Monday, March 10, 2014



                             
Pada pertemuan yang kelima ini merupakan pertemuan yang menegangkan bagi penulis. Karena penulis merasa bahwa pada pertemuan ini membuat jantungnya berdebar lebih keras dari biasanya ketika memasuki ruangan kelas.  Bukan karena tegang atas pertanyaan-pertanyaan mr.lala, tegang karena bertemu beliau tidak. Tetapi karena penulis mendapatkan amanah dari beliau untuk membawa laptop atau notebook ke kelas dan itu hukumnya wajib. Sebenarnya penulis dan teman-teman lainnya merasa heran, sebenarnya fungsi kita membawa laptop tersebut untuk apa. Ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa ketika dikelas kita akan menulis bahasa inggris dan diberikan jangka waktu untuk menyelesaikannya dikelas. Ada yang mengatakan juga bahwasannya merevisi crtical review langsung dikelas dan mengirimnya ke blog. Namun fakta yang sesungguhnya terjadi adalah tujuan kita membawa laptop untuk menulis tentang columbus yang dihubungkan dengan Howard Zinn tentang sejarah amerika Harus menggunakan bahasa inggris ketika menulis. Harus mencapai 500 kata dalam 30 menit. Bagi penulis itu merupakan hal yang tidak biasa.
Sebenarnya ada beberapa hal yang seharusnya dibahas dalam critical review yang tidak pernah terfikirkan oleh penulis tentang columbus. Selama 500 tahun mulai dari proses ekspedisinya sampai sekarang, columbus telah merusak apa saja. Sebenarnya siapakah yang telah menemukan benua amerika? Jika sebenarnya orang muslim lah yang telah menmukannya. Mengapa Howard zinn tidak mengungkapkan fakta tersebut. Zinn hanya mengungkapkan bahwa benua amerika adalah columbusMelihat hasil karya penulis tentang critical review  yang berjudul Anthropology off the Shelf. Speaking Truth to Power with Books” karya Howard Zinn. Beliau mengatakan bahwa penulis gagal mendalami konteks. Penulis terlalu asik dengan fakta dan lautan sejarah sehingga penulis tidak sadar seharusnya yang harus dilakukan penulis adalah mengkritiki teks tersebut. Penulis tidak menyuguhkan ketegasan dalam perspektifnya. Tidak memasukkan referensi pada tulisan yang telah diberikan beliau kepada penulis. Generic Strucutrenya yang belum terbangun sepenuhnya. Jadi masih banyak lubang yang harus diperbaiki. Ketika menulis Academic writing seharusnya menuliskan resource atau sumbernya jika penulis ingin mengutip suatu teks dalam artikel ataupun buku. Penulis salah jika tidak menyertai tulisannya dengan sumber bacaan yang di kutipnya.
Ketika penulis ingin mencurahkan pemikirannya lewat tulisan harus memperhatikan teks dan konteksnya. Menurut Lehtonen ( 2000 ) menginterpretasi teks, ia melihatnya dari dua dimensi, yakni dimensi fisik ( teks as physical being ), dan dimensi semiotik ( teks as semiotic being ). Teks adalah bentuk fisik, tetapi mereka hadir dalam beberapa bentuk untuk menjadi semiotik. Teks berupa fisik, hanya ketika mereka mempunyai beberapa bentuk fisik yang jelas, seperti tinta, kertas, dan lain-lain. Secara semiotik, teks dapat diinterpretasikan ke dalam bentuk tulisan (writing ), pidato ( speech ), picture, music, dan symbol lainnya.
Menurut  Mikko Lehtonen (2000) dalam bukunya The culturer Analysis of Texts halaman 114 mengatakan bahwa Konteks mencakup hal berikut:
1.      substansi: materi fisik yang membawa atau relay teks
2.      musik dan gambar
3.       paralanguage: perilaku yang berarti bahasa yang menyertainya, seperti
kualitas suara, gerak tubuh, ekspresi wajah dan sentuhan (dalam kecepatan), dan pilihan dari jenis huruf dan ukuran huruf (secara tertulis)
4.      Situasi: sifat dan hubungan objek dan orang-orang di sekitarnya
teks, seperti yang dirasakan oleh para peserta
5.      co-teks: teks yang mendahului atau mengikuti yang di bawah analisis, dan yang
peserta menilai untuk menjadi bagian wacana yang sama
6.      intertext: teks yang peserta anggap sebagai milik wacana lain,
tapi yang mereka persekutukan dengan teks di bawah pertimbangan, dan yang mempengaruhi interpretasi mereka
7.       peserta: niat dan interpretasi mereka, pengetahuan dan keyakinan,
sikap interpersonal, afiliasi dan perasaan.
8.       fungsi: teks apa dimaksudkan untuk melakukan oleh pengirim dan addressers, atau
dianggap dilakukan oleh penerima dan petutur.

Menurut halliday (1985) dimensi konteks ada 3, yaitu field, tenor, dan mode.
a)      Field   : Mengacu pada apa yang terjadi, merujuk pada subjek, topik dan peristiwa atau aktifitas.
b)      Tenor : merujuk pada orang yang terlibat (partisipan), jarak, status dan hubungan partisipan.
c)      Mode  : merujuk pada kode bahasa baik lisan maupun tulisan, saluran komunikasi, informasi yang terstruktur.
Menurut Ken Hyland (2000) pada halaman 44-73 sejumlah isu kunci yang mendominasi pemahaman penulis saat menulis yaitu:


1.    Konteks
Cara kita memahami tulisan yang dikembangkan melalui pemahaman yang semakin canggih dari konteks . makna bukanlah sesuatu yang berada pada sebuah kata-kata tetapi diciptakan dalam interaksi antara penulis dan pembaca karena mereka memahami kata-kata tersebut. Menurut Van Dijk pada konteks ini bukan situasi sosial yang mempengaruhi ( atau dipengaruhi oleh ) wacana ,tetapi cara mereka mendefinisikan situasi tersebut . Wacana adalah peserta konstruktif.  Menurut (Duranti dan Goodwin , 1992) mengatakan bahwa kita tidak melihat konteks sebagai sekelompok variabel statis yangmengelilingi penggunaan bahasa , tetapi  harus melihatnya  sebagai sosial , interaktif berkelanjutan dan terikat waktu.
2.    Literasi
         Menulis dan membaca adalah tindakan keaksaraan,.Bagaimana kita benar-benar menggunakan bahasa dalam kehidupan kita sehari-hari . Konsepsi modern keaksaraan mendorong kita untuk melihat tulisan sebagai praktik sosial, bukan sebagai keterampilan abstrak yang dipisahkan dari orang- dan tempat di mana mereka menggunakan teks . Scribner dan Cole (1981 : 236 ) mengatakan: 'melek tidak hanya mengetahui cara membaca dan menulis naskah tertentu, tetapi menerapkan pengetahuan untuk tujuan tertentu dalam konteks tertentu pula. Ini perlu dipertimbangkan peran literasi  karena membantu kita untuk memahami melalui praktik rutin menulis dan membaca .
Pandangan sosial lierasi menurut Barton ( 2007: 34-5 )
1 . Literasi adalah kegiatan sosial dan jauh lebih baik dijelaskan dalam praktek literasi.
2 . Orang-orang memiliki kemahiran yang berbeda yang berhubungan dengan berbagai
domain kehidupan .
3 . Praktik literasi  masyarakat terletak dalam hubungan sosial yang lebih luas ,
sehingga perlu untuk menggambarkan pengaturan peristiwa literasi .
4 . Praktik liteasi berpola dalam  lembaga-lembaga sosial,hubungan kekuasaan, dan beberapa kemahiran yang lebih dominan , terlihat dan berpengaruh daripada yang lain .
5 . Literasi didasarkan pada sistem simbol sebagai cara untuk mewakili dunia kepada orang lain dan diri kita sendiri.
6 . Sikap dan nilai-nilai yang berkaitan dengan panduan tindakan literasi untuk komunikasi .
7 . Sejarah kehidupan kita mengandung banyak peristiwa literasi  dari mana kita belajar
dan yang memberikan kontribusi hingga saat ini.
8 . Sebuah peristiwa literasi  juga memiliki sejarah sosial yang membantu menciptakan arus
praktek .
Menurut Barton dan Hamilton ( 1998: 6 ) mendefinisikan praktik literasi sebagai cara budaya umum untuk memanfaatkan bahasa tertulis untuk menarik di kehidupan mereka . Oleh karena  itu bagaimana kegiatan membaca dan menulis terkait dengan struktur sosial, membantu mememanfaatkan bahasa tertulis.
3.    Budaya
Menurut ( Lantolf ,1999) Adanya keterkaitan antara budaya dan literasi. Budaya secara umum dipahami sebagai historis yang ditransmisikan alam jaringan sistematis makna yang memungkinkan kita untuk memahami , mengembangkan dan mengkomunikasikan pengetahuan dan keyakinan kita tentang dunia. Akibatnya pembelajaran bahasa dikepung dengan budaya ( Kramsch , 1993) . Hal ini sebagian karena budaya membuat tersedianya cara tertentu yang mengorganisir persepsi dan harapan termasuk yang kita gunakan untuk belajar dan berkomunikasi secara tertulis . Dalam menulis penelitian dan pengajaran , ini adalah wilayah retorika kontrastif . Retorika kontrastif adalah area penelitian dalam akuisisi bahasa kedua.
4.    Teknologi
Untuk menjadi orang yang berliterasi harus berarti memiliki kontrol dalam media cetak maupun  media elektronik . Memiliki dampak yang besar pada cara kita menulis , genre yang kita buat , identitas pengarang kita asumsikan , bentuk produk jadi, dan cara kita terlibat dengan pembaca . Dibawah ini adalah pengaruh teknologi elektronik pada penulisan:
ü  Mengubah, menciptakan , mengedit , proofreading dan format proses
ü   Kombinasikan teks tertulis dengan media visual dan audio lebih mudah
ü   Mendorong untuk menulis non - linear dan proses membaca melalui hypertext Link
ü  Tantangan pemikiran tradisional tentang kepenulisan , wewenang dan intelektual
ü   Mengizinkan penulis akses ke informasi lebih lanjut dan untuk menghubungkan informasi dengan cara baru.
ü  Mengubah hubungan antara penulis dan pembaca sebagai pembaca bisa juga 'menulis kembali '
ü  Memperluas berbagai genre dan peluang untuk mencapai yang lebih luas
ü   Memperkenalkan kemungkinan untuk membangun dan memproyeksikan identitas sosial yang baru
ü   Memfasilitasi masuk ke komunitas wacana online
ü   Meningkatkan marginalisasi penulis yang terisolasi dari menulis teknologi  baru.
5.    Genre
Genre adalah  jenis komunikatif tindakan , yang berarti bahwa untuk berpartisipasi dalam acara sosial , individu arus terbiasa dengan genre yang mereka hadapi di sana. Karena genre menjadi salah satu konsep yang paling penting dalam pendidikan bahasa. Genre adalah proses sosial karena anggota suatu budaya berinteraksi untuk mencapai, mereka berorientasi pada tujuan karena mereka telah berevolusi untuk mencapai hal-hal , dan dipentaskan karena makna dibuat dalam langkah-langkah dan biasanya membutuhkan penulis lebih dari satu langkah untuk mencapai tujuan mereka . Ketika serangkaian teks berbagi tujuan yang sama.
6.    Identitas
Identitas sebagai konsep plural , yang didefinisikan secara sosial dan dinegosiasikan melalui pilihan penulis dalam membuat wacana mereka . Pilihan ini sebagian dibatasi oleh ideologi dominan kemahiran istimewa di masyarakat tertentu , dan sebagian terbuka untuk
interpretasi penulis  sebagai akibat dari pribadi dan sosial budaya pengalaman . Identitas dalam konteks yang berbeda, proses hubungan mereka dengan khusus masyarakat , dan tanggapan mereka terhadap hubungan kekuasaan institusional tertulis di dalamnya .Oleh karena itu identitas perlu dibedakan dari gagasan suara dalam literatur ekspresif . Voice adalah ide yang kompleks dengan berbagai makna dan konotasi , tapi pada dasarnya mengacu pada penulis dis-signature tinctive, cap individu bahwa ia meninggalkan teks (Elbow, 1994).
Dapat disimpulkan bahwa kesalahan penulis adalah kurangnya pemahaman yang  terdapat pada area konteksnya. Penulis masih belum memahami di area ini. Penulis seharusnya betul-betul memahami pembahasan mengenai context, literacy,culture, technology, genre, identity walaupun membutuhkan pemahaman lebih untuk menguasainya. Penulispun merasa kesulitan untuk membahas keenam hal tersebut karena menulis harus sesuai konteks. Meski definisi dan pemahaman  konteks berbeda-beda namun akhirnya akan merujuk pada area meaning.



0 comments:

Post a Comment