colombus terlampau menampakkan keserakahannya tatkala melakukan tawar-menawar. Juga walaupun tidak pantas menuduhnya menurut ukuran etika jaman sekarang– dia memperlakukan orang-orang Indian dengan kekejaman yang sangat kejam. Karena itu, daftar buku ini bukanlah terdiri dari orang-orang yang paling bijak bestari dalam sejarah, melainkan orang yang paling berpengaruh, dan dalam kerangka ukuran ini Colombus menempati urutan nyaris paling atas.

Dalam mengupas sebuah informasi data yang akurat sangatlah penting, untuk meningkatkan kualitas apakah sumber tersebut benar adanya? Seperti pada critical yang menceritakan tentang colombus yang menemukan benua amerika columbus bukanlah orang pertama yang tiba di Amerika, yang ia dapati sudah diduduki. Ia juga bukan orang Eropa pertama yang sampai ke benua itu karena sekarang telah diakui secara meluas bahwa orang-orang Viking dari Eropa Utara telah berkunjung ke Amerika Utara pada abad ke 11 dan mendirikan koloni L'Anse aux Meadows untuk jangka waktu singkat. Terdapat perkiraan bahwa pelayar yang tidak dikenali pernah melawat ke Amerika sebelum Columbus dan membekalkannya dengan sumber untuk kejayaannya. Terdapat juga banyak teori mengenai ekspedisi ke Amerika oleh berbagai orang sepanjang masa itu. Ada beberapa sejarah suku Indians AS yang di sembunyikan:
Fakta sebenarnya columbus bukanlah penemu benua amerika..
inilah urutan sebenarnya
 1.Khashshash bin Said bin Aswad
 Ada banyak versi tentang siapakah yang pertama kali membawa agama Islam ke Amerika. Salah satunya yang bisa disebut adalah Khashshah bin Said bin Aswad yang tercatat dalam sejarah pada tahun 889 masehi telah mendarat di benua itu.
Dia seorang navigator muslim yang berasal dari Qordoba, Spanyol. Sebagaimana kita ketahui, Spanyol saat itu merupakan pusat peradaban Islam di Barat, di bawah pimpinan Khilafah Bani Umayah II.
Ini adalah analisa lumayan kuat untuk bisa dipercaya, lantaran kekuatan armada Khilafah Bani Umayyah II di Spanyol saat itu memang sangat besar dan luar biasa luas pengaruhnya. Adalah sangat tidak mustahil buat para pelaut di masa itu untuk mengarui samudera Atlantik. Apalagi ada semangat juang yang sangat tinggi untuk menyebarkan agama Islam seluruh penjuru dunia.
Dengan fakta ini, maka benua Amerika termasuk benua yang sudah sejak awal mengenal ajaran Islam. Sungguh luar biasa kemampuan para pelaut muslim saat itu. Dengan menyeberangi lautan Atlantic yang luas itu, mereka tercatat sebagai di antara pembawa agama Islam ke Amerika. Dan jarak waktunya hanya terpaut 200-an tahun setelah Rasulullah SAW wafat.
2. Laksamana Ceng Ho
Selain itu sejarah juga mencatat bahwa Laksamana Ceng Ho yang beragama Islam, juga pernah mendarat di benua Amerika. Yang menarik, laksamana yang juga seorang da`i muslim ini mendarat 70 tahun lebih awal dari Colombus.
Bahkan armada dan kapal Ceng Ho jauh lebih besar dari kapal milik Colombus. Namun karena sejarah dunia ditulis oleh orang lain, maka fakta bahwa Ceng Ho mendarat lebih dahulu dari Colombus seolah lenyap di balik kebohongan nyata.
Cheng Ho punya nama arab, yaitu Haji Mahmud Shams. Beliau adalah seorang muslim China yang lahir tahun 1371 dan wafat tahun 1433. Terkenal sebagai pelaut dan penjelajah Tiongkok terkenal yang melakukan beberapa penjelajahan antara tahun 1405 hingga 1433.
3.Columbus
Selain itu juga ada catatan dari Colombus sendiri, bahwa pada 21 Oktober 1492 dia melihat masjid dalam pelayarannya antara Gibara dan Pantai Kuba. Ini menunjukkan bahwa Colombus pun mengakui bahwa sudah ada sejumlah masyarakat di Amerika yang memeluk agama Islam, sebelum kedatangannya.
Colombus mengira bahwa pulau tersebut masih perawan, belum berpenghuni sama sekali. Mereka berorintasi menjadikan pulau tersebut sebagai perluasan wilayah Spanyol.
Tetapi setelah menerobos masuk, Columbus ternyata kaget menemukan bangunan yang persis pernah ia lihat sebelumnya ketika mendarat di Afrika. Bangunan megah itu adalah Masjid yang dipakai oleh Orang-orang Islam untuk beribadah.
Semula Columbus disambut dengan ramah oleh suku Indian, tetapi setelah ketahuan kelakuan buruknya , Colombus banyak mendapat resistensi dari penduduk setempat. Beberapa armada kapal milik rombongan Colombus ditenggelamkan oleh suku Indian sebab mereka merasa terganggu dan terancam oleh kedatangan Colombus.

4.  Indian dan Umat Islam
Beberapa nama-nama suku Indian dan kepala sukunya juga berasal dari akar kata bahasa Arab, seperti: Anasazi, Apache, Arawak, Cherokee (Shar-kee), Arikana, Chavin Cree, Makkah, Hohokam, Hupa, Hopi, Mahigan, Mohawk, Nazca, Zulu, dan Zuni. Kepala suku Indian Cherokee yang terkenal, Sequoyah yang nama aslinya Sikwoya, merupakan ketua suku yang sangat terkenal karena beliau menciptakan sillabel huruf-huruf (Cherokee Syllabary) bagi orang Indian pada tahun 1821. Namanya diabadikan sebagai nama pohon Redwood yang tertinggi di California, sekarang dapat disaksikan di taman hutan lindung di utara San Francisco.
Lihat peta Amerika hari ini buatan Rand McNally dan cermati nama-nama tempat yang ada di Amerika. Di tengah kota Los Angeles terdapat nama kawasan Alhambra, juga nama-nama teluk El Morro dan Alamitos, serta nama-nama tempat seperti Andalusia, Attilla, Alla, Aladdin, Albany, Alcazar, Alameda, Alomar, Almansor, Almar, Alva, Amber, Azure, dan La Habra.

   Keadaan sebuah buku juga bisa menimbulkan powerful reader. Dimana Howard zinn beranggapan bahwa Colombus itu seorang Komunis. Contoh lainya mengenai powerful reader seperti halnya seorang pendeta atau kiai yang berceramah dan memberikan fatwa kepada jamaahnya biasanya seseorang tersebut langsung percaya 100% ditelaan mentah-mentah menjastifikasi secara tekstual tanpa adanya proses kritisisasi. Tetapi kita harus survey melalui media membaca buku. Sebagai seorang pembaca yang baik (qualified reader) kita harus kritis dan mencari kebenaran serta fakta-fakta yang terkandung di dalamnya. Kita harus berpikir kritis dalam menerima inforamsi, dengan membaca refensi lain Karena Berpikir keritis adalah salah satu skill yang harus di miliki oleh seorang pembaca, dengan berpikir mempunyai alasan, untuk mengkritisi sebuah tulisan yang di sajikan oleh penulis, dan juga berpikir kritis adalah kemampuan untuk menganalisis fakta,mencetuskan dan menata gagasan, mempertahankan pendapat, membuat perbandingan, menarik kesimpulan, mengevaluasi argumen dan memecahkan masalah (Chance,1986). Menurut pendapat Beyer (1985) berpikir kritis adalah kemampuan pertama, menentukan kredibilitas msumber hukum kedua, membedakan yang antara yang relevan dari ketiga, membedakan fakta dari penilaian empat, mengidentifikasi dan mengevaluasi asumsi yang tidak terucapkan, liima, mengidentifikasi bias yang ada, enam, mengidentifikasi sudut pandang, dan tujuh, mengevaluasi bukti yang ditawarkan untuk mendukung pengakuan. Seorang pembaca memiliki cirri-ciri betpikir kritis. Adapun ciri-ciri berpikir kritis sebagai berikut:

1.      Ciri Orang Berpikir Kritis
Ciri orang berpikir kritis menurut Raymon S. Nickerson dalam Didin dalam Sumardyono dan Ashari S (2010:10) adalah:
1.Ciri berpikir kritis dalam sebuah bacaan
1.menggunakan bukti yang kuat  dan tidak memihak;
2.dapat men gungkapkan secara ringkas dan masuk akal;
3.dapat membedakan secara logis antara simpulan yang valid dan tidak valid;
4.menggunakan penilaian, bila tidak ada bukti yang cukup untuk mendukung sebuah keputusan;
5.mampu mengantisipasi kemungkinan konsekuensi dari suatu tindakan;
6.dapat mencari kesamaan dan analogi (kemiripan);
7.dapat belajar secara mandiri;
8.menerapkan teknik pemecahan masalah (problem solving);
9.menyadari fakta bahwa pemahaman seseorang selalu terbatas;
10.                    mengakui kekurangan terhadap pendapatnya sendiri.

.
2.       Cara Berpikir Kritis
Browne Keeley dalam buku Asking the Right Questions: A Guide to Critical Thinking dalam Sumardyono dan Ashari S  (2010:11) menyarankan beberapa pertanyaan yang dapat membantu dan dapat kita ikuti sebagai strategi atau cara berpikir kritis. Berikut ini ada beberapa pertanyaan yang dapat membimbing untuk berpikir kritis sehingga dapat menarik kesimpulan secara tepat.




Cara berpikir kritis dalam sebuah bacaan
1.Apa yang menjadi berita dan apa yang menjadi simpulannya?
2.Apa yang menjadi alasan atau argumentasinya?
3.Apa ada kata atau pertanyaan atau tindakan yang ambigu (membingungkan)?
4.Apa yang menjadi nilai yang dikemukakan?
5.Apa yang menjadi asumsi?
6.Apakah ada kesalahan dalam pemberian alasan?
7.Apakah bukti-bukti yang disajikan sudah benar?
8.Apakah ada sebab lain yang mungkin?
9.Apakah data yang disajikan akurat?
10.  Apakah ada informasi penting yang diabaikan?
11.  Apakah mungkin terdapat simpulan lain yang beralasan?

1..     Langkah-langkah Membaca Kritis
Menurut Soedarsono (1994), proses membaca kritis  dapat dilakukan sebagai berikut.
Langkah-langkah membaca kritis

1.Mengerti isi bacaan yaitu; ide pokok, fakta dan rincian penting, dan dapat membuat kesimpulan dan interpretasi dari ide-ide itu.
2.Menguji sumber penulis; apakah dapat dipercaya?, cukup akuratkah?, apakah dia/mereka kompeten di bidangnya?.
3.Ada interaksi antara penulis dan pembaca; tidak hanya mengerti maksud penulis tetapi harus membandingkan dengan pengetahuan yang kita miliki, serta dari penulis lainnya.
4.Menerima atau menolak; mempercayai, mencurigai, meragukan, mempertanyakan, atau tidak percaya.




3.      Prinsip Kajian Kritis
1.                  Kajian Ilmiah/Obyektif
Kajian ilmiah/obyektif berupa; 1) menyajikan data, fakta dan opini secara obyektif dan logis, 2) pernyataan dalam kalimat tulus, benar, sesuai aturan dan norma yang berlaku serta sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku, dan 3) tidak memuat pandangan-pandangan tanpa dukungan fakta, tidak emosional atau menonjolkan emosi.
1.Sikap Ilmiah/Prediktif
Ada beberapa sikap kritis dalam bentuk sikap ilmiah yang meliputi  a) sikap ingin tahu, kritis, terbuka, dan obyektif, b) menghargai karya orang lain, c) berani mempertahankan kebenaran, dan d) mempunyai pandangan luas dan jauh ke depan.
1.Sistematis dan Holistik
Sistematis menuntut kajian dilakukan secara berurutan dan terpadu sehingga satu aspek dengan aspek lainnya membentuk suatu keseluruhan yang tertata rapi.

4.        Aspek Kajian Kritis
Dalam kajian kritis terdapat 5 (lima) aspek yang harus diperhatikan. Kelima aspek tersebut adalah aspek bahasa, membaca, konteks, keutuhan bacaan dan aspek pembaca.
1.Aspek bahasa ; dalam menggali suatu artikel ataupun buku perlu diperhatikan penggunaan bahasa baik dari segi pilihan kata, kalimat, hubungan antarkalimat dan paragraf.
2.2.  Aspek pembacaan teks; dalam membaca, pembaca berusaha menemukan ide yang ada dalam bacaan. Ada dua hal penting yang mempengaruhi pembaca yaitu (1) skemata pembaca (membandingkan apa yang dibaca dengan apa yang telah dimilikinya baik melalui hasil bacaan dan pengalamannya), dan (2) strategi penyajian ada dua yaitu wacana yang bentuknya tertutup; bahasanya cenderung menggunakan bahasa bidang ilmu serumpun yang hanya dipahami oleh orang tertentu saja. Wacana bentuknya terbuka yaitu bahasa yang digunakan bersifat umum dan mudah dipahami.
3.Aspek konteks; yaitu penyampaian isi atau informasi si penulis kepada pembacanya sesuai dengan tema yang ditulis. Si pembaca akan mudah memahami isinya apabila yang dibacanya sesuai dengan latar belakang ilmu dan pengalaman yang dimilikinya.
4.Aspek keutuhan bacaan; aspek keutuhan bacaan yang perlu dikaji secara cermat dari sebuah bacaan meliputi: siapa penulisnya, rujukan yang digunakan, relevansi rujukan yang diacu, ketepatan cara merujuk, akurasi/ketelitian data, kedalaman analisis dan pembahasan, kejelasan dan kemudahan uraian, kelengkapan informasi, dan Kesesuaian isi artikel dengan gagasan yang akan ditulis.
5.Aspek pembaca; aspek pembaca terutama terkait dengan niat pembaca dan kesesuaian isi bacaan dengan kebutuhan pembaca.

Dalam pengungkapkan tabir kebenaran melalui media buku sebagai bukti yang dapat di pertanggung jawabkan keabsahanya atau valid yakni jelas, dan juga membuka kesadaran seseorang dalam hal memebaca, karena dengan membaca seseorang dapat mengetahui bahkan menemukan realita sebuah fakta atau fenomena kehidupan, karena melalui media inforaomsasi yang di dapat melalui buku  akan manukidi (memperkuat) argument yang sudah di dapat dengan membandingkan fakta atau kenyataan.
Bukan hanya mendengar saja melainkan harus tahu fatktanya, hal yang dapat memperkuat sebuah pendengaran yang kemudian di simpan dalam memori pada bagian yang paling luar biasa fingsinya yaitu otak, untuk mempertajam ingatan ada metodenya yaitu kegiatan literasi dalam pengembangan skill menulis. Di dalamnya apa yang sudah di tulis sangatlah sulit untuk di hilangkan, selagi tulisan itu masih menempel di sebuah kertas semakin tajam pula ilmunya, dan sulit untuk di hilangkan. Ketika suara diproduksi maka akan langsung hilang pada saat itu juga kecuali jika suara tersebut direkam, ia akan bisa diperdengarkan kembali. Hal tersebut bisa diimplikasikan pada Sejarah. Sejarah jika hanya direpresentasikan melalui mulut ke mulut tanpa ditulis, ia akan hilang. Betapa literasi menulis sangat berjasa dalam menyelamatkan sejarah pada masa lampau, karena teralu banyak perspektif, ideologi yang berbeda-beda yang indikasinya sangat berpengaruh dalam penysunan sebuah sejarah. 
 Speaking bukan hanya verbal atau penyampaian melalui lisan tetapi lebih ke speaking writing. Jadi ketika suara diproduksi itu akan langsung hilang dengan sendirinya tanpa berbekas maka dari itu untuk mengingatnya kita harus menulis ilmu tersebut. Esensi dari kebenaran yaitu suatu ilmu dikatakan benar jika terdapat referensi yang jelas. Contohnya ketika seorang ustadz sedang berceramah dan menjawab pertanyaan bukan hanya menguasai ilmu pada zaman sekarang tapi juga harus mempunyai basic ilmu terdahulu. Sebuah ilmu pun jika tidak diikat dengan tulisan, ia akan hilang, karena tulisan menjadi formalin yang akan mengawetkan ilmu tersebut,  menurut perkataan ali bin abi thalib:”ilmu itu seperti hewan buruan, maka ikatlah ia (dengan menuliskanya) ." jadi tulisan merupakan suatu media untuk mengikat pengetahuan yang diperoleh baik melalui komunikasi verbal ( lisan ) maupun dokumental ( tulisan ). Menguasai teks dapat memanipulasi atau memutar-balikkan sejarah ( dunia ).
Ilmu yang luar biasa tidak selamanya bisa tertanam dan terekam kedalam fikiran seseorang dengan kuat. Karena otak manusia tidak kuat dalam merekam kata. Tentunya perlu ditulis dan direkam diatas kertas putih. Mengapa demikian sangat penting ilmu di rekam dan di ikat melalui tulisan? Tentunya sangat penting karena ilmu yang melalui tulisan bisa menjangkau secara umum, bertahan lama dari masa kemasa, sangat praktis dalam keadaan situasi apapun serta dapat dibaca kapanpun dimana pun dalam kondisi apapun, dan dapat dikatakan buku merupakan guru yang tidak berbohong. Ketika kita butuh menyelesaikan suatu masalah maka yang menjadi rujukan penting adalah ilmu yang telah diikat dengan kertas atau ketika kita jauh dari Ulama’ sedangkan kita membutuhkan hukum untuk diselesaikan. Jika kita mempunyai buku atau mempunyai rangkuman singkat padat, maka otomatis kita tidak usah jauh-jauh mencarinya untuk bertanya. Kenapa para alim ulama menganjurkan berulang-ulang kepada santrinya harus berusaha mempunyai kitab atau buku-buku ? Karena beliau telah mengetahui manfaat dan gunanya. Apabila santri telah pulang dari pesantren seandainya ada kemuskilan pada suatu masalah, maka tidak usah bertanya lagi (mandiri).



Begitu sangat pentingnya mengikat ilmu dengan media tulisan. Sampai rasulullah sendiri ketika usai perang badar, orang-orang musrik yang ditawan oleh rasulullah, yang tidak mampu membayar tebusan untuk dirinya dengan uang. Akan tetapi mereka bisa membaca dan menulis. Maka rasulullah mengharuskan masing-masing orang musyrik mengajarkan kepada sepuluh orang muslim membaca dan menulis sebagai ganti tebusan.
Disisi lain kaum muslimin pada zaman dulu banyak sekali menulis ilmu pengetahuan untuk membuktikan kebenaran al Qur’an baik itu yang mengenai bahasa arab, syariat, filsafat, dan akhlak, maupun yang mengenai kesenian, dan ekonomi, sehingga penuhlah buku-buku ilmiah dan perpustakaan-perpustakaan islam di kota-kota besar seperti kairo, cardova, dan lain-lain. Hal ini bersesuaian dengan anjuran al Qur’an yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan.

Jadi dalam pembahasan kajian critical kali ini lebih menekankan tentang kesadaran pembaca (People Consciousness) yaitu kesadaran yang bukan hanya menerima inforamsi, tetapi juga mencari kebenaran informasi tersebut. Seperti contohnya seorang Colombus pada biografi seorang colombus yang dianggap seseorang yang pertama kali menemukan benua Amerika. Tetapi disisi lain, pendapat yang dikemukakan oleh howard zinn yang berpendapat bahwa Colombus bukanlah seorang pahlawan tetapi pembunuh yang kejam bagaimana ketika beliau membunuh suku kulit hitam seperti suku Indian di Amerika dan beliau adalah orang yang tamak. Dari kisah diatas reader yang kritis inilah salah satu yang di jadikan rujukan untuk berpikir kritis dalam inforamsi yang kita terima

   Keadaan sebuah buku juga bisa menimbulkan powerful reader. Dimana Howard zinn beranggapan bahwa Colombus itu seorang Komunis. Contoh lainya mengenai powerful reader seperti halnya seorang pendeta atau kiai yang berceramah dan memberikan fatwa kepada jamaahnya biasanya seseorang tersebut langsung percaya 100% ditelaan mentah-mentah menjastifikasi secara tekstual tanpa adanya proses kritisisasi. Tetapi kita harus survey melalui media membaca buku. Sebagai seorang pembaca yang baik (qualified reader) kita harus kritis dan mencari kebenaran serta fakta-fakta yang terkandung di dalamnya.
Sebuah konsep penting lainya yaitu mengenai sebuah ilmu yang akan rapuh apabila tidak dituliskan, dengan media menulis inilah ilmu yang sudah didapat akan tidak mudah hilang melalui pengawet formalin berupa tulisan. Seperti dikisahkan seorang santri dan ustadznya yang menyuruh santrinya untuk menulis ilmu yang di dapat, karena nanti di masyarakat dia akan di temukan berbagai masalah, dengan catatan yang dia tuliskan menjadi kunci  yang akan mampu menjawab persoalan yang di hadapi santri tersebut.

DAFTAR PUSTAKA:









1 comments:

  1. Judulnya ga banget deh! kamu banyak copy paste dari sana sini jadi posisi kamu sebagai kritikus ga terlihat! you do this one more time (citing without mentioning the sources), you will be penalized

    ReplyDelete