Saturday, March 1, 2014



Sejarah merupakan cabang ilmu pengetahuan dari perkembangan masyarakat yang dapat diketahui melalui penelitian dan di buktikan oleh beberapa contoh kejadian. Sejarah juga merupakan sumber pengetahuan dan juga kekayaan suatu bangsa. Dengan memiliki banyak sejarah, berarti banyak pengalaman pula yang sudah terjadi pada bangsa tersebut. Mereka dapat belajar dari kejadian-kejadian yang sudah lampau. Jadi, kekayaan suatu bangsa  merupakan dasar bagi generasi selanjutnya untuk belajar dari masa lalu. Penulis sejarah adalah kelompok pemenang. Sejarah-sejarah peradaban Islam banyak ditulis di masa Dinasti Abbasiyah sebagai pemenang di periode pertengahan sejarah peradaban Islam. Dan di era modern saat ini, sejarah ditulis oleh Orang-orang Barat sebagai pihak pemenang dan menguasai berbagai media informasi. Namun, sejarah di masa Abbasiyah sangat jauh berbeda dengan sejarah Barat di era modern ini. Di masa Abbasiyah sisi objektivitas dan keotentikan sejarah lebih dikedepankan daripada sejarawan Barat. Barat yang menguasai hegemoni abad modern hampir menutupi kelemahan mereka di abad pertengahan dan tingginya peradaban Islam di masa tersebut.
Di antaranya adalah ekspedisi yang dilakukan oleh Christpoper Columbus, ia adalah seorang pedagang dan penjelajah yang menemukan Benua Amerika. Pada saat itu penduduk Eropa berbondong-bondong mendarat untuk mencari kehidupan baru di sana, kemudian mulailah pertentangan politik dari berbagai Negara Eropa yang ingin menguasai Amerika. Dari situ awal mula sejarah Benua Amerika. Colombus juga merupakan perubahan revolusi bagi sejarah Eropa. Selain penemu Benua Amerika ia juga  mempunyai pengaruh lebih besar bagi Benua Eropa.
Akan tetapi, Howard Zinn mengatakan dalam bukunya A People’s History of the United States tentang sisi gelap dan kekejaman dari Colombus, sebenarnya ia adalah sang pelaut yang melakukan genosida pada Indian Arawaks. Ia seorang pembunuh, penyiksa, penculik, dan bukan orang pertama yang menemukan Benua Amerika. Ketika itu Howard mendapatkan surat dari seluruh negeri mengenai berbagai tanggapan dari tulisannya, terutama Penduduk Amerika nya sendiri banyak yang menyangkal dan tidak terima karena mereka sudah terlalu mengagungkan Colombus dan menganggap ia sebagai bapak mereka.
Selain itu, ia juga mendapatkan surat dari seorang guru di California, ia mengatakan “apakah anda tahu? Anda membuat posisi saya sulit” karena, siswanya yang membawa pulang buku Howard kemudian ibu siswa membaca pada BAB pertama kira-kira sampai 5 halaman pertama. Seketika setelah membaca ibu siswa mengatakan “saya akan berbicara dengan komite sekolah”, ini merupakan contoh kasus untuk mempelajari fakta-fakta tentang Colombus yang dapat menyebabkan perubahan dalam pemikiran seseorang.
Adapun peranan menulis seperti menulis sejarah, mempunyai peranan yang sangat penting untuk suatu bangsa. Salah satu ciri sebuah bangsa adalah memiliki sejarah, karena sebesar apapun bangsa tersebut, pasti memiliki cerita sejarah dalam perjalanannya, begitupun dengan sejarah Amerika Serikat. Tidak bisa dipungkiri bahwa besarnya Amerika Serikat karena tak lepas dari pengaruh cerita sejarah Amerika Serikat itu sendiri. Selain itu menulis juga dapat memutar balikkan sejarah melalui buku-buku yang mereka baca.
Berkaitan dengan judul artikel ini yaitu berbicara kebenaran melalui kekuatan buku. Untuk itu, tujuan Critical Review ini adalah untuk membahas realita dari kekuatan buku dan mengkritisinya, beserta contoh tentang Colombus. Berbicara tentang pelaut yang bernama lengkap Christopher Columbus atau dengan nama Italia-nya Cristoforo Colombo dikenal sebagai orang pertama yang mengarungi jalur Atlantik lalu menemukan benua Amerika. Selama ratusan tahun, masala ini masih dianggap sebuah fakta yang tak terbantahkan. Benarkah demikian? Analisis sekarang ini, saya akan  mencoba menguraikan dan mengkritisi teori yang pernah didapatkan ketika masih sekolah dasar.
Selama ini banyak orang yang beranggapan tentang isu-isu penetap pertama Amerika Serikat berasal dari Asia sekitar 15.000 tahun yang lalu. Mereka menyeberangi jembatan darat Bering ke Alaska. Selanjutnya, penduduk asli Amerika bermukim di wilayah tersebut selama ribuan tahun. Pada tahun 1492, Christopher Columbus berhasil mencapai Amerika. Orang-orang Inggris lalu bermukim di Jamestown, Virginia pada tahun 1607. Permukiman ini dianggap sebagai permukiman pertama di Amerika Serikat. Selanjutnya, Amerika Serikat terus didatangi oleh orang-orang Inggris. Orang Perancis, Spanyol, dan Belanda juga bermukim di sebagian Amerika Serikat.
Perkembangan koloni-koloni Inggris berakhir tidak baik bagi penduduk asli Amerika, karena banyak dari mereka yang tewas akibat penyakit, dan mereka kehilangan negeri mereka. Amerika Serikat terbentuk dari 13 bekas koloni Inggris selepas Revolusi Amerika setelah deklarasi kemerdekaan pada tanggal 4 Juli 1776. Perang ini dimulai karena kolonis merasa diperlakukan tidak adil oleh Inggris.
·         Apa yang terjadi ketika Negara Amerika setelah masa Revolusi?
Setelah Revolusi, Amerika Serikat menghadapi banyak masalah, seperti perbudakan. Pada tahun 1800-an, AS memperoleh banyak wilayah dan mulai terindustralisasi. Dari tahun 1861 hingga 1865, Perang Saudara Amerika berkecamuk antara Utara dengan Selatan. Perang ini diakibatkan karena sengketa mengenai hak-hak negara bagian, perbudakan, dan masa depan Amerika Serikat. Beberapa negara bagian di Selatan meninggalkan Amerika Serikat dan mendirikan Konfederasi.
Utara memenangkan perang, dan negara-negara yang telah meninggalkan perserikatan kembali ke Amerika Serikat. Negara ini lalu melalui masa rekonstruksi. Pada akhir 1800-an, banyak orang Eropa datang ke Amerika Serikat dan bekerja di pabrik besar. Pada awal abad ke-20, AS menjadi kekuatan dunia. Ekonominya merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Negara ini juga terlibat dalam Perang Dunia I dan II.
Setelah Perang Dunia II, Amerika Serikat terlibat dalam Perang Dingin dengan Uni Soviet. Selama Perang Dingin, pemerintah banyak menghabiskan dana untuk pertahanan. AS terlibat dalamPerang Korea dan Vietnam, dan juga mengirimkan Neil Armstrong dan orang-orang Amerika lain ke luar angkasa. Pada tahun 1991, Uni Soviet runtuh dan perang dingin berakhir. Timur Tengahmenjadi penting bagi Amerika, terutama setelah Serangan 11 September 2001. Kini, Amerika Serikat merupakan negara adidaya, tetapi masih menghadapi beberapa masalah.
Sejak SD dan seterusnya kita dijejali dengan sejarah yang salah. Menurut versi tersebut, ketika pertama kali menginjakkan kakinya di daratan, dia menyangka mendarat di semenanjung Hindia, sehingga penduduk aslinya disebut ”Indian”. Tapi menurut versi lain, penelitian ulang yang dilakukan oleh beberapa peneliti Barat, atau penelitian dari sumber-sumber tertulis dari kalangan Muslim, ilmuan Muslim, ditemukan data baru bahwa Benua Amerika ditemukan oleh penjelajah Muslim 603 tahun sebelum Colombus menginjakkan kakinya di benua Amerika

Perspektif  lain mengatakan bahwa penjelajah Muslim sudah datang ke Amerika sebelum Colombus, antara lain pakar sejarah dan geografer Abul Hassan Ali Ibnu al-Hussain al-Masudi (871-957M). Dalam bukunya Muruj Adh-Dhahabwa Maad al-Jawhar (The Meadows of Gold and Quarries of Jewels/Hamparan Emas dan tambang Permata), Al-Masudi telah menuliskan bahwa Khaskhas Ibnu Sa’ied Ibn Aswad, seorang penjelajah Muslim dari Cordova, Spanyol, berhasil mencapai benua Amerika pada 889 M.
Al-Masudi menjelaskan, semasa pemerintahan Khalifah Abdullah Ibn Muhammad (888-912M) di Andalusia, Khaskhas berlayar dari Pelabuhan Delbra (Palos) pada 889, menyeberangi lautan Atlantik hingga mencapai sebuah negeri yang asing (al-ardh majhul). Sekembalinya dari benua asing tersebut, dia membawa pulang barang-barang yang menakjubkan, yang diduga berasal dari benua baru yang kemudian bernama Amerika.
Sejak itulah, pelayaran menembus Samudera Atlantik yang saat itu dikenal sebagai ”lautan yang gelap dan berkabut”, semakin sering dilakukan oleh pedagang dan penjelajah Muslim. Literatur yang paling populer adalah essay Dr. Yossef  Mroueh dalam Prepatory Committe for International Festivals to Celebrate the Millenium of the Muslims Arrival to the America tahun 1996. Dalam essay berjudul Precolumbian Muslims in America (Muslim di Amerika Pra Colombus), Dr Mroueh menunjukkan sejumlah fakta bahwa Muslimin dari Anadalusia dan Afrika Barat tiba di Amerika sekurang-kurangnya lima abad sebelum Colombus.
Pada pertengahan abad ke-10, pada masa pemerintahan Bani Umayyah Andalusia: Khalifah Abdurrahman III (929-961M), kaum Muslimin dari Afrika berlayar ke arah barat dari pelabuhan Delbra (Palos) di Spanyol menembus “samudera yang gelap dan berkabut”. Setelah menghilang beberapa lama, mereka kembali dengan sejumlah harta dari negeri yang “tak dikenal dan aneh”. Dalam pelayaran itu, ada sejumlah kaum Muslimin yang tinggal bermukim di negeri baru itu. Mereka inilah imigran Muslim gelombang pertama yang tiba di Amerika.
Masih menurut  Dr.  Mroueh, berdasarkan catatan sejarawan Abu Bakr Ibnu Umar al-Gutiyya, yang hidup pada masa pemerintahan Khalifah Hisyam II (976-1009) di Andalusia, penjelajah dari Granada bernama Muhammad Ibnu Farrukh meninggalkan pelabuhan Kadesh, Februari 999. M. Farrukh melintasi Lautan Atlantik, mendarat di Gando (Kepulauan canary) dan berkunjung pada Raja Guanariga. Ia melanjutkan pelayaran ke arah barat, melihat dua pulau dan menamakannya dengan Cpraria serta Pluitana. Ia kembali ke Andalusia Mei 999 M.
Al-Syarif al-Idrisi (1099-1166), pakar Geografi dan ahli pembuatan peta, dalam bukunya Nuzhat al-Musytaq fi Ikhtiraq al-Afaq (Ekskursi dari yang rindu mengharungi Ufuk) menulis, sekelompok pelaut Muslim dari Afrika Utara berlayar mengharungi samudera yang gelap dan berkabut. Ekspedisi yang berangkat dari Lisbon (Portugal) ini, dimaksudkan untuk mendapatkan jawaban apa yang ada di balik samudera itu, berapa luasnya dan di mana batasnya? Mereka pun menemukan daratan yang penghuninya bercocok tanam.
Pelayaran melintasi samudera Atlantik dari Maroko juga dicatat oleh penjelajah Syaikh Sayneddin Ali bin Fadhel al-Mazandarani. Kapalnya melepas jangkar dari pelabuhan Tarfay di Maroko pada masa Sultan Abu Yacoob Sidi Yossef (1286-1307M), penguasa keenam Kekhalifahan Marinid. Rombongan ekspedisi ini mendarat di Pulau Green di Laut Karibia pada 1291. Menurut Dr Mroueh, catatan perjalanan pelaut Maroko ini banyak dijadikan referensi oleh ilmuan Islam pada era sesudahnya.
Sultan-sultan dari Kerajaan Mali di Afrika Barat yang beribukota Timbuktu, juga melakukan penjelajahan hingga mendarat di benua Amerika. Sejarawan Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl al-Murai (1300-1384), menulis catatan tentang geografi Timbuktu, yang waktu itu ternyata telah menjadi kota pusat peradaban dan cukup maju di Afrika Barat.
Ekspedisi laut yang berawal dari Timbuktu, antara lain dilakukan oleh Sultan Abu Bakari I (1285-1312M) yang merupakan saudara dari Sultan Mansa Kankan Musa (1312-1337 M). Sultan Abu Bakar I melakukan dua kali ekspedisi menembus Lautan Atlantik dan mendarat di Amerika. Bahkan, penguasa Afrika Barat ini sempat menyusuri sungai Missisippi, dan mencapai pedalaman Afrika Tengah antara tahun 1309-1312. Selama berada di benua baru ini, para eksplorer itu tetap berkomunikasi dalam bahasa Arab dengan penduduk setempat.
Dua abad kemudian, tepatnya tahun 1513, penemuan benua Amerika ini diabadikan dalam peta berwarna yang disebut Piri Re’isi. Peta ini dipersembahkan kepada Khalifah Ottoman, Sultan Selim I, tahun 1517 di Turki. Peta ini berisi informasi akurat tentang belahan bumi bagian barat, Amerika Selatan, dan pesisir pantai Brasil. Piri sendiri sebenarnya merupakan nama seorang pejabat laut sekaligus pembuat peta kerajaan Turki Utsmani, yang berbakti pada kerajaan Turki Utsmani masa pemerintahan Sultan Salim (1512-1520) sampai pemerintahan Sultan Sulaiman al-Qanuny (1520-1566). Gelaran ”Reis” (berasal dari bahasa Arab Raais, yang berarti panglima atau Pimpinan), diberikan pada Piri setelah yang bersangkutan memenangkan peperangan laut melawan Bendeqia.
Peta Piri Reis yang bertarikh 1513 M itu disimpan di Tobco Serai/Top Kopi, dan kemudian pada tahun 1929, dikaji ulang oleh seorang orientalis Jerman, Prof Paul Kalhe, yang membentangkannya dalam Kongres Kajian Oriental di Leiden pada 1931. Untuk mengenang jasa-jasanya, pemerintah Turki mengabadikannya menjadi perangko Peta Piri Reis itu.
Pada intinya, yang pertama kali datang menemukan benua Amerika adalah nenek moyang asli bangsa Amerika. Mereka mungkin menyeberang ke Amerika melalui Rusia dan Alaska sekitar 12.000 tahun yang lalu. Penemuan benua Amerika oleh orang-orang Eropa, Afrika, atau Asia, sebenarnya adalah penghinaan terhadap sejarah masyarakat asli benua tersebut. Keberanian dan sejarah mereka sangat tidak dihargai dan tidak dinilai apabila teori Columbus sebagai penemu benua Amerika adalah fakta yang hakiki.
Columbus hidup di zaman dimana orang-orang berasumsi bahwa bumi ini datar. Padahal sejak lama Aristoteles dan Pythagoras mengeluarkan sebuah teori bahwa bumi itu berputar. Demikian juga di masa kejayaan Islam (750-1100-an M) ilmuwan-ilmuwan Islam meyakini bumi itu bulat.
Jadi, bukan Colombus. Mengapa Columbus yang sampai saat ini dikenal sebagai penemu benua Amerika? (Abu Hasan al-Mas’udi pada tahun 956 menulis perjalanan muslim Spanyol di tahun 889 M) mengatakan karena saat terjadi pengusiran kaum Yahudi dari Spanyol sebanyak 300.000 orang oleh raja Ferdinand seorang Kristen yang taat, itu membuat orang-orang Yahudi menggalang dana untuk pelayaran Columbus. Dan berita ‘penemuan benua Amerika dikirim pertama kali oleh Christopher Columbus kepada kawan-kawannya orang Yahudi di Spanyol.
Dari berbagai perspektif sesorang dalam menanggapi Colombus, mulai dari mereka yang mempercayai benar bahwa ia adalah penemu benua Amerika Serikat, atau yang menolak dari pernyataan ini, semata-mata karena ia telah terikat dari sebuah referensi atau buku. Mereka saling menguatkan argument mereka dari hasil apa yang mereka baca. Karena pada dasarnya dari buku itu dapat mengubah perspektif seseorag bahkan mengubah dunia mereka. Contohnya seperti yang terjadi pada orang tua siswa di California (baca: Speak Truth to Power of Books). Jika kita membaca suatu buku atau beberapa buku, kita akan menemukan perspektif lain. Maka, jangan langsung mudah percaya ketika membaca, tetapi analisa terlebih dahulu dan kritisi.
Peranan sebuah buku dapat dibagi menjadi 4 macam, yaitu:
o   Memperluas pengetahuan seseorang, tidak dipungkiri bahwa dengan membaca buku kita akan mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman yang sebelumnya kita tidak tahu sama sekali
o   Mengubah pemandangan atau cara berfikir seseorang,misalnya kita ambil lagi contoh Colombus, seseorang mempercayai benar bahwa ia adalah seorang penemu Benua Amerika yang pantas dihormati oleh penduduk Amerika sendiri, tetapi setelah membaca banyak referensi belum tentu akan tetap meyakini ini, bahkan perasaan seseorang dapat berubah seketika yang sebelumnya bangga terhadap Colombus kemudian berubah menjadi tidak respect lagi bahkan tidak menyukainya
o   Memutar balikkan sejarah, karena buku itu berisi banyak tentang suatu pengetahuan yang mengacu orang-orang berparadigma berbeda dengan orang lainnya. Sehingga dalam konteksnya akan berbeda-beda pula tergantung dari pemikiran si pembaca
o   Membuka perspektif membaca, yang tadinya tidak mengetahui sama sekali, dengan membaca ia mampu berspektif melalui pemikirannya
o   Dan bahkan dapat mengubah dunia atau hidup seseorang, dengan menguasai teks, dapat memanipulasi atau memutar balikkan sejarah (dunia) ketika kita mendapat pengetahuan dari membaca buku, nambah pengetahuan nambah pula dunia kita
Mengapa denagn membaca buku dapat menambah dunia kita? Kita ingat cerita dulu tentang Abu Nawas, ketika ada seseorang yang menanyakan kepadanya tentang luasnya bumi, Abu Nawas menjawab “luasnya bumi itu seluas buku yang kamu baca” betapa hebatnya kekuatan sebuah buku yang dapat mengoprasikan dengan banyak cara untuk mengubah kesadaran seseorang. Seperti buku yang berisi fakta-fakta yang dapat mengubah pandangan sesorang, ia akan mendapatkan pengetahuan serta pengalaman dari sebuah buku.
Dengan membaca, seseorang dapat mengetahui bahkan menemukan realita atau fenomena dan juga dapat mengubah kehidupan mereka. Menurut Howard Zinn bahwa Colombus bukanlah pahlawan, ia adalah orang yang berpaham komunis, ia juga bukan penemu Benua Amerika. Tetapi ia adalah penjahat, orang yang serakah, pembunuh, penindas kelompok hitam yang ada di Benua Amerika.
Sebagai pembaca yang kritis, jangan langsung mudah percaya dengan buku, ada yang harus dipercayai atau tidak. Sebagian besar menurut sejarah manusia bahwa orang-orang besar dan hebat mereka semua adalah penulis, dan yang menulis sejarah juga penulis. Makanya di sini dibahas pula tentang kesadaran penulis. Pastikan ketika menulis dapat dibuktikan melalui analisis atau dibuktikan dengan adanya contoh kejadian. Dalam mensiarkan kebenaran. Seorang penceramah juga harus mampu membuktikan fakta-fakta yang diungkapkannya, misalkan melalui tuisan Al-Qur’an ataupun Al-Hadist. Karena ketika suara diproduksi maka akan langsung hilang pada saat itu juga, hanya lewat saja kemudian sudah. Berbeda apabila suara tersebut direkam, ia akan bisa diperdengarkan kembali, hal ini dapat diimplikasikan pada sejarah. Sejarah jika hanya direpresentasikan melalui mulut ke mulut tanpa ditulis, ia akan hilang dan tidak dapat di jadikan pelajaran untuk generasi selanjutnya.
Pada realitanya, sebagian orang cenderung membenarkan apa yang mereka dengar dari orang yang dianggap lebih tinggi dari kita, seperti: orang tua, saudara, pemerintah. Seharusnya untuk membenarkan fakta tersebut kita juga harus membuktikannya melalui fakta dalam bentuk tulisan (membaca buku)  kita harus mencari berbagai referensi yang kuat.
Kesimpulannya, apabila suatu bangsa memiliki banyak sejarah, berarti banyak pengalaman pula yang sudah terjadi pada bangsa tersebut, kekayaan suatu bangsa  merupakan dasar bagi generasi selanjutnya untuk belajar dari masa lalu. Ekspedisi yang dilakukan oleh  Columbus yang mengundang kontra versi atas pengakuan bahwa ia adalah penemu Benua Amerika tetapi Sejarah lain mengatakn tidak demikian, justru Orang Muslim lebih awal menapakkan kakinya di benua ini. Dari berbagai perspektif sesorang dalam menanggapi Colombus, semata-mata karena ia telah terikat dari sebuah referensi atau buku. Mereka saling menguatkan argument mereka dari hasil apa yang mereka baca.  peranan buku itu sangat dominan dalam kehidupan bermasyarakat. Mempunyai powerfull yang luar biasa bagi siapa saja yang membacanya, dapat merngubah mindset dan memberikan pengetahuan serta pengalaman orang lain. Buku atau tulisan adalah salah satu untu memproduksi pengetahuan, mentransfer keilmuan, mencetak sejarah dan juga sebagai manusia yang peduli akan kemajuan bangsanya. Buku juga dapat Mengubah pemandangan atau cara berfikir seseorang, seperti isu-isu tentang  Colombus, seseorang mempercayai benar bahwa ia adalah seorang penemu Benua Amerika yang pantas dihormati oleh penduduk Amerika sendiri, tetapi setelah membaca banyak referensi belum tentu akan tetap meyakini ini, bahkan perasaan seseorang dapat berubah seketika yang sebelumnya bangga terhadap Colombus kemudian berubah menjadi tidak respect lagi bahkan tidak menyukainya.



Sumber:
Ternyata Penemu Benua Amerika Bukan Columbus (www.IndoCropCircles.wordpress.com/worldbulletin/gemaislam.com)

1 comments:

  1. posisi kamu sebagai kritikus atau sebagai story teller ya?

    ReplyDelete